Sangihe, Barta1.com – Menjadi pergumulan bersama menjalankan aktivitas pemilihan kepala daerah Sulawesi Utara dan menjelang hari besar Natal dan Tahun baru di tengah pandemi Covid-19.
Namun begitu Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kepulauan Sangihe terus berupaya menghalau penyebaran pandemi terutama di dua agenda besar Pilgub dan Natal Tahun Baru (Nataru).
Menurut Juru Biacara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Jopy Thungari, dalam rapat gugus tugas, Senin (7/12/2020) bertempat di Papanuhung Santiago Tampunganglawo, ada dua hal yang dibicarakan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, pertama pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020 dan pada Natal dan Tahun Baru.
Ungkap dia khusus penghitungan suara nantinya telah dibuat surat edaran oleh Bupati Kepulauan Sangihe, inti dari surat edaran itu Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus memenuhi protokol kesehatan, seperti cukup luas, ada penyediaan tempat cuci tangan, menganjurkan pemilih datang sesuai waktu yang ditentukan, memakai masker.
“Kemudian juga yang krusial akan terkumpul biasanya di perhitungan suara, jadi saat perhitungan dengar-dengar saja dari rumah, biasanya di kampung-kampung ada pengeras suara. Kemudian tidak ada konvoi atau pawai saat sesudah penghitungan suara. Saat pemilihan pihak penyelenggara wajib mengumumkan berulang-ulang untuk taat protokol kesehatan,” kata Thungari.
Lanjut dia juga saat ini Satgas mempersiapkan pemantauan arus penumpang Manado-Sangihe lewat angkutan laut yang menurutnya akan membludak. “Jadi kepada pihak kapal mewajibkan semua penumpang memakai masker,” ungkap Thungari yang tengah mempersiapkan koordinasi dengan pihak pelabuhan.
Sementara untuk pembatasan penumpang menurut dia, dari dulu bulan Maret, hingga April, kurang lebih empat kali memberikan surat ke provinsi, tidak ada tanggapan. “Terpaksa menggunakan masker saja, selama ini kan di kapal kelihatan ada yang tidak pakai masker, jadi ditekankan penggunaan masker,” terangnya.
Sementara dalam helatan perayaan Natal dan Tahun baru di pertokoan dan angkutan darat akan diadakan sweping-sweping protokol kesehatan. Thungari juga berharap dalam perayaan Natal meminta dalam ibadah kelompok untuk tidak menyediakan kegiatan makan bersama yang bisa mengakibatkan kerumunan.
“Kalau boleh KWP, kelompok kalau bisa tidak menyediakan makan bersama, sebab biasanya dalam ibadah orang datang berjarak, pakai masker, tapi ketika mau makan semua terkumpul. Tapi kalau mau menyediakan makanan disarankan makanan kotak saja dan dibagikan saat pulang,” harap dia.
Sedangkan untuk perayaan tahun baru, Gugus Tugas yang di dalamnya ada TNI dan Polri menyepakati untuk menghentikan acara keramaian seperti disko tanah yang biasa diadakan oleh masyarakat. “Di malam tahun baru disepakati tidak ada acara seperti disko-disko tanah seperti biasanya. Dan dari kepolisian sudah hadir juga untuk menangani hal ini,” pungkas Tungari.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post