Manado, Barta1.com — Kucuran dana alokasi khusus sebesar Rp 10 milyar digunakan RSUD Manembo-nembo Kota Bitung untuk lebih meningkatkan lagi pelayanan terhadap pasien. Salah satu masalah yang bisa dibereskan lewat anggaran tersebut adalah memperbaharui alat kesehatan (Alkes).
“Permintaan pada 2021 menyangkut alat kesehatan yang sudah ketinggalan ternyata direspon dengan sangat baik oleh pak Gubernur dan kami sampaikan banyak terima kasih, sehingga untuk saat ini kebutuhan RSUD Manembo-nembo Kota Bitung bisa dicukupkan sesuai dengan permintaan, bahkan saat ini ada program inovasi sementara disiapkan untuk kesehatan pelaut, yang disupport juga oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulut,” ujar Direktur RSUD Manembo-nembo, dr Lidya Tulus.
Hal itu dia sampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (18/01/2022). Dinas Kesehatan Sulut dipimpin kepala dinas dr Debie Kalalo terpantau duduk dalam rapat ini, selaku pihak eksekutif. Sedangkan para legislator dari Komisi IV nampak James Tuuk, Braien Waworuntu, Yusra Alhabsyi dan Melky Jakhin Pangemanan.
Lidya melanjutkan saat ini anggaran tersebut sudah ada bahkan telah digunakan untuk pengadaan Alkes. Bahkan fasilitas alat baru yang itu juga sudah tersedia dan bisa membantu pelayanan rumah sakit lebih maksimal lagi ke pasien.
Dalam RDP, Melky Pangemanan, yang mewakili dapil Bitung-Minahasa Utara, mengingatkan lagi soal penanganan pasien di RSUD Manembo-nembo. Dia menindaklanjuti informasi yang diterima soal dugaan pengabaian pasien yang berobat. Termasuk ada pasien yang tidak ditangani tapi langsung dirujuk.
dr Deybi menyatakan hal itu telah ditangani dan akan terus menjadi perhatian pihak dinas dan pengelola RSUD Manembo-nembo agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan ke depan. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post