Manado, Barta1.com – Data terbaru per pukul 08.00 WITA dari Kantor Sekretariat Presiden (KSP), korban yang meninggal akibat virus Corona mencapai 1015 orang. Terbanyak di China yakni 1013 orang, lalu di Hongkong 1 orang dan Filipina 1 orang. Artinya Indonesia masih bebas virus tersebut.
Dan teka-teki hasil laboratorium atas sampel dari bayi laki-laki asal China berinisial GY, berusia 2 tahun 6 bulan terjawab sudah.
“Sampel laboratorium balita warga China yang diawasi di Ruangan Irina F RSUP Prof Kandou Manado telah diperiksa di Pusat Penelitaan dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Litbangkes Kemenkes RI dengan hasil negatif,” ujar Kadis Kesehatan Sulut, Debie KR Kalalo di Manado, akhir pekan lalu.
Hasil negatif itu sekaligus menjawab ketakutan masyarakat yang ketakutan dengan kondisi bayi tersebut. “Termasuknya sampel dari kedua orang tua bayi yakni WZ (36 tahun/ayah bayi) dan LD (31/ibu bayi), juga telah diperiksa dilaboratorium yang sama. Pemeriksaan dilakukan karena yang bersangkutan kontak erat dari bayi yang dalam status pengawasan. Hanya saja hasilnya juga negatif,” kata Debie.
Ia menambahkan, sesuai standart operasional prosedur orang dalam pengawasan maka tindaklanjutnya adalah menunggu konfirmasi sampel kedua sebelum bersangkutan keluar dari rumah sakit. “Kami masih menunggu hasil sampel kedua,” paparnya.
Terpisah, Kepala Bidang Medik RSUP Prof Kandou Manado, Dr Handry Takasenseran menambahkan pengawasan bayi masih terus dilakukan sebelum sampel yang kedua diterima hasilnya. “Iya, sampel pertama telah diterima hasilnya negatif. Tapi bayi belum bisa dikeluarkan. Kami masih mengawasi dengan ketat di ruang isolasi sampai sampel kedua kami terima,” ujarnya.
20 Ribu Masker untuk WNI di Hong Kong
Hingga kini, setidaknya 24 orang di Hong Kong terkena virus corona, satu diantaranya meninggal. Melihat data tersebut, Hong Kong menjadi salah satu negara yang penduduknya berisiko tinggi terpapar wabah ini. Sementara, setidaknya terdapat 200 ribu warga Indonesia tinggal di wilayah tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian Kepala Staf Kepresidenan, Dr Moeldoko.
Moeldoko menitipkan 20 ribu masker kepada Nur Meliani, warga Indonesia di Hongkong yang sedang pulang ke tanah air. “Kita coba membantu saudara kita di Hong Kong. Perhatian dari kita akan sangat berarti bagi mereka,” kata Moeldoko saat menyerahkan bantuan masker dari Kantor Staf Presiden (KSP) itu kepada Meliani di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (7/2). Moeldoko berharap masyarakat Indonesia juga bisa tergerak untuk memperhatikan saudara-saudaranya di luar negeri yang berisiko terpapar wabah ini.
Moeldoko mengatakan pemberian bantuan masker sebagai wujud kehadiran pemerintah untuk memberikan solusi bagi seluruh warganya dimana pun berada. Pemerintah saat ini telah melakukan berbagai langkah nyata untuk menghadapi penyebaran virus corona dan dampaknya. “Kemarin saya pimpin rapat koordinasi yang dihadiri beberapa menteri, hasilnya adalah menunjuk KSP sebagai pusat informasi terpadu penanganan corona di Indonesia,” ujarnya.
Meliani, perwakilan organisasi Aku Indonesia di Hong Kong saat dihubungi, Sabtu (8/2/2020) lalu, menjelaskan pertemuan dengan Moeldoko membahas kondisi terakhir WNI di Hong Kong terkait wabah corona. Menurutnya, masker dan cairan pembersih tangan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini. “Kami sangat kekurangan masker kesehatan, walaupun sudah ada bantuan dari berbagai lembaga namun jumlahnya masih kurang mencukupi,” ujar Meliani.
Aku Indonesia merupakan sebuah aliasi kebangsaan gabungan dari beberapa organisasi pekerja migran di Hongkong. Saat ini warga negara Indonesia di Hong Kong mayoritas berprofesi sebagai pekerja migran dan penduduk tetap. Selain ada juga pelajar dan kunjungan sementara waktu. Ketersediaan masker di Hong Kong dan Macau sangat langka sejak merebaknya virus corona yang berasal dari China. Padahal masker merupakan salah satu cara paling efektif saat ini untuk menghetikan penularan virus corona.
Virus Corona sendiri kini dikabarkan telah menyebar di 21 negara hanya dalam tempo kurang dari sebulan. Berbagai langkah pencegahan dan penanganan pun dilakukan demi menghindari jumlah korban yang lebih banyak, salah satu cara pencegahan yang paling mudah adalah dengan pemakaian masker.
Peliput : Agustinus Hari


Discussion about this post