• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, April 24, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Biografi

Menguak 30 Tahun Kiprah Deisy Wewengkang di Panggung Teater dan Sastra Sulut

by Ady Putong
22 Maret 2022
in Biografi
0
Deisy Wewengkang

Deisy Wewengkang

0
SHARES
495
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com — Lebih dari 30 tahun berkiprah di dunia teater Sulut telah mengantar Deisy Wewengkang sebagai salah seorang aktor, sutradara dan pengarang terkemuka Sulawesi Utara saat ini.

Lahir di Kapataran, salah satu desa yang indah dan subur dibentang Minahasa pada 2 Desember 1971 dari pasangan orang tua berdarah Minahasa.
Menyelesaikan pendidikan tinggi strata satu (S-1) jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Manado tahun 1995. Pada tahun 2010 ia menyelesaikan S-2 Bahasa dan Sastra Indonesia di universitas yang sama.

Sejak tahun 1993 ia telah akrab dengan dunia teater. Di masa itu, ia ikut main dalam beberapa pementasan antara lain, pertunjukan “Sendratasik Sejarah Minahasa” karya John Rondonuwu. Kemudian dalam lakon “Togob karya dan sutradara Jony Sangeroki.

Berperan dalam lakon “Maryona” dan “Suara Itu Datang Lagi” karya Eprafras Raranta yang disutradarai Fence Mait. Ikut main dalam lakon “Di Taman Arimatea” disutradarai Weny Pantow, lalu dalam lakon “Perkawinan” karya dramawan Rusia Nikolai Gogol yang disutradarai Emil G Hamp.

Ia juga terlibat sebagai aktor dalam drama kolosal “Raksasa Pemangsa alias Katulah” Karya Iverdixon Tinungki yang disutradarai Kamajaya AlKatuuk. Ikut dalam produksi kolosal “Merah Putih Via Dolorosa” karya dan Sutradara Alex Van Derkley.

Pada tahun 1996 Deisy Wewengkang dinobatkan sebagai aktris terbaik dalam Festival Teater Natal di Sonder. Ia juga menulis drama. Beberapa karya dramanya yang terkenal di antaranya: “Penyesalan”, “Vinka”, dan “Pulang”.

Sebagai penulis skenario film, sebuah scenarionya film anak dengan judul “Leos” karyanya, terpilh sebagai skenario terbaik dalam festival Film Anak Indonesia TVRI dan meraih piala Gatra Kencana.

Tak saja di panggung Teater, aktor yang akrab di sapa Deisy ini juga ikut main dalam sejumlah drama televisi dan film produksi TVRI.

Saat ini ia menjabat Koordinator Kesastraan di Balai Bahasa Sulut. Sejak tahun 2000 ia menggagas dan terus mengawal pelaksanaan Festival Teater Sekolah Balai Bahasa Sulut dan Bengkel Sastra.

Buku-buku karyanya yang telah diterbitkan di antaranya: “Linamboan” penerbit Pusat Bahasa tahun 2006. “Keke Panagian” penerbit Pusat Bahasa tahun 2011. “Asiknya Belajar Menulis Puisi” penerbit Rekacipta Jogyakarta 2010.

Ia salah seorang juri festival teater dan sastra di Sulawesi Utara. Pembicara di sejumlah forum lokal dan nasional. Membimbing anak SD, SMP, SMA dalam penulisan karya sastra puisi dan cerpen di berbagai daerah di provinsi Sulawesi Utara. Membina teater gereja Sion Teling dan Anugerah.

Karya-karya drama yang disutradarainya berkali-kali memenangkan festival teater di Sulut. Aktif melakukan penelitian Sejarah Kesastraan di Sulawesi Utara, juga beberapa penelitian cerita rakyat di daerah Sulawesi Utara.

Menikah dengan Berry Liogu, SH dan dikarunia dua orang putra: Finnicia dan Fidilio. (*)

Penulis: Iverdixon Tinungki

Barta1.Com
Tags: Deisy Wewengkang
ADVERTISEMENT
Ady Putong

Ady Putong

Jurnalis, editor. Redaktur Pelaksana di Barta1.com

Next Post
Benteng Otanaha Gorontalo (Foto: Dok. CagarBudaya Kemdikbud)

Narasi Sejarah Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hulontalo di Era Jalur Rempah Abad ke-16

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Akreditasi Unggul Diraih, Mahasiswa Informatika Polimdo Percaya Diri Dalam Persaingan 24 April 2026
  • Petinggi BSG ‘Dikuliti’ Kejati Sulut Soal Dugaan Korupsi CSR, Kapan Dirut? 24 April 2026
  • Gubernur Yulius Angkat Isu Lingkungan di Paripurna, 5.000 Warga Koha Krisis Air Bersih 24 April 2026
  • PLN UP3 Gorontalo Gelar Apel Serentak, Akselerasi Layanan dan Jamin Keandalan Pasokan Listrik 24 April 2026
  • PLN UID Suluttenggo Perkuat Mitigasi dan Keandalan Listrik di Desa Siaga Bencana Kinilow 24 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In