• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, April 22, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur

Sajak-sajak Kontemplasi (7): Nubuatan Usia

by Agustinus Hari
12 Desember 2020
in Kultur, Sastra
0
Sajak-sajak Kontemplasi (7): Nubuatan Usia

Ilustrasi. (foto: istimewa)

0
SHARES
232
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Karya: Iverdixon Tinungki

Hidup adalah satir
tumbuh di sela nafas
menununggu dilahirkan kembali
Dan setiap manusia adalah Lazarus
Sebuah siasat
Sebuah keajaiban
Agar tak lenyap selamanya
Namun dibangkitkan dari endapan keinginan: mencintai
Tapi siapa pelindung setiap kali pesonanya teriris
katakata membeku dalam ribuan makna
Bekas luka, dan wajahnya tergelatak di tanah
Dalam doadoa abu
Pada sebuah kisah pertempuran
di semua jalan panjang yang selalu ada kabut
dari serpihan namanama tak diingat
tak diucapkan
Hanya seorang pahlawan menembusnya
Bahkan dengan mati
Yang hanya dikenang oleh cinta

Bagi mereka yang tidak punya kampung halaman
Apa yang dirindukan selain cinta
Karena ia anak tunggal kebenaran
Anak kudus kebaikan
Pabila di atas menara para malaikat bernyanyi
Sebuah malam akan menjadi menyenangkan
Berilah seluruh cinta dikecupkan ke dahi
Karena cintalah petanda engkau manusia
Bahkan alasan engkau hidup
Untuk itulah aku menunggu
sebab tak ada yang bisa memaksa ia tiba
Bahkan saat nafas sehelai pergi
Menanggalkan diri sendiri
Lihatlah bayanganmu, lihatlah rambutmu
Sejumput rumput di udara terbuka tersenyum itu
Menginspirasi semua di bumi
diciptakan dengan tujuan
sebagaimana dasar utama keajaiban adalah kebaikan
demikian manusia dilahirkan dengan dua kemampuan
melakukan hal baik dan hal buruk
Pabila engkau melihat kebaikan
Maka kebaikan melihatmu
Pabila engkau melakukan kejahatan
Maka kejahatan melakukannya bagimu
Kendati asal usul segala sesuatu sangatlah indah
Tak ada pilihan bila setiap kali kita memulai dari awal lagi
Sebelum waktu berbaring dan diam
Dan makhlukmakhluk kecil berhenti berdenging
Pergilah dan selalulah bergerak
Karena pada sekuntum anggrek putih
Engkau bisa mempelajari rahasia dan cara alam berseri
Kendati ia berada dikecuraman tebing
Tahukah engkau antara senyuman dan amarah
Ada hubungan keseimbangan
Sebagai dunia ajaib
Di mana seseorang harus mati sekali
Untuk bisa hidup lebih lama dari bunga matahari

Banyak hal muncul seiring usia
matahari berbagi nubuatan setelah kegelapan
dan pahlawan muncul di tengah kesulitan
Kenangan tak memiliki batas pandang
Semuanya terkubur di dalam hati
Muncul dan tenggelam kembali
Begitu aku berlayar di arus dalam itu
Satu yang ingin kudengarkan: suaramu
Bahkan saat aku sudah kalah
Dengan debu di udara
akan kukirimkan katakata untukmu
sebagaimana aku percaya kepada Tuhan
aku percaya pada katakata
yang mengantar cahaya antar kehidupan
Wahai kebenaran intuitif: bernyanyilah untukku
Hatiku ingin mendengar engkau
Sebab, bagi siapapun perindu bungabunga bermekaran
Singkirkan tiang pancang dari tanganmu
Lucuti semua peluru dari pikiranmu
Karena peluru tak memilah yang memaki dan yang berdoa
Jadi, jangan biarkan dunia selalu basah olehnya
Kendati kebenaran selalu berada di urutan terakhir untuk didengar

di mojorca seorang lelaki berkuda menuju Eulalia
ia ingin bertemu cinta yang berdoa
di bawah kubah suci
antara yang fana dan yang abadi
dijumpainya hanya payudara luka
Namun cinta hanya memiliki kekuatan
jika engkau percaya
padanya
di sebuah dunia dipenuhi ketidak puasan
dan kesombongan
yang kau dapati
hanya kebenaran diucapkan seorang bodoh
pabila engkau kecewa pada tajam duri
selamanya engkau tak punya mawar untuk kekasih
bahwa sejak benih
Sebatang pohon tahu ke arah mana ia tumbuh
Seekor burung tahu saat mana ia mengepakan sayap
Demikian kuucapkan cintaku padamu kehidupan
Demikian kuucapkan cintaku padamu kefanaan
pada dasarnya
setiap manusia benih terpilih
dan rajawali tahu kemana ia harus pergi
sejak benih
cinta punya cara mengukir hidupnya
Jangan ucapkan apapun dalam ciuman
Turunlah ke kedalaman rahimnya
Nyalanya yang biru
akan memelukmu, mendekapmu
bahkan di kegelapan

