• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Selasa, Juni 16, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Fokus Opini

Hegemoni Ekonomi Global Vs Kebijakan Politik Biden

by Redaksi Barta1
11 Mei 2021
in Opini
0
Hegemoni Ekonomi Global Vs Kebijakan Politik Biden

Joe Biden. (foto: canadian press)

0
SHARES
106
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis : Febrianto Arifin

Kebijakan Buy America Plan, adalah sebuah kebijakan politik Joe Biden dengan menaikan standar 51 persen lokal konten untuk produk Made In America, pengadaan infrastruktur akan menggunakan produk Amerika Serikat, sebesar USD 400 miliar untuk procurement investment, dan USD 300 miliar untuk teknologi R&D.

Buy American Plan merupakan kebijakan politik Biden dimana ia akan mengunakan produksi Amerika Serikat sendiri dalam pengadaan Infrastruktur. Manufaktur Amerika Serikat adalah Arsenal of Democracy dalam perang dunia II, dan harus menjadi bagian dari Arsenal of American Prosperity untuk membantu mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Manufaktur komprehensif dan strategi inovasi Biden akan mengatur sumber daya pemerintah Federal dengan cara yang belum pernah dilihat sejak perang dunia II, Biden akan membuat komitmen nasional untuk membeli produk Amerika Serikat dan bukan hanya retorika belaka.

Di sisi lain IMF kembali menaikan prospek untuk pertumbuhan ekonomi global, sebelumnya pada Januari 2021 IMF sudah menaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 5,2 % menjadi 5,5%. Kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi ini, sebagian besar mencerminkan prospek ekonomi Amerika Serikat.

IMF mengatakan bahwa peningkatan investasi publik sebesar 1% dari PDB dapat memperkuat kepercayaan dalam pemulihan dan peningkatan PDB sebesar 2,7%, investasi swasta 10% dan lapangan kerja sebesar 1,2%.

Angka-angka tersebut dapat terealisasikan setelah 2 tahun jika investasi berkualitas tinggi, dan jika beban utang publik serta swasta tidak melemahkan respons pasar terhadap stimulus.

Berangkat dari Gagasan Alexander Hamilton

The sistem Amerika adalah rencana ekonomi yang memainkan peran penting dalam setiap kebijakan yang diambil oleh birokrat Amerika. Berakar pada gagasan Alexander Hamilton, dimana terdiri dari 3 bagian untuk saling menguatkan. Yang pertama, tarif untuk melindungi dan mengembangkan industri Amerika Serikat, bank nasional untuk mendorong perdagangan, dan subsidi federal untuk jalan, kanal, dan lainnya.

Gagasan Alexander Hamilton mendukung akan adanya Proteksionisme, dan menentang konsep perdagangan bebas. Hal ini tentu tidak sejalan dengan konsep kapitalisme yang selama ini dianut oleh Amerika Serikat dan Bahkan perekonomian dunia.

Tentunya menjadi paradoks bahkan ancaman bagi perusahaan-perusahaan raksasa yang ada di Amerika Serikat yang selama ini tunduk pada kebijakan ekonomi Global dan mendukung praktek kapitalisme.

Bagaimana ekonomi dan kebijakan politik saling mengintervensi? Ilmu ekonomi lahir karena adanya kondisi scarcity, yaitu suatu kondisi dimana kebutuhan masyarakat tidak terbatas namun sumber daya yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu terbatas.

Adam Smith dengan bukunya “The Wealth of Nations” dimana salah satu prinsip yang ditawarkan adalah kebebasan pasar, sebagai tokoh penggagas dari praktek Kapitalisme. Smith mengatakan bahwa dengan mengimplementasikan pasar bebas justru akan mendorong teralokasinya sumber daya dengan efektif dan efisien, permintaan dan penawaran pasar adalah “ tangan tak terlihat (invisible hand). Smith menolak campur tangan pemerintah, karena akan menganggu mekanisme pasar itu sendiri.

Berbading terbalik dengan pandangan Jhon Maynard Keynes, dengan bukunya “The General Theoryn Of Employment, Interest and Money”. Konsep gagasan Keynes adalah perlu adanya kebijakan intervensi pemerintah, Keynes mengatakan bahwa cara terbaik untuk mengeluarkan suatu negara dari Kondisi resesi adalah dengan melibatkan pemerintah melalui kebijakan belanja dan investasi.

Mengutip pernyataan dari Mike Moffat dalam artikelnya “The Government’s Role In Economy” pada tahun 2017, Moffat mengatakan bahwa peran pemerintah dalam ekonomi sejatinya dibagi menjadi 3 hal, yang pertama untuk mengatasi adanya kegagalan pasar, yang kedua mengendalikan Eksternalitas, dan yang terakhir mendorong kompotisi atau persaingan pasar yang sehat.

Jika melihat dari pandangan para tokoh diatas gagasan Joe Biden cenderung mengadopsi daripada pandangan Alexander Hamilton, dan Jhon Maynard Keynes. Saya mencoba membawa pembaca melihat dari 2 kajian prespektif yang berbeda.

Yang pertama adalah kajian neoklasik, teori ini menekankan bahwa perlu adnya keuntungan statis dari perdagangan bebas dan tindakan proteksionis akan menurunkan tingkat kesejahteraan perekonomian yang bersangkutan.

Perdagangan bebas yang didasarkan pada keunggulan komparatif akan menuntun masing-masing negara kearah spesialis produk ekspor, yang padat dengan faktor-faktor produksi. Implikasi kebijakan analisis pada kajian neoklasik ini adalah partisipasi yang lebih besar dalam perdagangan internasional dan interaksi yang lebih erat dalam perekonomian nasional.

Yang kedua adalah kajian radikal, yaitu bagaimana perekonomian internasional antara pusat dan pinggiran menghalangi kemajuan negara berkembang. Dalam pembinaan kemampuan teknologi dalam negeri yang pada gilirannya menuntut adanya kemampuan lokal untuk memproduksi barang modal dipandang sebagai langkah penting kea rah industrialisasi yang indenpenden.

Jika dikorelasikan pada dua kajian diatas kebijakan Biden terfokus pada kajian Neoklasik yang pro terhadap proteksionis, sebagaimana pandangan Alaxander Hamilton. Tentunya untuk menganalisis kebijakan Biden tidak cukup dari dua sudut pandang yang sudah dipaparkan. Yang terpenting adalah apakah ekonomi Global masih mengintervensi kebijakan Joe Biden atau sebaliknya.

Penulis, mahasiswa Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi Manado

Barta1.Com
Tags: Febrianto Arifin
ADVERTISEMENT
Redaksi Barta1

Redaksi Barta1

Next Post
Tatap muka antara DPRD Sulut dan perwakilan Save Sangihe Island di Ruang Rapat Komisi 3. (foto: Meikel/Barta1.com)

SSI Desak DPRD Sulut Terbitkan Rekom Menolak Tambang Emas

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Polisi Gerak Cepat Amankan Pelaku Penganiayaan di Wangurer 16 Juni 2026
  • Politeknik Menguat Menjadi Universitas, Polimdo ? 16 Juni 2026
  • SMK Solagratia Tongkaina dan Polimdo MoA, Maryke Sampaikan 4 Poin Penting 16 Juni 2026
  • Setelah Dua Tahun Jadi Plt, Davidson Djarang Akhirnya Dilantik Pimpin Dukcapil Sangihe 15 Juni 2026
  • Kapolres Albert Zai Pimpin Peletakan Batu Pertama Bedah Rumah di Makawidey 15 Juni 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In