Film dokumenter “Pulau Plastik” yang disutradarai Dandy Dwi Laksono dari Watchdoc telah membuka mata siapa saja bahwa kini Indonesia tengah mengalami darurat sampah plastik. Tanpa upaya pengendalian, kapasitas limbah tak terurai itu secara global pada 2050 akan mencapai 3,4 miliar ton.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melansir data, pada 2020 total sampah nasional mencapai angka 67,8 juta ton, termasuk di dalamnya limbah plastik. Artinya bila dirata-ratakan, sekitar 270 juta penduduk Indonesia menghasilkan 185,753 ton atau per orang 0,68 kilogram sampah per hari. Statistik sampah terus bertambah setiap tahunnya.
Sedangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memastikan sepanjang masa pandemi Covid-19, produksi sampah plastik bertambah signifikan. Perilaku belanja online mendorong kondisi ini, linear dengan pembatasan sosial dan arahan pada masyarakat untuk tinggal di rumah pada masa-masa awal pandemi tahun lalu.
Foto Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat dari Politeknik Negeri Manado: Dr. Steve W.M Supit, ST, M.Eng, Arief Kumaat, SE, MM dan Priyono, SST, MT oleh Barta Sulut MandiriDi Sulawesi Utara, perlawanan terhadap sampah plastik yang pertambahannya semakin akut juga dilakukan Politeknik Negeri Manado (Polimdo) lewat tim Program Kemitraan Masyarakat (PkM). Memilih pusat kegiatan di Desa Minanga Timur, Kecamatan Pusomaen, Minahasa Tenggara, Tim PkM Polimdo mengajak masyarakat berinovasi mengelola sampah plastik sekaligus memacu peningkatan ekonomi kreatif.
“Tujuan kegiatan adalah dalam rangka menghilirisasi hasil penelitian berupa alat destilasi pengolahan limbah plastik menjad bahan bakar minyak untuk dimanfaatkan oleh kelompok sosial masyarakat yang ada di Desa Minanga Timur,” tutur Ketua Tim PkM Politeknik Negeri Manado, Dr Steve WM Supit ST, MEng, bersama anggota Priyono SST MT dan Arief Kumaat SE MM, Sabtu 5 Juni 2021, saat pembukaan kegiatan di Balai Desa Minanga Timur yang jatuh pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Limbah plasitik yang dikumpulkan untuk diolah menjadi bahan bakar minyak oleh Barta Sulut MandiriProgram inovasi masyarakat tersebut dilakukan Tim PkM lewat hibah pendanaan dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional. Kegiatan ini juga sekaligus dengan edukasi keterampilan pengolahan limbah plastik menjadi kerajinan tangan, dalam hal ini bunga hias kepada kelompok PKK.
Tim PkM Polimdo mengharapkan, kegiatan ini dapat menjadi salah satu solusi penanganan sampah khususnya sampah plastik. Juga menjadikan Minanga Timur sebagai desa percontohan dan menjadi pusat pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar bahkan menjadi pusat kerajinan tangan dari limbah plastik.
Foto bersama Camat Pusomaen, Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Mitra, Hukum Tua Desa Minanga Timur dan Nara Sumber oleh Barta Sulut Mandiri“Tentunya secara tidak langsung dapat meningkatkan kreativitas kelompok sosial yang ada dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga,” tandas dia.
Pada kegiatan pembukaan diserahkan juga tong sampah dan perlengkapan pembuatan kerajinan tangan untuk dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat. Kegiatan ini akan dievaluasi melalui pelaksanaan pameran hasil produk kelompok serta lewat survei sebagai bagian tindak lanjut dari penyerahan alat dan pelatihan keterampilan yang dilakukan oleh tim pelaksana.
Pemerintah dan masyarakat di Desa Minanga Timur menyambut baik kegiatan ini. Pemerintah desa berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan juga di desa-desa sekitar guna meningkatkan ekonomi kreatif penunjang pariwisata di Kabupaten Minahasa Tenggara.
Pelatihan keterampilan kerajinan tangan dari limbah plastik oleh Ibu Netty Pelle oleh Barta Sulut MandiriKegiatan itu dibuka Camat Pusomaen, Feki Pontororing didampingi dengan Kepala Bidang Persampahan, Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mitra Deddy Siwi.
Pula turut hadir Hukum Tua Desa Minanga Timur Frans Lontaan, kelompok PKK, wakil masyarakat Desa Minanga Timur Netty Lintong-Pelle sebagai narasumber pelatihan keterampilan kerajinan dari limbah plastik, serta mahasiswa dari Politeknik Negeri Manado Jurusan Teknik Sipil dan Teknik Mesin. (**)
Editor: Ady Putong


Discussion about this post