Talaud, Barta1.com – Musibah kelaparan menghantui masyarakat tapal batas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya di Kabupaten Kepulauan Talaud selang beberapa pekan setelah tidak adanya Kapal Perintis rute Miangas dan Nanusa yang beroperasi.
Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut (Hubla) mengeluarkan surat No AL.016/2/7/DJPL/2021 tertanggal 14 Juli 2021 perihal pengoperasian kapal perinus terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Isi surat ini menerangkan bahwa Kapal Perintis sementara waktu berlabuh atau parkir di pelabuhan dan tidak menjalani rute sebagaimana biasanya (port stay) di pelabuhan pangkal.
Selang beberapa hari pasca dikeluarkannya surat tersebut, ada jeritan dari masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud khususnya di Kecamatan Miangas dan Kepulauan Nanusa. Tak ada kapal yang bisa memasok bahan pokok di 2 wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tersebut.
Kepala Desa Laluhe, Rudianto Liunsanda mengatakan masyarakat yang ada di Kepulauan Nanusa mulai mengeluhkan persoalan stok bahan pokok yang mulai menipis karena tidak ada kapal yang beroperasi sehingga membuat masyarakat yang ada di Kepulauan Nanusa mengalami persoalan serius. “Stok bahan pokok yang merupakan kebutuhan sehari-hari mulai habis. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya kapal sebagai sarana pemasok bahan makanan yang beroperasi,” ungkap Liunsanda.
Lanjut Liunsanda, sebelumnya ada posokan bahan pokok yang diangkut oleh kapal milik Perusahaan ikan PT. Mina Bahari, tetapi stoknya tidak bisa menjangkau kebutuhan seluruh masyarakat di Kepulauan Nanusa.
Terpisah Camat Miangas, Frengky Sahoa mengatakan masyarakat di Miangas mulai kelaparan karena stok bahan pokok sudah habis. “Stok bahan pokok di Miangas sudah habis karena kapal sabuk nusantara tidak lagi beroperasi. Kelaparan mengancam masyarakat Miangas,” ujar Sahoa.
Ia berharap, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan bisa mengoperasikan lagi kapal Perintis. “Kiranya Pemerintah pusat bisa mendengar keluhan kami di perbatasan. Kami butuh kapal yang bisa mengangkut bahan pokok ke Miangas,” kata Sahoa.
Untuk warga Miangas yang saat ini berada di luar Pulau Miangas yakni di Nanusa, Pulau Karakelang, Salibabu dan Kabaruan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud sudah memberikan bantuan pada beberapa hari yang lalu.
Upaya dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dalam memasok bahan pokok di 2 wilayah ini terkendala dengan cuaca ekstreme yang saat ini sedang melanda perairan Kepulauan Talaud.
Kepala Dinas Perhubungan melalui Kepala Bidang (Kabid) Lalulintas, Adriana Malutu mengungkapkan,
untuk persoalan ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dalam hal ini Dinas Perhubungan terus berupaya untuk mencari solusi agar supaya persoalan ini secepatnya teratasi.
“Kemarin sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhungunan Provinsi Sulawesi Utara dalam pelaksanakan soommeeting untuk menjawab permasalahan transportasi,” tutur Malutu.
Lebih lanjut, Malutu menerangkan dalam waktu dekat ini KM. Sabuk Nusantara 70 akan beroperasi dan melayani masyarakat kita di kabupaten Kepulauan Talaud terutama Kecamatan Nanusa dan Miangas. “Kita berdoa supaya tidak ada halangan dan bisa berjalan lancar agar permasalahan ini segera teratasi,” kunci Malutu.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post