• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home SWRF

Literasi adalah Aksi

by Redaksi Barta1
4 September 2021
in SWRF
0
Diskusi online pembuka iven Sangihe Writers and Readers Festival

Diskusi online pembuka iven Sangihe Writers and Readers Festival

0
SHARES
115
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Catatan:
Angga Sastrowardoyo*

“Literacy is the ability to identify, understand, interpret,
create, communicate and compute, using printed and
written materials associated with varying contexts.
Literacy involves a continuum of learning in enabling
individuals to achieve their goals, to develop their knowledge
and potential, and to participate fully in their community and
wider society (UNESCO, 2004; 2017).”

Kalimat definisi literasi dari UNESCO merupakan sebuah paparan pembuka Tomy Bawulang Phd, penulis dan penggiat literasi asal Sangihe. Sebagai seorang putra daerah yang telah berkelana ke berbagai penjuru dunia, Tomy menyatakan bahwa kesadaran literasi yang dipahaminya adalah bagaimana membuat seluruh ilmu pengetahuan menjadikan dirinya lebih berguna. Oleh sebabnya pendirian SEIKU (Sentra Ekonomi Inklusif Kampung Utaurano) sebuah pusat pembelajaran masyarakat di kampung Utaurano Kabupaten Kepulauan Sangihe yang diinisiasinya, merupakan tafsir atas “Aksi” dalam berliterasi. Bagi Tomy kesadaran literasi bermakna lebih dari hanya membaca dan menulis, tapi bagaimana pengetahuan yang didapatkan dapat menjadikan seorang insan menjadi manusia.

kegiatan Bincang Literasi Nusantara yang dihelat pada 3 September 2021 secara daring, mengusung tema “Literasi adalah Aksi”. Tersirat ini merupakan sebuah pancingan panitia penyelengara Sangihe Writers & Readers Festival (SWRF) untuk mengajak seluruh partisipan berbuat langkah nyata—tidak hanya sekedar mengusung wacana. Dan hal itu tampak dalam sambutan pembukaan kegiatan yang disampaikan oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Melanchton Harry Wolff.

Harry menyampaikan, perhelatan SWRF merupakan sebuah upaya intelektual yang diharapkan dapat memancing tumbuh kembangnya berbagai gagasan untuk kemajuan pembangunan di seluruh dunia. “Dari Sangihe, kami sampaikan pesan-pesan peradaban bagi dunia.”

Ungkapan Harry tersebut merupakan sebuah pernyataan yang berani dan percaya diri. Bagaimana tidak, ketika Indonesia selama ini mengenal Sangihe sebagai daerah terluar, tertinggal dan paling Utara, melalui pernyataan Harry tersurat paradigma yang ingin diubah. Paradigma bahwa Sangihe adalah wilayah “terdepan” yang memiliki kearifan masa lalu dan dapat saling menginspirasi membangun negeri.

Perhelatan SWRF adalah perayaan literasi pertama yang diselenggarakan di Sulawesi Utara. Para peserta diskusi berasal dari berbagai wilayah mulai dari paling barat, Balige Sumatera utara, Jawa, Kalimantan, hingga Maluku. Secara daring para peserta bertukar gagasan tentang upaya membumikan makna literasi. Deasy Tirayoh, penulis penerima Beasiswa Residensi dari Komite Buku Nasional yang didapuk menjadi moderator, berhasil memandu diskusi secara menarik dan “hidup”.

