• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Juni 23, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Berhenti dari Perusahaan Tambang, Jeremy Tingginehe Jadi Guru di Pedalaman Papua

by Redaksi Barta1
16 Mei 2022
in News
0
Berhenti dari Perusahaan Tambang, Jeremy Tingginehe Jadi Guru di Pedalaman Papua

Jeremy Tingginehe saat sedang mengajar bersama para siswa. (foto: istimewa)

0
SHARES
235
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Jeremy Tingginehe, anak muda  yang memilih berhenti dari pekerjaannya sebagai staf, di salah satu perusahaan pertambangan di Halmahera, Maluku Utara. Dan, lebih memilih  mengabdikan dirinya di pendalaman Papua. Tepatnya, Desa Mamit, Distrik Kembu, Kabupaten Tolikara Papua sebagai guru honor.

Sekolah Dasar (SD) YPPGI Mamit Tolikara Papua merupakan tempat Jeremy mengabdikan dirinya. “Saya mengajar dibeberapa kelas gabungan. Yakni kelas 4 dan 5, kelas campuran 1 dan 2. Kemudian, kelas 3 dan 6. Jumlah siswa yang diajarkan sebanyak 10 orang per 2 kelas yang digabung,” ungkap Jeremy  kepada Barta1.com, Sabtu (14/05/2022).

“Saya mulai mengajar  disini sejak tanggal 8 April 2022, dengan mengikuti mata pelajaran sesuai dengan kurikulum yang ada,” tuturnya sembari menyebut Mata pelajaran yang ia ajarkan ialah IPA, Kesenian, matematika, Bahasa Indonesia dan lainnya.

Alumni Universitas De La Salle Manado menyebut  dirinya sebelum menjadi  guru honor, ia bekerja di perusahaan pertambangan selama 10 bulan dengan gaji 7 Juta perbulan.

“Sedangkan menjadi guru, saya digaji Rp 5 juta per 3 bulan dari dana BOS. Untuk angka gaji, saya tidak permasalahkan, karena  menjadi guru adalah impian saya sejak dahulu,” imbuhnya.

Menurutnya, ada beberapa metode belajar yang ingin dikembangkan dari pengalaman sejak duduk di bangku  SMK hingga perkuliahan.

“Selama saya sekolah hingga kuliah. Ada, beberapa tenaga pendidik yang hanya datang dan suru menulis saja. Seperti itu, terus-menerus, cara begini tidak akan meningkatkan anak didiknya. Dari hal itu,  saya  terdorong  menjadi guru dengan komitmen dan prinsip yang ada,” cetusnya.

“Apalagi teman-teman, dan asli anak Papua kurang diperhatikan dari segi pendidikan di sini. Saya terdorong  menjadi guru, dan mau memberi diri dengan kasih agar anak-anak Papua kedepannya mampu membangun daerahnya semakin lebih baik kedepannya,” ujarnya.

Anak kedua, dari tiga bersaudara, dari pasangan Ricky Mukhlis Tingginehe dan Yulita Gusungi berharap apa yang ia ajarkan kedepannya bisa dipahami oleh anak didiknya. “Setiap mata pelajaran selalu diulangi, agar siswa-siswi disini  bisa lebih mengerti, dan memahami,” tambahnya.

“Saya bermohon kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan pendidikan yang ada di Papua baik tenaga pendidiknya, dan fasilitas yang sangat diperlukan,” pintanya.

Sebelum mengabdikan dirinya di tanah Papua sebagai guru honor, Jeremy Tingginehe pernah melakukan aksi sosial dengan melakukan pendakian 15 gunung di Sulut. Aksi itu guna menggalang dana kebutuhan dan pengobatan anak kanker di Kota Manado.

Peliput : Meikel Pontondo

Barta1.Com
Tags: GuruJeremy Tingginehepedalaman Papua
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Jurusan Pariwisata Polimdo Gelar Pengabdian masyarakat di Desa Budo

Jurusan Pariwisata Polimdo Gelar Pengabdian masyarakat di Desa Budo

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Gratis 40 hari! Nasdem Bitung Gelar Nobar World Cup 2026 di Pusat Kota 23 Juni 2026
  • Plt Bupati Sitaro Lakukan Audiensi dengan Kemendagri Bahas Produk Hukum Daerah 22 Juni 2026
  • Louis Schramm Soroti SPMB 2026, Ingatkan Kesempatan Putra Daerah Jangan Tergerus 22 Juni 2026
  • Mengabdi ke Masyarakat, 5 Akademisi Perempuan Unima Turun Gunung Menuju Tapal Batas Indonesia 22 Juni 2026
  • Kolaborasi Teknik Sipil dan Elektro Polimdo Hadirkan PJU Tenaga Surya untuk Warga Kairagi Satu 20 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In