Manado, Barta1.com – Perguruan tinggi di Indonesia mengeluhkan kuliah dalam jaringan (daring) atau online. Mahasiswa Politeknik Negeri Manado juga merasakan hal itu. Selain jaringan, juga kesulitan kuota untuk mengakses mata kuliah yang disampaikan para dosen.
Kini kampus yang beralamat di Kelurahan Buha Manado ini sedang mengupayakan kerjasama dengan provider Telkomsel. “Kami sedang menunggu informasi kerja sama antar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Telkomsel,” ujar Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Politeknik Negeri Manado, Antonius PG Manginsela, Senin (20/7/2020).
Kata dia, Saat ini sedang mencoba mengutak-atik program persiapan kuliah daring bagi mahasiswa. “Kami perjuangkan kapasitas sampai 4 ribu mahasiswa yang bisa tergabung. Kami kira kerja sama Kemendikbud dengan Telkomsel berguna mengurangi beban kuliah daring,” ujarnya.
Sebab, Politeknik Negeri Manado merupakan bagian dari Kemendikbud yang kedepannya akan membangun MoU dengan Telkomsel guna mewadahi mahasiswa kuliah online dengan mengunakan aplikasi cloudX.
“Dan bagi mahasiswa yang tidak mengunakan kartu Telkomsel, diharuskan untuk membeli kartu Telkomsel. Kerena bentuk kerja sama kami dengan Telkomsel,” papar Manginsela lagi.
Beberapa fitur yang disiapkan oleh Telkomsel dan bisa di cover pihak kampus secara langsung. “Apa yang bisa diperjuangkan untuk beban mahasiswa, akan kami perjuangkan,” ujarnya.
Apa tanggapan mahasiswa? “Tentu kami merasa senang, jika ada bantuan keringanan kuota. Semoga program antara Kemendikbud dan Telkomsel bisa terlaksana, agar kami mahasiswa tidak terbeban dengan kuota. Lebih cepat lebih baik,” ujar mahasiswa Jurusan Akuntansi, Jenifer Rawung.
Peliput : Meikel Pontolondo


Discussion about this post