Talaud, Barta1.com – Camat Kabaruan, Nelson Sarempaa SE mengimbau agar warga masyarakat tidak panik dan jangan termakan kabar hoax, Sabtu (22/01/2022). Pasca Gempa Bumi berkekuatan 6.1 SR, koordinat 3,67 ⁰ LU; 126,82⁰BT, dengan titik pusat gempa di laut berjarak 39 KM arah Tenggara Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud Sulawesi Utara pada kedalaman 12 KM pagi tadi, Camat Kabaruan meminta agar masyarakat tidak panik.
“Kami mengimbau agar warga masyarakat tetap tenang, tidak panik dan menghindari bangunan yang retak atau rusak,” ujar Sarempaa.
Ia menegaskan, warga masyarakat jangan termakan oleh kabar hoax berupa potensi tsunami pasca terjadinya gempa. Pun meminta agar warga masyarakat hanya mendengarkan pemberitahuan dari pemerintah sebagi sumber informasi.
“Pastikan informasi hanya dari pemerintah. Apabila ada Kerusakan yang diakibatkan gempa, segera informasikan kepada pemerintah, baik pemerintah desa maupun kecamatan atau PIKA,” ungkapnya.
Dilansir dari rri.co.id, ada beberapa bangunan yang mengalami kerusakan dan seorang warga mengalami luka.
Berikut daftar kerusakan yang diakibatkan oleh gempa :
1) Rusaknya/pecahnya kaca patri Gereja Jemaat Germita Ayalon Pangeran, Kecamatan Kabaruan.
2) Rusaknya/rubuhnya rumah bagian belakang(dapur) Keluarga Bawues-Manaida, Desa Pannulan Kecamatan Kabaruan.
3) Rusaknya/rubuhnya rumah bagian belakang (dapur) Keluarga Sumaa-Amisi, Desa Pangeran Kecamatan Kabaruan.
4) Jatuhya pekerja bangunan (Puskesmas Damau) dari kuda-kuda/tangga sedang melakukan pemasangan batako dengan identitas Yoseph Lembong (61) warga Manado. Saat ini korban sudah ditangani Puskesmas Damau Kecamatan Damau.
- Rusaknya dinding rumah keluarga Mamangge-Tatambu, Desa Taduwale Kecamatan Damau
- Rusaknya dinding rumah keluarga Balaira – Hako, Desa Taduwale Kecamatan Damau
- Rusaknya dinding rumah keluarga Tuage-Biasa, Desa Taduwale Kecamatan Damau
- Rusaknya dinding rumah Keluarga Mendingan – Ansiga, Desa Damau Kecamatan Damau
- Rusaknya dinding rumah Keluarga Pongo-Bagunda Desa Damau Kecamatan Damau.
- Rusaknya dinding dapur Keluarga Maariwuth-Maarisit, Kelurahan Lirung 1 Kecamatan Lirung.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post