Manado, Barta1.com – Menjaga dan melestarikan tradisi budaya, sudah menjadi tugas dari generasi muda saat ini, apalagi terkait dengan nyanyian daerah maupun menguasai alat musik tradisional.
Kecintaan terhadap budaya, diperlihatkan Eunice Emely Eurika Pitoy, yang gemar memainkan alat musik tradisional kolintang sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pitoy yang ditemui Barta1.com, Kamis (29/08/2022) mengatakan, dirinya belajar kolintang sejak Kelas 1 SMP, kemudian memperdalam skill saat latihan di gereja.
“Sampai saat ini, saya masih aktif dalam mengikuti latihan musik kolintang ini, dan memainkannya di gereja, maupun acara penyambutan tamu ketika diundang bersama tim,” jelas mahasiswa Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado ini.
Bukan itu saja, kecintaanya terhadap alat tradisional Kolintang ini, didasari dengan keinginanya melestarikan budaya daerah. “Jika bukan kita, siapa lagi yang akan melanjutkan budaya ini,” ucap perempuan kelahiran Tomohon, 23 Oktober 2004.
Anak pertama, dari dua bersaudara pasangan Hentje Mangundap dan Vivi Pitoy menyebut dirinya sudah hampir lima kali memainkan musik Kolintang di Kampus Politeknik Negeri Manado ini. “Sedangkan kesulitan yang ditemukan selama memainkan musik kolintang ini, yaitu lirik lagunya yang memiliki kunci begitu banyak. Sedangkan, posisi saya lebih banyak memainkan gitar,” terangnya.
Untuk itu, buat anak-anak muda jangan melupakan tradisi budayanya, jangan pernah malu untuk melanjutkan tradisi dari nenek moyang. “Budaya kita juga, sebagai menunjang pariwisata,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post