• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Edukasi

Tiga Kelas di SDN 46 Manado Bertahun-tahun Rusak Berat

by Redaksi Barta1
17 Januari 2023
in Edukasi
0
Tiga Kelas di SDN 46 Manado Bertahun-tahun Rusak Berat

Kepala SDN 46 Manado, Sultje Raturandang MPd, menunjukan ruang kelas yang mengalami kerusakan cukup berat. (foto: jurnalis pendidikan sulut)

0
SHARES
92
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Sejumlah sekolah di Sulut masih mengalami kerusakan infrastruktur. Seperti halnya tiga ruangan kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 46 Manado, Kecamatan Tuminting, Manado yang mengalami kerusakan berat.

 

Kepala SDN 46 Manado, Sultje Raturandang MPd, mengatakan, tiga ruangan itu telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun. Bahkan, sejak beberapa tahun lalu, ruang kelas yang sudah rusak berat itu tak lagi digunakan untuk siswa dalam mengantisipasi kejadian yang tak diinginkan. “Sementara ini setengah kelasnya terpaksa harus menjadi ruang kerja para guru,” ujarnya.

 

Dua ruang kelas yang mengalami kerusakan sedang tetap digunakan sebagai tempat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sebab, jumlah ruang kelas di sekolah itu memang masih kurang. “Di sekolah ini hanya ada enam ruang kelas. Satu rusak berat dan 2 rusak sedang,” kata Raturandang, Selasa (17/1/2023).

 

“Untuk menyiasati agar seluruh siswa dapat tetap belajar secara efektif, pihak sekolah membagi jadwal KBM yakni dengan sistem shift ada masuk pagi dan siang,” ujar Kepsek berprestasi ini.

 

Kata dia, kondisi kerusakan tiga ruangan kelas di sekolahnya itu telah terjadi selama bertahun-tahun. Beberapa tahun yang lalu, sempat ada program rehabilitasi ruang kelas yang rusak. Namun, sekolahnya hanya mendapat jatah perbaikan tiga ruangan yang lain. Alhasil, tiga ruangan yang rusak lain tak direhabilitasi.

 

Makin lama, kerusakan makin parah. Atap ruang kelas, misalnya, sudah makin lapuk. Pihak sekolah pun tak mau ambil risiko. “Karena kayunya sudah tidak kuat karena merupakan bangunan lama. Makanya ruangan ini tidak dipakai ruang kelas lagi dan hanya setengah ruangan yang sisa dipakai ruangan guru,” jelas Raturandang.

 

Terlihat bangunan kelas yang dibangun sejak 2008 itu sebagian kayu penyangga atap ruang kelas sudah mulai berjatuhan. Sementara pada bagian depan kelas hampir semua plafon akan jatuh, dan atap seng pun sudah banyak yang bocor.

 

Menurut kepsek, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar tiga ruangan yang rusak itu dapat segera diperbaiki. “Namun belum tahu waktu pastinya. Kami hanya bisa menunggu. Harapan kami secepatnya diperbaiki agar proses KBM lancar.

 

Ia mengatakan, apabila rehabilitasi tiga ruangan yang rusak itu sudah dilakukan, ruang kelas di sekolahnya tetap akan kurang. Sebab, sejak awal jumlah ruang kelas di sekolah yang saat ini jumlah siswanya terdapat 175 orang itu hanya ada enam unit. “Memang di sini ruang kelasnya hanya ada enam. Jadi kalaupun nanti direhab, jumlah ruang kelas di sini masih kurang,” katanya.

 

Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan dinas agar ruang kelas di sekolahnya bisa ditambah. “Tapi lahan sekolah ini sudah tidak besar lagi. Tidak mungkin ada penambahan ruangan, kecuali dijadikan dua lantai,” kata dia.

 

Dia pun berharap agar meja kursi siswa sejak tahun 2008 dan ada juga sejak tahun 80-an itu bisa diganti dengan yang baru.

 

Penulis : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: SD Negeri 46 Manadosekolah rusakSultje Raturandang
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Feronica Amelia Kereh dan Perannya Sebagai Pewarta Bahasa

Feronica Amelia Kereh dan Perannya Sebagai Pewarta Bahasa

Discussion about this post

Berita Terkini

  • RELIGIUSITAS KRISTIANI DALAM PUISI “IJINKAN AKU MERINDUKAN-MU”, KARYA DONALD TOLOH 21 April 2026
  • Polisi Tangani Kasus Dugaan Pemalakan dan Penganiayaan terhadap Pelajar di Bitung 20 April 2026
  • Hengky Honandar : Manajemen ASN Fondasi Utama dalam Mewujudkan Birokrasi yang Profesional 20 April 2026
  • Wabup Sangihe Buka TKA SD 2026, Tekankan Kejujuran dan Kesiapan Infrastruktur 20 April 2026
  • Hengky-Randito Dampingi Dirjen Pendidikan Tinjau Pelaksanaan TKA di SDN Impres 6/84 Madidir 20 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In