Manado, Barta1.com – Belum lama ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulut telah mengirim sepuluh nama kader Golkar ke Dewan Pimpin Pusat (DPP) yang terancam dipecat.
Alasannya, karena tidak mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut besutan Golkar, Christiany Eugenia Paruntu (CEP) dan Sehan Salim Landjar (SSL) di Pilgub Sulut 2020.
Sepuluh nama yang dikirim tertera nama politisi senior Marhany VP Pua. Lalu apa tanggapan mantan Anggota DPD RI?
“Nah, kalo saya pribadi sebenarnya sudah tidak di Golkar lagi sejak Musda Golkar terakhir itu. Ibu Tetty dan JAK minta saya masuk dalam kepengurusan Golkar. Dan sudah saya tolak,” ujarnya di Hotel Peninsula, Senin (19/10/2020).
Hal itu baginya bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan lagi. Sebab dirinya telah menyatakan sikap untuk kembali menjadi indenpenden. Pua pun mengakui langkah yang diambilnya merupakan bentuk dukungan kepada calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada pemilihan sekarang ini sekaligus merupakan penentuan sikap politik untuk kemajuan pembangunan di Sulut.
“Jadi sejak satu tahun lebih bahkan hampir dua tahun sesudah Golkar yang lalu, setelah pemilu saya katakan untuk tidak masuk lagi. Dan memohon untuk tidak dimasukan lagi sebagai pengurus Golkar. Saya juga sudah menyatakan dari awal akan mendukung pak Olly Dondokambey dan Steven OE Kandouw di Pilgub. Dan sudah dari awal, dukungan ini bukan lagi sebuah kejutan,” tuturnya.
Ia juga memahami konsekwensi yang harus diterima dari partai penguasa orde baru tersebut merupakan bentuk pelanggaran dari peraturan partai. “Pada Pilgub ini menyatakan sikap tetap mendukung pak Olly dan Steven. Nah, bagi Golkar ini sebuah pelanggaran barang kali karena tidak mendukung ibu Tetty. Tapi saya, memang sudah tidak di Golkar sebenarnya,” pungkasnya.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post