Manado, Barta1.com – Pasien terkonfirmasi positif virus Corona bertambah 22 orang sehingga total menjadi 105 orang.
“Kemudian pasien sembuh 30 orang, meninggal 5 orang, dan dirawat 70 orang,” ujar Jubir Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel, Jumat (15/05/2020).
Ke-22 kasus baru itu berasal dari Manado, Sangihe, Tomohon dan Minahasa Utara.
Berikut rinciannya:
Pasien kasus 84 asal Manado, laki-laki umur 26 tahun, yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan dalam klaster Faskes B Manado.
Pasien kasus 85 asal Manado, laki-laki umur 25 tahun, bersangkutan tenaga kesehatan, klaster Faskes B Manado.
Pasien kasus 86, merupakan klaster Pinasungkulan, perempuan umur 55 tahun, sudah meninggal pada 10 Mei lalu.
Pasien kasus 87 asal Manado, laki-laki umur 25 tahun, bersangkutan tenaga kesehatan masuk Klaster Faskes B Manado.
Pasien kasus 88 klaster pinasungkulan, asal Manado, laki-laki umur 12 tahun, bersabgkutan memiliki kontak erat resiko tinggi dengan Pasien 46,
Pasien kasus 89 asal Manado, laki-laki umur 26 tahun, bersangkutan tenaga kesehatan, Klaster Faskes B Manado.
Pasien kasus 90 asal Manado, perempuan umur 38 tahun, bersangkutan tenaga kesehatan di Kota Manado.
Pasien kasus 91 Klaster Pinasungkulan asal Manado, laki-laki umur 51 tahun.
Pasien kasus 92, asal Sangihe, laki-laki umur 24 tahun, bersangkutan memiliki kontak erat resiko tinggi dengan Pasien 31, klaster Gowa.
Pasien kasus 93 asal Manado, laki-laki umur 1 tahun, bersangkutan tidak ada riwayat perjalanan dari daerah transmisi lokal.
Pasien kasus 94, asal Tomohon, laki-laki umur 26 tahun, bersangkutan tidak ada riwayat perjalanan dari daerah transmisi lokal.
Pasien kasus 95 asal Manado, laki-laki umur 25 tahun, bersangkutan tenaga kesehatan, klaster Faskes B Manado.
Pasien kasus 96 asal Manado, laki-laki umur 43 tahun, bersangkutan karyawan di fasilitas kesehatan di Kota Manado, klaster Faskes A Manado.
Pasien kasus 97 asal Manado, laki-laki umur 34 tahun, bersangkutan tenaga kesehatan, klaster Faskes B Manado.
Pasien kasus 98 asal Manado, perempuan umur 45 tahun, bersangkutan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang tidak masuk dalam klaster Faskes A dan klaster Faskes B.
Pasien kasus 99 asal Manado, perempuan umur 23 tahun, memiliki kontak erat resiko tinggi dengan pasien 46, klaster Pinasungkulan.
Pasien kasus 100, asal Manado, perempuan umur 10 tahun, memiliki kontak erat resiko tinggi dengan Pasien 46, merupakan klaster Pinasungkulan.
Pasien kasus 101 asal Minahasa Utara, laki-laki umur 59 tahun, bersangkutan tidak ada riwayat perjalanan dari daerah transmisi lokal.
Pasien kasus 102 asal Manado, laki-laki umur 15 tahun, bersangkutan kontak erat resiko tinggi dengan Pasien 46, klaster Pinasungkulan.
Pasien kasus 103 asal Manado, perempuan umur 48 tahun, bersangkutan memiliki kontak erat resiko tinggi dengan pasien 46, klaster Pinasungkulan.
Pasien kasus 104 asal Manado, laki-laki umur 32 tahun, bersangkutan tenaga kesehatan, klaster Faskes B Manado.
Pasien kasus 105 asal Manado, laki-laki umur 34 tahun, bersangkutan tenaga kesehatan, klaster Faskes B Manado.
Peliput : Albert P Nalang

Discussion about this post