• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, April 24, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Fokus Opini

PHOBIA TERHADAP CAPTIKUS

by Redaksi Barta1
7 Januari 2023
in Opini
0
PHOBIA TERHADAP CAPTIKUS
0
SHARES
154
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: Alpianus Tempongbuka

 

“PHOBIA berarti suatu ketakutan atau kecemasana yang terjadi secara terus-menerus”. Captikus merupakan minuman tradisional yang di hasilkan dari tangkai buah pohon aren yang diolah dengan cara di rebus atau dalam bahasa lokal (diteru).

 

Air dari tangkai buah pohon aren tersebut pada dasarnya bukan sekedar bisa di olah menjadi captikus semata tetapi juga bisa diolah menjadi gula merah. Bahkan tak sedikit masyarakat lokal meminum secara lansung air hasil dari tetesan tangkai buah pohon aren “Nira” atau  sering di kenal dengan kata “Saguer”.

 

CAPTIKUS DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGIS

 

Captikus bagi masyarakat Sulawesi-Utara bukanlah sesuatu hal yang baru, melainkan sesuatu yang telah terjadi secara turun temurun. Berdasarkan informasi melalui diskusi maupun berkunjung lansung ketempat masyarakat yang mengelolac captikus, bisa tarik kesimpulan bahwa captikus sangat memeberikan dampak baik dalam kehidupan sosial mereka.

 

Sebagai contoh kasus ketika ada yang ingin mendirikan rumah atau acara laiinya salah satu jamuan pokok adalah captikus itu sendiri. Bagi mereka captikus memberikan dampak yang baik sebab menciptakan kehangatan bagi tubuh bahkan sering disebut sebagai air kebersamaan.

 

Kepercayaan akan khasiat captikus sangatlah kental di kalangan masyarakat Sulawesi-Utara khususnya di kabupaten Minahasa-Selatan. Mereka mempercayai bahwa captikus bisa menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit yang ada dalam tubuh. Hal tersebut juga di percarya secara turun-temurun “kalo cuman beringus lebe bae minum captikus”.

 

CAPTIKUS DALAM PERSPEKTIF EKONOMI

 

Captikus dalam perspektif ekonomi sangat jelas terlihat bisa di andalkan sebagai sumber pendapatan masyarakat sebagai contoh kasus adalah masyarakat Minahasa Selatan karena secara data, petani pohon aren yang memproduksi captikus merupakan mayoritas dari penduduk yang ada di Minahasa Selatan itu sendiri.

 

Masyarakat mengakui bahwa sumber penghasilan terbesar adalah mengolah nira menjadi captikus, bahkan mereka berpandangan jika tak ada captikus mungkin anak, cucu mereka tak bisa bersekolah terlebih masuk dalam perguruan tinggi.

 

Hal tersebut juga diperkuat dengan getolnnya anak-anak Minahasa Selatan dalam menyampaikan pendapat baik dalam ruang formal, informal maupun nonformal bahwa mereka bisa menjadi manusia yang manusia (Berpendidikan, berpangkat dll) adalah hasil daripada captikus itu sendiri.

LANTAS KENAPA CAPTIKUS MASIH MENJADI SESUATU YANG TERLARANG BAHKAN TERKESAN MENAKUTKAN?

 

Ketakutan terhadap captikus di sebabkan captikus masuk dalam kategori minuman keras atau beralkohol tinggi, yang di percaya bisa menghilangkan nalar sehat manusia “ketidaksadaran”.

 

Ketidaksadaran yang disebakan minuman beralkohol sering menciptakan hal yang tidak dinginkan bersama, semisal persoalan kamtibmas bahkan percekcokan yang berakhir pada hilangnya nyawa seseorang. Hal inilah yang selalu menjadi pegangan kokoh bagi para penegak hukum.

 

Selain itu minuman keras juga mendapat kecaman yang kuat dari sisi religius, selain akan pandangan diatas mereka juga meyakini bahwa ketidaksadaran yang di sebabkan oleh minuman beralkohol akan berujung pada ketidak baikkan.

 

Hal di atas memanglah benar adannya jika orientasi berfikir minuman berakohol akan berakhir pada ketidaksadaran diri. Namun yang perlu di garis bawahi dan lebih berfikir secara mendasar bahwa minuman beralkohol tak selalu berakhir dengan ketidaksadaran diri. Ketidaksadaran diri atau bertingkah seolah di luar kendali manusia penyebab utama sebenarnya bukanlah minuman beralkohol melainkan ketidakmampuan dalam berfikir karna faktor pendidikan, ekonomi dll.

 

Faktor pendidikan yang di maksud adalah ketidakmampuan dalam menganilasa sebuah masalah sehingga resolusi akhir adalah barbarian, faktor ekonomi merupakan faktor utama karna sangat kental dengan kehidupan manusia faktor  yang lain adalah ketiadaan pekerjaan. Hal ini bisa diperkuat bahwa persoalan kamtibmas, ketidaksadaran diri atau bertindak di luar kendali tak selalu dalam kondisi telah meminum minuman beralkohol.

 

Captikus harusnya di posisikan sebagai minuman tradisional yang menjadi ikon sulawesi Utara kepada dunia bahwa Sulawesi-Utara memiliki minuman lokal yang tak kalah bersaing dengan minuman yang di ciptakan negara lain semisal soju dari korea, arak dari India.

 

Captikus juga bisa di jadikan jawaban akan persoalan ekonomi serta kurangnya akan lapangan kerja  yang ada di Indonesia umumnya dan khususnya di wilayah Sulawesi-Utara itu sendiri. (*)

Barta1.Com
Tags: Alpianus Tempongbukacap tikuscaptikus
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Alasan Tak Jelas, Pengumuman KIP Sulut Periode 2022-2026 Ditunda

Alasan Tak Jelas, Pengumuman KIP Sulut Periode 2022-2026 Ditunda

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Dikda Sulut Diminta Turun ke SMAN 8 Manado, Bentuk Satgas Anti Pungli Jelang Kelulusan Siswa 24 April 2026
  • Manado Jadi Pusat Diplomasi Kelautan, Duta Besar CTI-CFF Bahas Ekonomi Biru Berkelanjutan 24 April 2026
  • Kasus Bantuan Bencana Gunung Ruang: GERAK Amati Surat Rekomendasi 6 Toko Bangunan 24 April 2026
  • Akreditasi Unggul Diraih, Mahasiswa Informatika Polimdo Percaya Diri Dalam Persaingan 24 April 2026
  • Petinggi BSG ‘Dikuliti’ Kejati Sulut Soal Dugaan Korupsi CSR, Kapan Dirut? 24 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In