Pentingnya vaksinasi membuat Irene Pinontoan, istri Walikota Manado Andrei Angouw, turun ke sejumlah titik lokasi pelaksanaan program yang digalakkan Pemkot Manado. Irene mengimbau masyarakat untuk divaksin untuk mempercepat proses penanggulangan Covid-19 di ibukota Provinsi Sulawesi Utara.
Terpantau pada Selasa (29/06/2021), First Lady Manado memantau lokasi program bertajuk Vaksinasi Hebat di gereja Ambraham Sario, Kantor Lurah Batukota serta Pondol Café & Resto.
“Jangan takut divaksin, masyarakat saya himbau ambil bagian dalam vaksinasi untuk mencegah resiko penularan Covid-19,” ujarnya mengkampanyekan program tersebut di hadapan warga.
Sejak dicanangkan pada akhir Mei 2021, Program Vaksin Hebat yang diinisiasi oleh Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang, terus digencarkan. Berbagai struktur sosial, ekonomi, dan pemerintahan menjadi sasaran program duet pemimpin Kota Manado. Secara terukur, seluruh warga Kota Manado yang wajib vaksin, ditargetkan selesai menjalani 2 (dua) suntikan pada akhir tahun 2021.
Andrei pada Mei 2021 menjelaskan alasan utama Pemkot Manado melaksanakan vaksinasi massal secara intens.
“Vaksinasi sangat penting. Karena Covid-19 ini virusnya bisa berpindah-pindah. Kalau semua sudah divaksin, maka virus tak lagi berpindah. Agar penderitaan kita akan berkurang. Memang sebagai makhluk sosial, manusia butuh bergaul. Di era Pandemi sekarang kita boleh tetap bergaul tapi harus pakai masker, tak boleh kumpul-kumpul. Virus harus dihentikan. Kita harus secepatnya divaksin agar virus tak berpindah lagi,” jelas dia.
Pemkot Manado menurutnya memasang target jumlah warga yang divaksin per hari dapat mencapai angka 7.000 orang, 140.000 orang per bulan dengan estimasi 20 hari kerja. Vaksin Hebat diperkirakan mencapai angka 420.000 untuk 3 bulan, pelaksanaan secara simultan pada berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kota Manado melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Joy Zekeon menjelaskan, vaksinasi secara massif memang menjadi langkah yang sangat strategis dari Andrei dan Richard. Gerak cepat terukur ini menggunakan basis data terpadu sehingga sangat dimudahkan dalam melihat pergerakan secara realtime, melakukan langkah-langkah terkait penanganan dan pencegahan Covid19. Basis data terpadu ini terutama dapat merekam warga secara by-name dan by-adress yang dilayani vaksinasi baik suntikan pertama maupun suntikan kedua.
“Pada beberapa lokasi, Pak Walikota, Pak Wakil Walikota, serta istri walikota dan wakil, Pak Sekda berkesempatan mengunjungi dan menyaksikan langsung warga yang mendapatkan pelayanan vaksin. Ini menjadi stimulus bagi warga untuk berbondong-bondong mendatangi berbagai lokasi vaksinasi,” sebut Joy
Dia menjelaskan, sejak dicanangkan Vaksin Hebat Manado, dari target sasaran sebanyak 369.259 orang, sudah 158.040 orang atau 42.7% yang melaksanakan Vaksinasi Dosis Satu. Sementara yang sudah melaksanakan Vaksinasi Dosis Tahap Dua mencapai angka 62.734 orang atau hampir 17%. Dari segi target, capaian dapat dikatakan melampaui karena pada bulan pertama dengan 20 hari kerja yang ditargetkan 140 ribu.
Tapi mengingat masih tingginya jarak capaian vaksin dosis kedua yang hampir mencapai selisih 100 ribu, Joy dan jajarannya bertekad memaksimalkan berbagai potensi stakeholder di antaranya menyasar pusat perbelanjaan dan perguruan tinggi seperti Universitas Sam Ratulangi serta berbagai tempat ibadah dan lokasi lainnya.
Animo masyarakat Kota Manado untuk divaksin beberapa hari terakhir mengalami peningkatan signifikan. Dinkes sendiri pada Senin 28 Juni 2021 melayani 5.240 orang vaksin dosis satu dan 1.372 orang vaksin dosis kedua.
Perkembangan capaian jumlah vaksin di atas 150 ribu menjadi indikator positif terhadap dukungan sinergis Pemerintah Kota Manado terhadap Program Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey dalam mencapai target 1.8 juta vaksin pada akhir tahun dan Program Presiden Joko Widodo dengan 1 juta Vaksin per hari pada Juli 2021 nanti. (*)
Editor: Ferdinand L. Putong


Discussion about this post