Manado, Barta1.com – Pandemi Covid-19 memunculkan kreatifitas anak-anak muda yang cerdas bagi sesama.
Meinagustia C Ngangi dan Vicky Victor Manangkalangi, misalnya. Mereka membentuk komunitas ‘Marijo Belajar’. Dengan latar belakang pendidikan sarjana Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Manado (Unima), mereka percaya diri membentuk komunitas tersebut pada 5 Juni 2020. ‘Marijo Belajar’ dibentuk ketika melihat banyak anak muda yang kesulitan akan kepercayaan diri mereka.
Nama ‘Marijo Belajar’ terdiri 2 gabungan bahasa. Marijo dari bahasa Manado, yang artinya mari atau ayo, sebuah ajakan. Sedangkan belajar merupakan bahasa Indonesia.
“Sangat disayangkan ketika Indonesia sangat percaya dan mengharapkan peran generasi muda, tapi malah banyak yang tidak percaya dengan dirinya sendiri. Dilain sisi generasi muda dikenal dengan ciri khasnya yang energik, yang artinya memiliki sebuah kekuatan. Hanya saja banyak yang tidak mampu mengenali kemampuannya sendiri hingga masih terintimidasi dengan rasa tidak percaya diri,” kata pendiri komunitas ‘Marijo Belajar’, Vicky Victor Manangkalangi kepada Barta1.com, Senin (10/8/2020).
Ia berharap, komunitas yang didirikan bisa menjadi wadah belajar bagi generasi muda untuk mengenali kemampuannya sehingga mampu bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan dan mampu membuat sebuah perubahan yang berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia.
“Visinya menjadi platform edukasi yang memberikan wadah bagi generasi muda yang produktif dan inovatif sehingga tercapainya target SDGs 2030. sedangkan misi yakni memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dari segi pengetahuan, sikap dan keterampilan, kemudian menfasilitasi generasi muda melalui edukasi yang dikemas secara kreatif dan bermutu dan mempersiapkan generasi muda yang produktif dan inovatif sehingga memiliki daya saing,” ungkapnya.
Adapun program besar yang sudah dilakukan komunitas ‘Marijo Belajar’ melalui virtual yaitu, Bimo (Bincang Motivasi), Marijo Belajar 30 menit (Live IG) dan Festival Seminar Online (FSO).
Dengan beberapa bulan dilaksanakannya 3 program ini melalui via virtual mendapat respon positif dari banyak pihak. “Sekarang ini pengurus di Sulut baru terbentuk 10 orang. Dan adapun yang tergabung dari luar Sulut sebagai volunteer, dari Jawa, Medan, Palu dan Banjarmasin,” tutur Vicky sembari mengharapkan komunitas ‘Marijo Belajar’ menjadi wadah yang baik dan diperhatikan oleh banyak kalangan.
Ternyata banyak suka duka lahirnya komunitas ini. Vicky Victor Manangkalangi menceritakan membangunnya sangat mudah, namun kesulitan mengajak teman-teman bergabung.
“Sering mengajak teman-teman tetapi banyak yang menolak. Tapi kami mencoba dengan apa adanya terlebih dahulu, kemudian datang satu per satu mau bergabung baik volunteer maupun menjadi pengurus,” ujar Vicky.
Dari beberapa perjuangan dan program yang sudah dilaksanakan mendapat respon akademisi FMIPA Unima. “Komunitas ‘Marijo Belajar’ merupakan wadah yang sangat baik. Tidak menutup kemungkinan 20 atau 30 tahun ke depan generasi milenial seperti orang-orang yang di komunitas ini akan jadi pemimpin ke depan ketika memasuki tahun emas Kemerdekaan Indonesia. Mari kita memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menggali informasi yang aktual, dengan mengacu pada cita-cita bangsa mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dalam rangka mencapai masyarakat yang mau belajar dan berinovasi,” ujar Prof Dr Herry Sumampouw MPd.
Senada disampaikan Dr Mokosuli Y Samuel SSi MSi. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam membangun kreatifitas sebagai penerus bangsa. Ini adalah hal yang positif sehingga sangat baik untuk terus dilaksanakan.
“Sekecil apapun yang kita buat dengan tujuan kebaikan pasti itu akan bermanfaat untuk sesama kita. Ini adalah hal yang luar biasa. Saya sangat mengapresiasi,” kata Prof Dr Revolson A Mege MS.
Diketahui, ada beberapa divisi yang sudah terbentuk di Komunitas Marijo Belajar diluar kedua founder: Meinagustia C Ngangi dan Vicky Victor Manangkalangi. Diantarnya divisi beserta fasilitatornya seperti Bidang Fasilitator Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi, Elisabeth Renwarin. Fasilitator Divisi Kreatif, Debbora Gebby Tumundo, Fasilitator Divisi Jurnalis, Prayo Patari.
Kemudian ada Fasilitator Divisi Admin dan Narahubung Sri Wahyuni Udrusi serta Fasilitator Divisi Moderator dan Notulen, Krisna N Mumek.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post