Melalui kepiawaiannya Deasy berhasil menggali perspektif narasumber Eko Saputra Poceratu, penyair muda dari Ambon dan Wien Muldian, tokoh gerakan literasi nasional untuk menyajikan pandangan masing-masing sebagai inspirasi aksi

Eko Poceratu bertutur bagaimana puisi menjadi semacam “alat perlawanan” dirinya untuk mengkritisi atas berbagai fenomena sosial yang dia temukan disekelilingnya. Hal ini tampak tatkala ia membacakan salah satu puisinya “Mariana” dari buku kumpulan puisi “Hari Minggu Ramai” (2018)

Mariana
perempuan yang mati beranak di Papua

Sirine panjang
Mariana masuk pabrik
Menghadap mesin
Memulai deru kehidupannya
Dengan mata layu
Ia lalu jatuh
Begitu saja
Pecah ketuban
Mengalir ke dekat mesin
Mandor melempar majun
Operator lap air ketuban
Pekerja berhamburan
Supervisor berlari datang
Mariana diangkut ke dalam truk
Dibawa ke klinik
Darahnya tumpah di atas truk
Berbaur dengan merah air merbau
ini tubuh dan kayi
Sama-sama dipotong dan dijadikan produk
dijual dan dipakai
Lalu dibuang ketika sudah habis nilai gunanya
Mariana tersenyum tipis
Kepada awan cendawan
Juga langit magnit
Matanya buka tutup
Hidup ini lucu
Dimulai dengan buka mata
dan berakhir dengan tutup mata

Pembatinan Eko dengan kondisi sosio-budaya di Papua dan Maluku ia tuangkan dalam kumpulan buku puisinya yang menjadikan puisi sebagai alat penyampai pesan atau juga “alat perlawanan yang estetis”. Melalui Eko kita dapat melihat bagaimana sastra itu bermakna dan berfungsi menjadi aksi-aksi literasi yang lebih luas.

Lain halnya dengan Wien Muldian, sosok pemikir Literasi ini dengan lugas memberikan kontruksi pemikiran dan pemodelan gerakan literasi yang terstruktur. Gerakan literasi harus juga di desain menjadi gerakan multidimensi yang masuk ke berbagai sendi kehidupan. Tak boleh sebuah gerakan literasi hanya dimaknai urusan “Dinas Perpustakaan” saja, namun ia harus menjadi kebutuhan atas seluruh sendi kehidupan. Literasi adalah proses kompleks yang melibatkan pengembangan, pengetahuan, budaya dan pengalaman sebelumnya untuk mengembangkan pengetahuan baru dan pemahaman yang lebih dalam.

Perbincangan yang berlangsung selama 150 menit ini cukup memantik para peserta yang hadir, salah satunya adalah Jamal Rahman Iroth, sastrawan dari Bolaang Mongondow Timur yang tengah membangkitkan gerakan literasi salah satunya di Pantai Molobog. Sebuah kritik ia sampaikan terkait kelemahan “pemahaman” pemerintah daerah Boltim yang belum mengerti dan mengenali gerakan literasi. Para penyair dan geliat literasi di Boltim tumbuh dengan mandiri tanpa hadirnya sosok “Pemerintah” yang harusnya menjadi “Ibu” dalam pemajuan Kebudayaan.

Gong perhelatan SWRF telah ditabuh, dan kita akan simak seberapa jauh gaungnya akan menggema ? apakah SWRF dapat menjadi inspirasi perubahan ataukah hanya wacana lalu tanpa aksi ?

Waktu yang akan menjawabnya…

*Penulis lepas dan pengamat literasi

Barta1.Com
Tags: sangihe writers and riders festivalSWRF
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Gambar ilustrasi oleh lisa runnels dari Pixabay

Pentingkah Memilih Gaya Pengasuhan Untuk Anak?

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Perkuat Sinergitas, Plt Bupati Sitaro Antar Kepulangan Mensesneg saat Kunker di Sulut 30 Mei 2026
  • Dampingi Kunker, Kepala SMA Taruna Nusantara Kampus Langowan Puji Mensesneg 30 Mei 2026
  • Pemkab Sangihe Kembali Raih Opini WTP, Pertahankan Tradisi Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel 29 Mei 2026
  • Pemkab Sitaro Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Ini Apresiasi Plt Bupati 29 Mei 2026
  • Rumah Sakit Bergerak Kepulauan Talaud Berbenah, Tinenta Pastikan Pelayanan Akan Maksimal 29 Mei 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In