Manado, Barta1.com – Ada nama almarhum Syahrul Wahab dari 585 wisudawan Politenik Negeri Manado, Rabu (31/08/2022) lalu. Almarhum semasa hidupnya berstatus sebagai mahasiswa akhir program studi (prodi) D3 Manajemen Pemasaran di Jurusan Administrasi Bisnis.
Syahrul Wahab meninggal akibat penikaman, di Kos Pink, Kecamatan Mapanget, Manado. Sepeninggalnya banyak hal yang menjadi kenangan baik suka maupun duka oleh orang tua, sanak keluarga, kerabat maupun sang kekasih semasa hidupnya. Adapun, keinginan yang sempat almarhum sampaikan, ialah mengumpulkan keluarganya saat ia wisuda.
Putri Naya Liatu adalah kekasih dari almarhum yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa semester 3, Prodi D3 Administrasi Bisnis Politenik Negeri Manado. Keduanya, dekat dan menjalin hubungan sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga perkuliahan.
Kecintaan dan kesetiaan Putri kepada almarhum, terlihat ketika ia berusaha mengantikan posisi almarhum untuk menyelesaikan revisi tugas akhir (TA), sebagai persyaratan untuk wisuda, dan dinyatakan sebagai alumni Politenik Negeri Manado. “Saya terdorong untuk menyelesaikan revisinya almarhum. Selain, keinginannya ingin melihat keluarganya terkumpul. Salah satunya agar ia tidak kecewa,” jelas wanita kelahiran Manado, 05 Agustus 2003 ini.
Ia pun menceritakan, saat almarhum selesai mempresentasikan TA-nya, belum diberitahukan nilainya itu berapa. Menurut, dosen penguji bahwa nilai akan keluar setelah almarhum menyelesaikan revisi TA-nya. “Dengan hal itu, saya terdorong ingin melihat nilai dari Almarhum dengan ikut menyelesaikan revisi TA-nya. Almarhum juga sempat menyampaikan bahwa dirinya ingin di wisuda pada gelombang pertama. Saya berusaha agar keinginanya itu tercapai, agar dia bisa melihat nilainya dari kejauhan,” jelas Putri sembari menyebut IPK almarhum 3,62.
Selama menyelesaikan revisi TA, Putri menyebutkan dirinya mendapatkan kesulitan terkait pemahaman TA ini. Namun, dirinya tidak habis akal dengan meminta bantuan kerabat dari Almarhum agar proses revisinya bisa selesai. “Menyelesaikan revisi dan jurnal membutuhkan waktu satu minggu. Bersyukur semua bisa terlewati dengan bebagai dukungan yang ada,” tuturnya.
“Sebenarnya belum bisa percaya dengan kejadian ini. Terlalu cepat bagi Almarhum. Almarhum masih ingin hidup dan sukses. Masih banyak rencana sebenarnya yang almarhum susun kedepannya. Tetapi, waktunya yang diberikan terlalu singkat,” ucapnya.
Anak ke 4 dari 4 bersaudara, dari pasangan Usman Liatu dan Nona Darise menyebut, almarhum sangat berkesan dalam hidupnya. Orangnya tegas, kritis, baik, penolong, suka bergaul dan tidak pernah memilih teman.
“Almarhum selama hidup nda bisa mo lia kita susah. Dia selalu ada untuk memberikan penguatan. Dia juga mempunyai semangat untuk menaikan derajat orang tuanya, agar tidak dipandang rendah oleh orang lain,” imbuhnya.
Putri meminta pihak aparat maupun penegak hukum untuk bisa memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku MW, atas perbuatanya hingga menghilangkan nyawa orang.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post