Talaud, Barta1.com — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Utara (Sulut) menyasar generasi muda di Kabupaten Kepulauan Talaud, sebagai target pengembangan wawasan berbasis literasi media.
Kegiatan yang digelar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Talaud, Selasa (15/06/2021), ditengarai sebagai langkah untuk membangun kesadaran agar generasi agar memilih konten yang sehat terutama konten siaran dan konten digital.
Hal ini disampaikan oleh Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Sulut, Pengasihan Amisan, S.IP. “Literasi media ini bertujuan untuk menambah pengetahuan tentang cara mengenali konten siaran yang sehat serta bijak dalam memilih konten siaran yang dikonsumsi,” ujar Amisan.
Selain itu beberapa Komisioner KPID menguraikan peran KPID, di antaranya menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak azasi manusia, ikut membantu pengaturan infrastruktur bidang penyiaran dan ikut membangun iklim persaingan yang sehat antara lembaga penyiaran dan industri terkait.
Komisioner Merlyn Watulangkow, SH menerangkan kegiatan ini merupakan ruang untuk menambah pemahaman tentang tugas dan wewenang KPI sebagai Lembaga Independen.
“Kita memiliki tugas untuk menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak dan benar sesuai dengan hak azasi manusia, ikut membantu pengaturan infrastruktur bidang penyiaran dan ikut membangun iklim persaingan yang sehat antara lembaga penyiaran dan industri terkait,” tutur Watulangkow.
Senada dengan itu, Meilany Rauw SE selaku Komisioner juga mengajak para generasi muda agar bisa membantu tugas pengawasan KPID.
“Generasi muda khususnya siswa-siswi SMK Negeri 1 Talaud dapat melaporkan kepada KPID melalui lapor KPID dengan nomor telepon 071143704555 dan semua informasi sosial media yang telah disediakan sebagai sarana pengaduan bagi masyarakat,” kata Rauw.
Menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan ini, Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Takaud (Germita) Pdt Dr Arnold Abbas, M.Theol menekankan pentingnya generasi muda untuk bisa terlibat dalam melakukan pengawasan terhadap media.
“Terutama isi siaran agar berita yang disampaikan kepada publik dapat memberikan siaran yang sehat, yang mendidik dan mencerdaskan masyarakat,” ungkap Abbas.
Abbas berharap, kegiatan literasi media ini merangsang serta menambah wawasan generasi muda dan bisa bersama-sama melakukan pengawasan konten siaran yang ada. (*)
Peliput: Evan Taarae


Discussion about this post