Manado, Barta1.com – Badan anggaran (Banggar) DPRD Sulut kembali melanjutkan pembahasan rancangan APBD tahun 2022 bersama Tim Anggaran Pemerintah (TPAD) Provinsi, Ruang Paripurna DPRD Sulut, Selasa (16/11/2021).
Berjalannya pembahasan Anggota DPRD Sulut Sandra Rondonuwu meminta klarifikasi kepada ketua TPAD, Gammy Kawatu dan Kepala Dinas (Kadis) Perikanan dan Kelautan, Tienneke Adam terkait anggaran kertas dan belanja natura.
“Ketika saya catat dihampir 20 kegiatan paling banyak pembiayaannya pada kertas rim. Mohon, ini diklarifikasi.”
“Disini ada pengunaan kertas sebanyak 260 rim. Adapun, satu kegiatan yang antaranya 97 ton menggunakan kertas 10 rim. Adapun pembiayaan 660 Juta dengan menggunakan kertas 20 rim, apakah ini masih tepat atau seperti apa mohon dijelaskan,” tanya anggota legislatif Dapil Minsel-Mitra ini.
Kemudian ada belanja bahan Natura atau bahan makanan spesifikasi bagi anak asuhan atau panti. “Saya mau tanya dimana korelasinya, apakah ini sebaiknya ke Dinas Sosial atau Perempuan dan Anak. Kenapa, Dinas perikanan menangani hal ini,” tanya kembali kader PDI Perjuangan Sulut kepada Ketua TPAD dan Kadis Perikanan dan Kelautan.
Klarifikasi yang dimintakan Sandra Rondonuwu langsung dijawab ketua TPAD Provinsi Sulut, Gemmy Kawatu. “Pertama untuk 260 kertas rim tidak seperti itu. Nanti,akan dikoreksi, sama seperti bantuan kepada Panti. Itu, salah posting mereka,” tuturnya.
“Nanti dari keuangan akan mengubahnya. Untuk itu, makasih untuk koreksinya,” jawab Kawatu
Ditempat yang sama, Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulut Tienneke Adam ikut menjelaskan. Menurutnya, kebutuhan kertasnya sebenarnya bukan hanya 260. Tetapi, 294 rim. “Perlu ibu tau kertas peruntukannya selama 1 tahun. 1 tahun untuk 5 Bidang dan Sekretariat Dinas. Jika, 1 tahun dibagi buat 6, dan dibagi 12 bulan jadi kebutuhan kertas hanya 4 rim. Perlu diketahui kebutuhan 1 bulan memang di atas 4 rim,” jelasnya.
“Jika kami salah mohon dikoreksi Soal pengunaan kertas, sebulan 4 kertas itu sudah di pres sedemikian rupa agar tercukupi,” cetusnya.
Sedangkan belanja untuk makanan Natura Ke Panti. “Kami menyediakan makanan buat anak-anak dalam menanggulangi stunting dengan kebutuhan Ikan,” pungkasnya.
Terpantau Barta1.com pembahasan rancangan APBD tahun 2021 mengikuti protokol kesehatan.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post