Talaud, Barta1.com – Puluhan Kelompok Tani (poktan) yang tersebar di Kecamatan Kabaruan dipacu untuk menjadi motor penggerak guna mendorong peningkatan perekonomian. Pasca dikukuhkan, 53 poktan kelas pemula yang tersebar di 12 desa yang ada di Kecamatan Kabaruan dipacu untuk menggerakan roda ketahanan pangan dan perekonomian.
Hal ini diungkapkan Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Talaud, Melksion Saweduling di Balai Pertemuan Masyarakat (BPM) Desa Pantuge Timur, Kamis (15/4/2021).
“Petani bisa lebih fokus. Setelah dikukuhkan maka kelompok segera bergerak dengan kegiatan masing-masing termasuk melengkapi perencanaan kebutuhan dalam bentuk administrasi rencana definitif kebutuhan kelompok,” ujar Saweduling.
Ia menambahkan, hal ini bertujuan agar pihak DKPP segera memprosesnya sampai tahap dimasukannya dalam simluhtan di Kementerian Pertanian. “Dengan demikian kedepannya kelompok dapat menerima bantuan pemerintah menurut perencanaan dan kebutuhan serta tepat sasaran,” ungkapnya.
Lanjut Saweduling, masyarakat harus merubah pola pikir menuju paradigma baru dimana hasil pertanian tersebut harus berbicara sampai pada level ekspor. “Bila mana selama ini daerah kita selalu mendatangkan bahan pangan dari luar atau import maka sekarang mari kita balikkan keadaan supaya kedepan dengan produksi pertanian yang kita hasilkan bisa diekspor keluar daerah,” tegasnya.
“Jangan terjadi lagi ada petani membeli rica, tomat dan sayur kepada pegawai. Ini dunia terbalik namanya. Mana bisa yang berkebun itu pegawai lalu petani yang jadi pembeli, karena itu mulai sekarang mari kita balikkan keadaan pada kondisi yang sesungguhnya,” ucap Saweduling.
Senada dengan itu, Camat Kabaruan Frenki Tiolong menerangkan, poktan merupakan bentuk legalitas formal kelembagaan bagi petani berdasarkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa guna mendorong dan menggerakkan perekonomian melalui program pertanian. “Saya berharap pengukuhan ini bukan sekedar acara seremonial saja melainkan dapat menumbuhkembangkan pengelolaan pertanian yang lebih terarah serta dapat membangun jiwa dan semangat bertani,” kata Tiolong.
Terpisah, Ketua Kelompok Tani Burrias Desa Rarange, Theodorus Larinti mengatakan, dirinya bersama anggota Poktan akan berusaha semaksimal mungkin dalam mensukseskan program pertanian yang ada. “Kami akan menjadikan program tersebut sebagai ajang untuk mengubah wajah pertanian di Kabupaten Kepulauan Talaud,” tutur Larinti.
Dirinya juga menyentil soal meningkatnya daya konsumen masyarakat dibandingkan dengan daya produksi. “Kalau dahulu, kita yang mengirim bahan makanan berupa rica, ubi kayu serta bahan lainnya ke Manado. Tetapi saat ini sudah terbalik. Untuk itu, lewat program ini kami akan berupaya untuk mengembalikan lagi pada posisi semula,” pungkasnya.
Dari data yang diperoleh, DKPP Kabupaten Kepulauan Talaud sudah ada ratusan poktan tersebar di 12 Kecamatan yang telah dikukuhkan termasuk poktan yang ada di Kecamatan Kabaruan.
Peliput : Evan Taarae


Discussion about this post