Di Eulalia
di ruang kudus kedalaman hatimu
Tahukah kamu
Tak ada pameran suara dan cahaya dalam cinta
sekali lepas dari ujung jarimu
yang tersisa hanya air mata di hari tua
demikianlah cara dunia berjalan
demikian cara cinta bekerja
bukankah di atas mesbah cinta paling suci
bahkan sang kematian bisa berurai air mata
Karena hal tersulit dalam hidup ini adalah melepaskannya
Akankah kau memilih yang mustahil ini?
Sebuah cerita tidak beruntung
Siapa yang ingin seperti itu?
bahkan air mata tak bisa mengubahnya

Sebagai Lazarus
Sebagai jiwa yang dibangkitkan
Demikian aku menumpahkan semua ide di kepala
Memperbaiki indera
memberi makan jiwa
Tak ada tempat untuk yang lain di dalam pikiran
Hanya suaramu yang ingin kudengarkan
— Karena mereka yang berjalan di lembah kekelaman
Tak akan takut bahaya—
Begitulah seorang ibu menangkap pesan keselamatan
Pada selembar daun
Sebagai cinta diucapkan selengkangan bunga dalam lisutnya
pada retaknya
Tanpa kecerobohan
Agar hidup tak semata sebuah kekecewaan
Karena setelah benih
Sebatang pohon akan kembali
Dan sejarah adalah serangkaian kesedihan
Tapi setiap orang diwajibkan menuliskannya ke atas nasibnya
Dan kalian wahai angkatan muda
Ada dua jenis orang di kota ini
Yang mati
yang sekarat
—ketika kebaikan dan keindahan telah dimusnahkan—
Yang hidup bukan mereka yang bertahan hidup
Tapi mereka yang berani memulai hidup
Menumbuhkan kenangan baru
Kenangan yang lebih baik dari apa diucapkan sebintik air mata
Kenangan yang lebih baik dari apa diucapkan sepotong senyuman
Kenangan kupukupu melesat dari kepompong mengindahkan dunia
Atau apa yang dirasa bebunga saat mekar
Hingga layu tak akan disesal
Karena benih keindahan menguncup di bawah langit
Hanya pada udara segar
bertiupan di pucuk nafas ikhlas
menemukan dirinya yang mulia
kendati itu pada cermin ketakutannya
dalam bayangan kerisauannya

Demikian keberanian adalah awal dari kekuatan
Pabila daya hidupmu disurutkan
kalian wahai angkatan muda
Hal ini tak boleh terjadi
Hal ini tak boleh terjadi
Segala akal busuk dan kebaikan palsu tak boleh terjadi!
Ya Tuhan…
Di tengah udara yang tenang
Biarkan…
Biarkan angkatan muda mendengar
Suaramu
Mentertawakan aku
Sebagai sesuatu yang jujur
Dalam ombak bergemuruh
Dengan suara itu
Akan kujamu kesendirianku
Karena sebelum materi, Lazarus dilahirkan karena cinta
dibangkitkan sebagai embun pagi
sebuah pancaran sebegitu halus
dalam kehidupan yang baru
sebagaimana lebah menyadari duniannya
dan menjalaninya
karena kerinduan dan gairah tak bisa dipelajari
setiap orang hanya boleh menemukannya
pada bayangan sungai

sebagai sungai
selain kepergian
apa yang ingin kau kisahkan lagi
Siapapun yang berkuasa bisa mengubah arahnya
Tapi bukan tujuannya
perempuan yang menengok dedahan
dan keanggunan lembah
ia yang akan menemukan jalan pulang
karena hidup dan harapan
sejatinya kebenaran sederhana

Barta1.Com
Tags: iverdixon tinungkisajak-sajak komtemplasi
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Suka Duka Dua Pendaki Peduli Anak Kanker

Suka Duka Dua Pendaki Peduli Anak Kanker

Discussion about this post

Berita Terkini

  • HUT Ke-169 GMIST Bait-El Lapango Dirayakan, Gedung Ibadah Baru Diresmikan 22 April 2026
  • KONI Kepulauan Sangihe 2025–2029 Dilantik, Diharapkan Dongkrak Prestasi Olahraga Daerah 22 April 2026
  • Perempuan dan Bumi: Suara dari Pesisir Karangria untuk Kehidupan Lestari  22 April 2026
  • Prodi Jalan dan Jembatan Teknik Sipil Polimdo Raih Akreditasi Unggul, Ir Rio P Lonan : Hasil Kerja Keras Kolektif 22 April 2026
  • Memasuki Setahun Mengabdi, Himaju Akuntansi Polimdo Mendidik Anak Putus sekolah di Pasar Bersehati 22 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In