Manado, Barta1.com – Politeknik Negeri Manado menggelar sosialisasi zona integritas bebas dari korupsi wilayah birokrasi bersih dan melayani di Ruang Auditorium Prof Ruddy Tenda, Senin (13/2/2023) kemarin.
Dalam sosialisasi itu, dihadiri oleh beberapa anggota biro organisasi dan tata laksana Sekretariat Jenderal Kemendikbud Ristek, seperti Yudi Pramudianto SSos, Dra Novi Soviaty Rivay MPd dan Domas Mifta Mudhita SE. Ketiganya dipercayakan memberikan sosialisasi zona integritas di Politeknik Negeri Manado.
“Saya akan sosialisasi terkait pembangunan zona integritas itu seperti apa. Tadi saya melihat ada mahasiswa, satpam, tenaga pendidik dan kependidikan di Politeknik Negeri Manado, mungkin bertanya-bertanya pembangunan zona integritas itu seperti apa? Jadi zona integritas itu adalah wilayah bebas dari korupsi,” ungkap Domas Mifta Mudhita kepada tenaga pendidik, kependidikan, cleaning service dan pihak keamanan Politeknik Negeri Manado yang mengikuti sosialisasi tersebut.
Terus bagaimana membangun zona integritas itu, Kemendikbudristek mencoba memulainya dari satuan kerja (Satker) yang berintegritas. Berintegritas itu dalam artian, bisa berkontribusi dan melayani bagi penguna layanan yang baik. “Melalui Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negera yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme,” jelasnya.
“Pimpinan dan tenaga kependidikan harus melihat area yang dibangun dan ditata kembali, dan zona integritas itu perlu diperbaiki. Pertama terkait dengan manajemen perubahan. Menajemen perubahan ini berkaitan dengan pola pikir dan budaya kerja yang baik. Dimana Birokrasi biasanya dilayani, kali ini harus berubah, menjadi birokrat yang harus bisa melayani. Birokrat harus bisa memberi contoh dan memberikan layanan yang baik bagi penguna layanan,” tuturnya.
Politeknik Negeri Manado itu sendiri, penerima layanan salah satunya adalah adik-adik mahasiswa. Nantinya, adik-adik mahasiswa ini bisa menerima pelayanan yang baik. Apa yang mereka butuhkan, dan apa yang menjadi permasalahan mereka, Itu harus disediakan solusi untuk mereka.
“Politeknik Negeri Manado sudah mempunyai standard operating prodecure (SOP)-nya, seperti yang dikatakan ibu Direktur Dra Mareyke Alelo MBA. Dan itu sangat memudahkan tenaga pendidik dan kependidikan, misalnya memberikan pelayanan yang maksimal. Berikutnya, terkait manajemen sumber daya manusia (SDM). Jadi, tidak hanya membangun dari sistemnya, melainkan juga dari personilnya. Bagaimana meningkatkan SDM yang ada di Politeknik Negeri Manado,” imbuhnya.
Selanjutnya, bagaimana meningkatkan potensi dari bapak-ibu dosen, terus bagaimana dengan tenaga kependidikan terkait potensinya. Bagaimana dengan disipilin, penegakannya itu seperti apa. Terus yang tidak disipilin harus ada punishmentnya, itu harus diatur. Tetapi, bukan hanya disiplin saja diperhatikan. Politeknik Negeri Manado harus memberikan reward juga. Jadi, pembangunan itu harus seimbang terhadap SDM-nya. Kemudian, terkait dengan akuntabilitas dan penguatan pengawasan. Jangan sampai adanya KKN dan Gratifikasi di Politeknik Negeri Manado. Kita membangun Zona Integritas bukan untuk mencari adanya KKN, tetapi bagaimana kita mencegah adanya KKN. Mari Saling mengingatkan antara satu dengan lainnya,” pintanya.
Ia meminta, Politeknik Negeri Manado kedepannya memiliki satgas pengendalian gratifikasi, misalnya ada temuan-temuan di lapangan, secara langsung bisa melaporkan ke Satgas pengendalian gratifikasi, atau ke Dirjen melalui Websitenya.
Merespon hal itu, Direktur Politeknik Negeri Manado Dra Mareyke Alelo MBA, pada sambutanya mengatakan Politeknik Negeri Manado sudah lama mencanangkan program zona integritas ini, tetapi ada berbagai hal yang perlu dirubah dan dituntaskan, dan itu membuat institusi Politeknik Negeri Manado tidak bisa melaunching atau melaksanakan kegiatan seperti ini.
“Tetapi, sudah beberapa tahun terkahir kita sudah memperbaiki layanan di institusi kita, terutama adanya layanan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS). Dan satu-satunya, memiliki standar pelayanan SOP. Sehingga pemberian layanan bagi anak didik kita, bahwa kampus mereka bebas dari bullying, godaan dan intimidasi, baik itu dari dosen dan tenaga kependidikan, Satpam maupun cleaning Service. Itulah langkah genting yang kita lakukan, untuk memperbaiki layanan di institusi ini,” terangnya.
Menurutnya, satpam dan cleaning service memiliki peran penting dalam melayani mahasiswa dan melindungi seluruh aset berserta institusi. “Saya berharap melalui sosialiasi ini. Institusi maupun generasi saat ini mampu memutuskan mata rantai kita, yang membebani kita, sehingga kita tidak bisa memberikan jaminan terbaik bagi mahasiswa maupun institusi. Maka dari itu, kedepannya kita akan membuat rencana-rencana yang baru, sehingga institusi ini bisa dibanggakan,” ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, pihak penyelenggara yang diwakili oleh Koordinator Humas Politeknik Negeri Manado, Stevie Kaligis SE MM Ak CA berharap sosialiasi ini kiranya ada tindak-lanjut demi mewujudkan poin-poin penting, dalam rangka mewujudkan Politeknik Negeri Manado di zona integritas.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post