• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Seni

Art House Berpameran di Pojok Indie Cafe, Berharap Dukungan Pemerintah

by Redaksi Barta1
23 Mei 2021
in Seni
0
Art House Berpameran di Pojok Indie Cafe, Berharap Dukungan Pemerintah

Sejumlah lukisan yang dipajang dalam pameran Art House. (foto : randy/barta1)

0
SHARES
439
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Mengusung tema ‘The Freedom Of Art Vol 2 New Normal’, Art House menggelar pameran seni rupa yang diikuti 15 seniman di Pojok Indie Cafe, Jalan EA Mangindaan Nomor 25, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Pameran ini akan berlangsung pada 22-27 Mei 2021 yang mengkampanyekan tentang masa depan para seniman Sulut.

“Kegiatan ini merupakan pameran bebas. Mengajak para pelaku seni di Sulut agar terlibat secara langsung dikegiatan ini. Contohnya, mengajak teman-teman sastrawan, seniman, musisi, serta pelaku seni lainnya untuk berkolaborasi, tetapi dengan tidak mengurangi tema dari pergelaran pameran ini tentang seni rupa,” tutur Rifki T Sagay selaku pendiri, serta ArtTeacher Sulut kepada Barta1.com, Sabtu (22/5/202) malam.

Sagay juga berharap peran serta dan keterlibatan pemerintah dan seniman-seniman senior pada pergelaran ini guna membangun kualitas para seniman muda Sulut kedepannya. “Apresiasi dari pemerintah adalah hal utama dalam mensuport kegiatan seperti ini. Guna membangun semangat teman-teman, serta keterlibatan seniman-seniman senior agar bisa memberikan akses bagaimana proses dalam berpameran dan datang melihat langsung untuk menyaksikan pameran ini,” tambah Sagay.

Owner Pojok Indie Cafe, Achi Breyvi Talanggai mengatakan, Pojok Indie merangkum semua jaringan komunitas kesenian dan menjadi inkubator untuk merangsang anak-anak muda berkarya. “Pojok Indie Cafe bukan sekedar pada konsep tempat kopi. 60% sebagai ruang alternatif penyampaian minat serta bakat bidang seni, dan 40% sebagai tempat usaha. Kiranya teman-teman seniman muda (kaum milenial) bisa berjejaring untuk sama-sama saling membantu dalam bidang seni rupa. Karena ini merupakan tempat seniman muda Sulut agar bisa mendeteksi bahkan mengembangkan kemampuannya dibidang seni rupa,” terang Achi.

Di tempat yang sama, salah satu pengunjung pameran yakni Brayen Diadon mengungkapkan, kegiatan ini bisa menjadi wujud dari ungkapan kesadaran, ekspresi jiwa secara bebas dari setiap individu manusia. “Setiap orang perlu dan dapat mengekspresikan pikiran serta perasaannya secara bebas tanpa adanya hambatan atau batasan oleh siapapun dan apapun. Kebebasan mengungkapkan pikiran dan perasaan seseorang perlu diperhatikan dan didukung oleh pemerintah, agar adanya kreativitas dalam memaknai dunia dan realita sosial yang ada,” ungkap Brayen, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado.

Diketahui, Art House berdiri pada tahun 2016 dengan nama Sulut Art Creative, dan mengalami perubahan dari sudut nama menjadi Art House (Rumah Seni), serta terbuka bagi siapa yang ingin berkarya. Art House terbagi dua: Art House Education, dan Art House Comunity. Art House Education merupakan sekolah kursus dan edukasi untuk anak-anak tentang melukis.

Sedangkan Art House Comunity lebih cenderung kepada pelaku seni yang notabene telah memiliki pekerjaan, atau tidak dan memiliki imajinasi/minat, serta karya-karya tentang seni rupa untuk dipamerkan.

Peliput : Randy Dilo

Barta1.Com
Tags: Achi Breyvi TalanggaiArt HousePojok Indie CafeRifki T Sagay
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Pekan Ini, Vaksinasi Dosis 2 Tenaga Guru di Sitaro

Pekan Ini, Vaksinasi Dosis 2 Tenaga Guru di Sitaro

Discussion about this post

Berita Terkini

  • RELIGIUSITAS KRISTIANI DALAM PUISI “IJINKAN AKU MERINDUKAN-MU”, KARYA DONALD TOLOH 21 April 2026
  • Polisi Tangani Kasus Dugaan Pemalakan dan Penganiayaan terhadap Pelajar di Bitung 20 April 2026
  • Hengky Honandar : Manajemen ASN Fondasi Utama dalam Mewujudkan Birokrasi yang Profesional 20 April 2026
  • Wabup Sangihe Buka TKA SD 2026, Tekankan Kejujuran dan Kesiapan Infrastruktur 20 April 2026
  • Hengky-Randito Dampingi Dirjen Pendidikan Tinjau Pelaksanaan TKA di SDN Impres 6/84 Madidir 20 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In