• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News

Cinta Sehidup Semati, Oma-Opa Meninggal Hanya Terpaut 6 Jam

by Redaksi Barta1
6 Agustus 2021
in News
0
Cinta Sehidup Semati, Oma-Opa Meninggal Hanya Terpaut 6 Jam

Oma opa yang meninggal di hari yang sama. (foto: randy/barta1)

0
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Cinta sehidup semati dibuktikan oleh pasangan suami istri di Kota Manado. Sang suami meninggal, menyusul sang istri meninggal 6 jam kemudian.

Peristiwa mengharukan ini terjadi di Kompleks Dinas Perhubungan Manado, Rabu (4/8/2021). Warga setempat dikagetkan dengan kabar meninggalnya Yunus Dihuma (82) dan Catotje Muhaling (72) yang hanya berselang 6 jam. Pada awalnya, sang suami meninggal dunia dan selang waktu 6 jam kemudian diikuti almarhumah sang istri tercinta. Peristiwa tersebut sontak membuat keluarga yang ditinggalkan merasa sangat terpukul.

Pasangan ini sudah hidup bersama begitu lama dengan mengukir kisah cinta sejati sehidup semati, bahkan maupun tak dapat memisahkan kedua pasutri ini. “Selamat jalan papa, selamat jalan mama. Apa yang Tuhan buat baik adanya. Terpujilah nama Tuhan,” ujar Sandry Puasa, menantu pasutri tersebut.

Lanjut Opo San sapaan akrabnya, dirinya mengakui kalau seminggu sebelum orang tuanya meninggal dia sudah ada firasat. “Memang seminggu sebelum papa dan mama meninggal saya sudah ada firasat. Saya pun perlahan lahan mulai menata kembali peralatan bengkel saya yang kebetulan berada di samping rumah,” ujarnya kepada Barta1.com.

Meninggalnya pasutri ini membuat keluarga dan warga di setempat merasa kehilangan. Jenazah akhirnya dimakamkan dalam satu liang lahat. Warga yang larut dalam kesedihan turut mengantar keduanya ke tempat peristirahatan terakhir di lahan pekuburan GMIM Yarden Singkil Kampung Islam.

Peliput : Randy Dilo

Barta1.Com
Tags: Catotje MuhalingYunus Dihuma
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
GMNI Sulut Gelar Vaksinasi Massal

GMNI Sulut Gelar Vaksinasi Massal

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Semarak Peringatan 63 Tahun Integrasi Papua di AMN Dipimpin Rektor Unsrat dan Kolonel Jacobus 2 Mei 2026
  • HUT ke-17 IKA Polimdo: Menebar Kepedulian, Menghidupkan Kasih di Setiap Langkah 2 Mei 2026
  • Supriyadi Pangellu: Pak Gubernur, Evaluasi Dulu Kinerja Calon Sekprov! 2 Mei 2026
  • Pemkot Kotamobagu Sebut Perda APBD 2026 Sudah Lolos Evaluasi Gubernur 2 Mei 2026
  • Pemkab Sangihe Gelar Layanan Terpadu di Pulau Kalama 2 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In