Manado, Barta1.com – Anggota Pansus Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pohon, Yongkie Limen angkat bicara soal wilayah rawan bencana dan minta perhatian PLN. “Alasan klasik selama ini jika mati lampu, paling gampang menyebut karena pohon. Pohon roboh dan sebagainya,” ungkap Limen, di Ruang Komisi III DPRD Sulut, Senin (29/08/2022).
Ia menambahkan, sebelum bapak-bapak dari PLN lahir, kabel ini sudah ada. “Jadi mohon diperhatikan yang wilayah rawan bencana,” pinta anggota DPRD Sulut Dapil Kota Manado ini. “PLN ini perusahaan BUMN, yang katanya rugi terus. Jika rugi menerus, bagaimana kedepannya jika masyarakat mau minta pelayanan seperti luar negeri,” terang Limen sembari meminta PLN, untuk segera memperhatikan beberapa titik rawan bencana di Sulut demi kepentingan masyarakat.
Manajer Sub Bagian Operasional dan Pemeliharaan PT. PLN Suluttenggo, Yani Sigar mengaku sangat mendukung adanya Ranperda Pohon ini. “Agar tugas dan tupoksi kami bisa sesuai,” ujarnya.
Selama ini tugas kami hanya soal pohon. Tugas Kami yang sebenarnya mengurus jaringan. Malah, lebih banyak ngurus pepohonan yang roboh dan sebagainya.
Lanjutnya, sekolah tinggi-tinggi hanya ngurus pohon. “Sekali lagi, kami memohon agar dilibatkan ke tahap selanjutnya dalam penyusunan Ranperda Pohon ini,” ucapnya kepada Ketua Pansus Ranperda Pohon, Berty Kapojos, dan anggota pansus lainnya, Yongkie Limen, Boy Tumiwa dan Artur Kotambunan.
Apa yang menjadi permintaan pihak PLN, langsung ditanggapi Ketua Pansus Ranperda Pohon, Berty Kapojos. “Siap, nanti pembahasan lanjutan Ranperda pohon ini akan mengundang PLN,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post