Manado, Barta1.com – 2023 merupakan tahun yang gelap dan banyak yang jatuh. Banyak yang akan abis-abisan di tahun ini. Namun, apapun yang terjadi harus terus berharap dan bersandar kepada Tuhan, agar bisa survive atau bertahan,” ungkap Dudi Djamaluddin pada ibadah pagi di Kantor DPRD Sulut, Senin (16/01/2023).
Mengutip Firman Tuhan dari 2 Raja-raja 4:1-7Djamaluddin mengajak semua yang hadir pada ibadah pagi itu, untuk hidup takut akan Tuhan. Beribadah kepada Tuhan Allah mu dengan segenap hatimu dan jiwamu. “Oleh sebab itu, ibadah pagi ini adalah peribadatan yang luar biasa. Tuhan hadir kita di pagi ini untuk mendengarkan firman-nya,” terangnya.
Menurutnya, firman harus menjadi daging dan ini menjadi dasar bagi orang percaya. “Orang percaya masih banyak meminta dan memberi kurang. Mari kita sadar dan bertobat dari tingkahlaku kita dan melakukan hal yang baik, agar menjadi terang dan damai dalam kehidupan,” tuturnya.
“Iman dan perbuatan itu harus sama. Nampak dalam aktivitas dan perilaku dimasyarakat. Mari jujur kepada Tuhan, dan Tuhan tau apa yang kita sembunyikan dalam kehidupan kita,” ucapnya.
Ia menambahkan, bagi Tuhan tidak ada perkara yang mustahil. Mintalah kepada Tuhan jika ada perkara. “Allah kita sangat luar biasa dan bisa memberikan terobosan agar kita bisa fair,” ujarnya.
Dikesempatan yang sama, Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Andi Silangen, juga, menyebutkan bahwa tahun 2023 akan terjadi resesi. Dimana terjadi masalah ekonomi dan banyak PHK sembari dirinya mencontohkan berbagai negara-negara Eropa yang terjadi resesi. “Namun lewat firman tadi sangatlah memberkati, seperti lagu ku pandang hari esok,” ujarnya.
Selanjutnya, 2023 sesuai pandangan dunia akan terjadi desakan, tetapi ketika dalam Tuhan Yesus pasati ada pengharapan yang baru. “Kenapa kita perlu beribadah, karena pikiran kita harus diisi dengan firman. Dalam kehidupan yang membuat kita bahagia hanya Tuhan Yesus. Mari senangi hidup ini dengan firman,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post