• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Senin, April 20, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Nasional

Meninggal 1015 Orang, Bayi di RS Kandou Manado Negatif Virus Corona

by Agustinus Hari
11 Februari 2020
in Nasional
0
RS Kandou Tunggu Hasil Labor Bayi China Diduga Kena Virus Corona

RSUP Prof Kandou Manado. (foto: agust/barta1)

14
SHARES
70
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Data terbaru per pukul 08.00 WITA dari Kantor Sekretariat Presiden (KSP), korban yang meninggal akibat virus Corona mencapai 1015 orang. Terbanyak di China yakni 1013 orang, lalu di Hongkong 1 orang dan Filipina 1 orang. Artinya Indonesia masih bebas virus tersebut.

Dan teka-teki hasil laboratorium atas sampel dari bayi laki-laki asal China berinisial GY, berusia 2 tahun 6 bulan terjawab sudah.

“Sampel laboratorium balita warga China yang diawasi di Ruangan Irina F RSUP Prof Kandou Manado telah diperiksa di Pusat Penelitaan dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Litbangkes Kemenkes RI dengan hasil negatif,” ujar Kadis Kesehatan Sulut, Debie KR Kalalo di Manado, akhir pekan lalu.

Hasil negatif itu sekaligus menjawab ketakutan masyarakat yang ketakutan dengan kondisi bayi tersebut. “Termasuknya sampel dari kedua orang tua bayi yakni WZ (36 tahun/ayah bayi) dan LD (31/ibu bayi), juga telah diperiksa dilaboratorium yang sama. Pemeriksaan dilakukan karena yang bersangkutan kontak erat dari bayi yang dalam status pengawasan. Hanya saja hasilnya juga negatif,” kata Debie.

Ia menambahkan, sesuai standart operasional prosedur orang dalam pengawasan maka tindaklanjutnya adalah menunggu konfirmasi sampel kedua sebelum bersangkutan keluar dari rumah sakit. “Kami masih menunggu hasil sampel kedua,” paparnya.

Terpisah, Kepala Bidang Medik RSUP Prof Kandou Manado, Dr Handry Takasenseran menambahkan pengawasan bayi masih terus dilakukan sebelum sampel yang kedua diterima hasilnya. “Iya, sampel pertama telah diterima hasilnya negatif. Tapi bayi belum bisa dikeluarkan. Kami masih mengawasi dengan ketat di ruang isolasi sampai sampel kedua kami terima,” ujarnya.

20 Ribu Masker untuk WNI di Hong Kong

Hingga kini, setidaknya 24 orang di Hong Kong terkena virus corona, satu diantaranya meninggal. Melihat data tersebut, Hong Kong menjadi salah satu negara yang penduduknya berisiko tinggi terpapar wabah ini. Sementara, setidaknya terdapat 200 ribu warga Indonesia tinggal di wilayah tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian Kepala Staf Kepresidenan, Dr Moeldoko.

Moeldoko menitipkan 20 ribu masker kepada Nur Meliani, warga Indonesia di Hongkong yang sedang pulang ke tanah air. “Kita coba membantu saudara kita di Hong Kong. Perhatian dari kita akan sangat berarti bagi mereka,” kata Moeldoko saat menyerahkan bantuan masker dari Kantor Staf Presiden (KSP) itu kepada Meliani di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (7/2). Moeldoko berharap masyarakat Indonesia juga bisa tergerak untuk memperhatikan saudara-saudaranya di luar negeri yang berisiko terpapar wabah ini.

Moeldoko mengatakan pemberian bantuan masker sebagai wujud kehadiran pemerintah untuk memberikan solusi bagi seluruh warganya dimana pun berada. Pemerintah saat ini telah melakukan berbagai langkah nyata untuk menghadapi penyebaran virus corona dan dampaknya. “Kemarin saya pimpin rapat koordinasi yang dihadiri beberapa menteri, hasilnya adalah menunjuk KSP sebagai pusat informasi terpadu penanganan corona di Indonesia,” ujarnya.

Meliani, perwakilan organisasi Aku Indonesia di Hong Kong saat dihubungi, Sabtu (8/2/2020) lalu, menjelaskan pertemuan dengan Moeldoko membahas kondisi terakhir WNI di Hong Kong terkait wabah corona. Menurutnya, masker dan cairan pembersih tangan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini. “Kami sangat kekurangan masker kesehatan, walaupun sudah ada bantuan dari berbagai lembaga namun jumlahnya masih kurang mencukupi,” ujar Meliani.

Aku Indonesia merupakan sebuah aliasi kebangsaan gabungan dari beberapa organisasi pekerja migran di Hongkong. Saat ini warga negara Indonesia di Hong Kong mayoritas berprofesi sebagai pekerja migran dan penduduk tetap. Selain ada juga pelajar dan kunjungan sementara waktu. Ketersediaan masker di Hong Kong dan Macau sangat langka sejak merebaknya virus corona yang berasal dari China. Padahal masker merupakan salah satu cara paling efektif saat ini untuk menghetikan penularan virus corona.

Virus Corona sendiri kini dikabarkan telah menyebar di 21 negara hanya dalam tempo kurang dari sebulan. Berbagai langkah pencegahan dan penanganan pun dilakukan demi menghindari jumlah korban yang lebih banyak, salah satu cara pencegahan yang paling mudah adalah dengan pemakaian masker.

Peliput : Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: Debie KR KalaloRSUP Prof Kandou Manadovirus corona
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Pembukaan Bola Voli SMEKSAR Cup 2020: Tim Unggulan Mulus

Pembukaan Bola Voli SMEKSAR Cup 2020: Tim Unggulan Mulus

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Jalan Berlubang di Sulut: Keluhan Warga Menggema, Respons Diharapkan Nyata 20 April 2026
  • Dari Bibit Tomat hingga Rafting: Cara KMPA Tansa Rayakan Hari Bumi di Manado 19 April 2026
  • IKA Polimdo: Larangan Vape adalah Investasi Kesehatan Mahasiswa 19 April 2026
  • Kakanwil Kemenkumham Sulut Temui Gubernur Yulius Selvanus, Bahas Harmonisasi Ranpergub 19 April 2026
  • Mencari Grand Master Masa Depan dari Sulawesi Utara 19 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In