Manado, Barta1.com – Wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Tumpa, Manado, tidak terpelihara akibat pandemi Covid-19.
Ada beberapa lokasi yang sudah tidak terawat lagi. Dilihat dari rerumputan yang makin lebat, salah satunya di sekitaran patung mantan Gubernur Sulawesi Utara, H.V Worang. Adapun beberapa fasilitas gedung yang sudah tidak terpakai lagi, beberapa rumah panggung terlihat sepi tanpa penghuni.
Beberapa atap di tempat pengambilan gambar kelihatan sudah rusak. Menurut beberapa pengunjung yang sempat melihat situasi Tahura Gunung Tumpa merasa sudah tidak terpelihara lagi.
“Wisata Tahura Gunung Tumpa sudah tidak terpelihara lagi. Dilihat dari segi fasilitas sudah tidak terawat, sebaiknya masalah ini cepat diperhatikan pemerintah,” ungkap Virginia V. Gerungan kepada Barta1.com, Minggu (20/12/2020).
Hal itu, disampaikan penjaga Tahura Tumpa, Yakob Daraeng. Ia mengatakan wisata Tahura Gunung Tumpa sempat ditutup akibat pandemi Covid-19 sehingga terlihat ada fasilitas yang kurang memadai atau sudah rusak dan tidak terawat. Untuk merawat atau memperbaiki kembali, memerlukan anggaran. Kita tahu bersama anggaran untuk tempat wisata semua dialihkan ke Covid-19,” katanya.
Ia pun berharap tahun depan bisa mendapatkan anggaran untuk memperbaiki beberapa fasilitas yang rusak. Tahura Gunung Tumpa saat ini menjadi tanggungjawab Pemprov Sulut.
“Dahulunya lokasi ini tanggungjawab Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Kini, sudah Pemprov Sulut. Terkait pemeliharaan wisata Tahura Gunung Tumpa ini dari pemerintah Pemprov Sulut,” tuturnya.
Wisata Tahura Gunung Tumpa memiliki luas sekitar 208.81 hektar. Jarak dari Kota Manado ke lokasi memakan waktu 8 menit (2,0 KM) bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post