Sangihe, Barta1.com – Beredar tulisan berupa ancaman dalam dari kelompok pengunjuk rasa di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (15/7/2020) hari ini. Dimana yang mengatasnamakan Solidaritas Penambang Rakyat Sangihe mengancam bupati dan kapolres mundur dari jabatannya jika tak peduli tuntutan mereka.
“Bupati dan Kapolres jika tak peduli masalah warga Sangihe, silahkan mundur dari jabatan,” tulis Solidaritas Penambang Rakyat Sangihe dalam banner berwarna kuning putih.
Kapolres Sangihe AKBP Tonny Budhi Susetyo SIK menanggapi dengan tegas mengatakan dirinya sudah tahu aktor intelektual rencana unjuk rasa hari ini. Ia menegaskan jika aksi unjuk rasa tersebut berjalan anarkis, dirinya tak segan-segan akan menindak tegas.
“Info hari ini ada unjuk rasa salah satu tuntutannya adalah supaya bupati dan kapolres mundur jika tak peduli warga Sangihe? Yang saya tanyakan warga Sangihe yang mana? Apakah saya selaku kapolres akan mengijinkan PETI? Unjuk rasa yang memperjuangkan PETI apakah itu benar? Apabila terjadi anarkis akan saya tindak tegas,” tegas Susetyo, Rabu (15/7/2020).
Kendati begitu, Polres Kepulauan Sangihe tetap menghormati dinamika penyampaian pendapat di muka umum yang sudah diatur oleh undang-undang. “Silakan menyampaikan pendapat dengan tertib dan aman. Saya akan kawal semua aspirasi rekan-rekan,” kata Kapolres.
Seperti diketahui hari ini akan dilaksanakan unjuk rasa dari Solidaritas Penambang Rakyat Sangihe dengan titik aksi, Rumah Jabatan Bupati Sangihe, Mapolres Sangihe dan Kantor DPRD Kepulauan Sangihe.
Peliput : Rendy Saselah

Discussion about this post