Manado, Barta1.com – Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 di Papua akan dihelat pada 20 Oktober hingga 2 November 2020. Semua daerah terus melakukan persiapan termasuk Sulawesi Utara.
Tak hanya kesiapan atlet itu sendiri untuk berlomba mengharumkan nama Sulut, namun paling penting juga soal kekompakan tim, baik atlet maupun ofisial. “PON Papua itu memiliki tiga klaster yakni Jayapura, Mimika, Merauke. Karena lokasi-lokasi lomba yang berjauhan menggunakan pesawat maka kita perlu mengatur dengan baik. KONI Sulut punya strategi untuk itu,” ujar Sekretaris KONI Sulut, Tony F Kullit pada Barta1.com belum lama ini.
Ia mengatakan pada Chef de Mission (CdM) di Jayapura pekan lalu, berbagai hal kesiapan pelaksanaan PON telah dibahas. “Termasuk soal lokasi-lokasi lomba yang berjauhan. Meski panpel akan menyiapkan semua sarana pra sarana, akomodasi, makan dan lain-lain, tapi KONI Sulut juga menyiapkan strategi sendiri. Misalnya, kita akan siapkan tiga sekretariat yang menyampaikan bagaimana perkembangan cabang olahraga (cabor) dan atlet yang bertanding,” kata Tony.
Dijelaskan juga, Panpel PON ikut menegaskan untuk atlet yang ditanggung baik akomodasi, makan dan lain-lain adalah 3 hari sebelum bertanding dan 2 hari setelah bertanding. “Diluar itu Panpel tidak bertanggungjawab. Jadi misalnya, sepakbola biasanya akan mulai bermain sebelum PON dibuka, nah kalau sudah selesai berlomba sementara PON masih berlangsung maka hanya ada jangka waktu 2 hari mereka ditanggung, selebihnya tidak,” ujarnya.
Tapi kata dia, tidak perlu kuatir KONI Sulut akan mengatur itu sebaik mungkin. “Sekarang bagaimana kita menyiapkan para atlet untuk berlomba. Dan kita sedang menyiapkan rencana pelatda selama enam bulan. Atlet, pelatih dan ofisial sedang didata lagi,” pungkas Tony.
Peliput : Agustinus Hari


Discussion about this post