Sangihe, Barta1.com – Sejak dipukul mundur oleh masyarakat Sangihe pada 24 Desember 2021 lalu melalui Pelabuhan Pananaru, Kecamatan Tamako, Kapal Landing Craft Tank (LCT) yang mengangkut alat-alat operasi PT. Tambang Mas Sangihe (TMS) kini diduga kembali masuk melalui teluk Tahuna, Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Belum diketahui, kapal yang diduga memuat alat berat berupa mesin bor raksasa dan dinamit milik PT. TMS itu akan diturunkan kapan. Namun dalam pantauan, LCT tersebut masuk dan menurunkan jangkar di areal peraian pelabuhan Tahuna sekitar pukul 16.00 sore tadi, Kamis (3/2/2022).
Terlihat saat ini massa penolak PT. TMS mulai bergerak dari kampung-kampung menuju Tahuna. Beberapa orang mulai memantau aktivitas LCT tersebut, mereka membentangkan spanduk penolakan PT. TMS lewat Boulevard Towo’e. Mereka kembali memperingatkan kepada para awak kapal tersebut bahwa masyarakat Sangihe menolak kehadiran mereka.
Jan Rafles Takasihaeng, salah satu penggerak Save Sangihe Island (SSI) yang saat ini juga memantau pergerakan LCT tersebut menyesali tindakan yang memaksa dari pihak PT. TMS. Pasalnya sebelumnya mereka sudah memberitahukan bahwa masyarakat Sangihe menolak kehadiran PT. TMS.
“Kami tidak menginjinkan alat alat itu turun sekalipun ada ijin dari KPLP atau Syabandar Tahuna. Kami juga mengimbau kepada pihak aparat tidak berupaya mengawal alat tersebut seperti yang dilakukan sebelumnya di Pananaru,” kata Jan.
Dirinya berharap tindakan PT. TMS memaksa memasukan alat berat ke Sangihe hari ini tidak memancing kemarahan masyarakat Sangihe. “Kita berharap tidak akan terjadi hal – hal yang sama-sama kita tidak inginkan. Yang jelas masyarakat sekarang telah bergerak untuk mencegat alat ini turun menyentuh tanah Sangihe,” pungkasnya.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post