Sangihe, Barta1.com – Tak sedikit umat manusia menjadi korban keganasan pandemi Covid-19. Baik dari segi kesehatan hingga ke persoalan ekonomi politik, semuanya terpukul tak terkecuali. Hal ini pun berdampak buruk bagi buruh perusahaan yang pada akhirnya menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Chaidir Thaib, seorang pemuda warga kelurahan Tidore, Kabupaten Kepulauan Sangihe punya kisah juang bertahan di tengah pandemi sebagai bagian dari pemutusan hubungan kerja dari salah satu perusahaan swasta di bidang pariwisata di Sulawesi Utara. Tak mau berputus asa, Thaib ketika diwawancarai mengatakan keadaan mengharuskan untuk berusaha dan tidak patah semangat sehingga dirinya memutuskan membuka usaha mandiri.
Dirinya memang punya cukup modal yang mumpuni yaitu ilmu manajemen ekonomi yang cukup sehingga dirinya nekad membuka usaha kecil di depan rumahnya untuk berjualan masker dan berkembang menjadi warung asesoris handphone.
“Mau tidak mau dari perusahaan sudah tidak mampu mengkaver apa yang menjadi kewajiban dari karyawan dan kita juga sih dari pihak karyawan juga sadar diri, bahwa apa yang kita berikan ke perusahaan masih sangat minim maka dari itu dari perusahaan dan saya sendiripun memutus kontrak. Saya termotivasi membuka usaha ini karena memang keadaan, yang mengharuskan saya sebaik mungkin bagaimana menafkahi keluarga alhamduliah dengan membuka usaha ini saya karena di tengah pandemi saya buka usaha jualan masker cuman di depan rumah, awalnya sangat bagus, bahkan sehari bisa sampai ratusan ribu, lama kelamaan mulai berkurang saya tidak patah semangat saya buka Asesoris Handphone,” kata Chaidir Thaib.
Kini usaha yang dirintisnya sejak bulan Juli lalu itu sudah memiliki pelanggan tetap karena strategi yang diterapkannya mampu memikat para pembeli dengan tidak mengambil untuk terlalu besar. “Seperti jika menjual kondom hp yang diambil dari Manado, modalnya sepuluh ribu, maka harja jualnya di sini dua belas ribu,” ujar Thaib, belum lama ini saat diwawancarai.
Dirinya pun berharap pemerintah pemerintah lebih memperhatikan para pengusaha kecil korban PHK akibat pandemi Covid-19. “Kita tentu berharap pengusaha-pengusaha kecil seperti korban PHK tentu diperhatikan lagi. Kalau bisa diadakan pertemuan diadakan traning-traning tentang usaha,” ungkap Thaib juga merupakan seoranh sarjana ekonomi.
Peliput : Rendy Saselah


Discussion about this post