Di tengah situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dengan berbagai variannya yang hingga sekarang masih melanda dunia, dan segala upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran dengan salah satu solusi yakni Vaksinasi.
Namun, sangat disayangkan program vaksinasi bagi para remaja usia 12 sampai 17 tahun di Kabupaten Kepulauan Sangihe hingga saat ini masih tergolong rendah.
Hal ini dikatakan Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Joppy F Thungari, M.Kes
“Dari target 11.566 orang yang tercapai untuk dosis 1 sebanyak 830 orang (7,17 persen) dan dosis 2 sebanyak 523 orang (4,52 persen),
padahal target Pemerintah Daerah hingga akhir tahun berada di angka 80 persen,” ungkap Thungari
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe tersebut mengungkapkan, rendahnya partisipasi
para remaja dalam mengikuti program ini, di karenakan ketakutan dari para orang tua akan efek samping yang akan di timbulkan.
“Apalagi pelaksanaan vaksinasi bagi mereka harus ada surat persetujuan dari orang tua sehingga hal tersebut yang menjadi kendala saat ini,” jelasnya.
Untuk itu, ia meminta agar para orang tua mau bekerja sama dalam mendukung program ini.
“Sehingga terbentuk Herd Immunity di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” pintanya
Ia juga menambahkan, jika ada orang tua yang mau melakukan vaksinasi bagi anak mereka,
pihak tenaga kesehatan (Nakes) masih tetap melaksanakan pelayanan.
“Baik dengan mendatangi sekolah-sekolah maupun pelayanan melalui Puskesmas yang ada di wilayah masing-masing maupun melalui
gerai-gerai vaksinasi yang telah di siapkan oleh pihak Polres Sangihe, Lanal Tahuna dan Kodim 1301/Sangihe,” tandasnya.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post