• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Jumat, Mei 1, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Dari Bedah Buku Menafsir LGBT Dengan Alkitab di GMIM Sion Winangun

by Agustinus Hari
1 Februari 2020
in Daerah
0
Dari Bedah Buku Menafsir LGBT Dengan Alkitab di GMIM Sion Winangun

Penulis buku Menafsir LGBT Dengan Alkitab, Prof Emanuel Gerrit Singgih (kedua kiri), didamping para pembicara lain dalam bedah buku di GMIM Sion Winangun, Jumat (31/1/2020). (foto: agust/barta1)

0
SHARES
346
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Sebuah diskusi ‘langkah’ berlangsung di GMIM Sion Winangun, Jumat (31/1/2020) sore hingga malam. Ya, sebab yang didiskusikan adalah buku karya Prof Emanuel Gerrit Singgih, yang sehari-hari merupakan pendeta di Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB).

Buku berjudul ‘Menafsir LGBT Dengan Alkitab’ karya Guru Besar Fakultas Teologia Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogjakarta ini, ikut ‘dibedah’ Pdt David Tular (GMIM), Rajawali Coco (aktivis LGBT) dan Gus Aan Anshori (Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi).

Prof Singgih awalnya membeber latarbelakang kenapa dirinya menulis tersebut. “Saya memahami sesungguhnya tidak ada masalah dengan Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT), termasuk di zaman Orde Baru. Sebab zaman Orba, kala Soeharto berkuasa justru tak ada namanya persekusi terhadap LGBT. Malah aneh di zaman reformasi persekusi cukup banyak terjadi dan puncaknya pada 2016,” katanya.

Kemudian ada pernyataan pastoral PGI yang mengimbau umat Kristiani Indonesia untuk mengakhiri stigma terhadap LGBT adalah orang berdosa dan penyakit jiwa. “Isinya mari terima mereka sebagai perbedaan orientasi seksual, tapi diluar itu semua setara. Saya prihatin dengan apa yang terjadi bahwa ini persoalan Hak Azasi Manusia (HAM). Ironisnya malah kita sebagai warga Kristen melihat ayat-ayat Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sebagai senjata ‘menghakimi’ LGBT,” ujar Prof Singgih.

LGBT telah kena stigma. “Orang tua tidak mau anaknya bertegur sapa dengan LGBT yang predator gonta-ganti pasangan, pewaris Sodom dan Gomora dan lain-lain. Sementara golongan hetero seksual justru tidak pernah disorot sebagai predator. Kasus Ryan misalnya, padahal masih banyak kaum hetero yang lebih dari kasus Ryan atau yang paling baru kasus Reynard Sinaga,” urainya.

Ia menyebutkan dalam buku itu memuat 6 ayat yang pro LGBT dan 6 ayat anti LGBT. “6 ayat Alkitab yang pro LGBT yakni Daniel 1:1-20, Pengkotbah 4:9-12, Matius 19;11-12, Kisah Para Rasul 8:26-40. Lalu ada juga Yesaya 56:1-8 dan 1 Samuel 18:1-4, serta 2 Samuel 1:26,” papar dosen yang mengajar hermeneutik Alkitab.

Pdt David Tular mengatakan kalau sikap gereja bahwa LGBT harus digumuli secara utuh. “Mereka adalah manusia, citra Allah yang sempurna. Sebagai citra Allah harus dihargai dan dihormati bukan dihakimi. Dasar pemikiran yakni kita hidup dalam keberagaman,” ujar pendeta yang pernah melayani di Jerman ini.

Meski kehadirannya bukan mewakili GMIM namun sambung Tular, LGBT merupakan manusia yang harus sama diperlakukan. “Saya kira penting buku ini kita baca sebagai referensi. Karena betapa naif kita dalam kehidupan bergereja lalu membeda-bedakan manusia, termasuk LGBT. Ada sebuah gereja di Jerman kita saya pertama kali tiba di sana, ternyata salah satu pimpinan gerejanya seorang LGBT. Dan secara terang-terangan menyampaikan kepada jemaat,” katanya.

Lalu bagaimana reaksi aktivis LGBT, Rajawali Coco? “Saya sangat senang dengan hadirnya buku ini. Ternyata masih banyak orang berada dengan kami sebagai kaum minoritas dalam orientasi seksual. Selama ini kami menerima perlakukan buruk dari gereja. Padahal kami juga ingin mencari Tuhan Yesus,” ujar mantan Ketua Sanubari Sulawesi Utara (Salut), sebuah komunitas LGBT.

Ia sedikit berbicara pengalamannya yang harus berpindah dari gereja satu ke gereja yang lain karena ternyata perlakukan yang sama, yang bukan mencitrakan orang Kristen. “Masakan saya LGBT dibilang harus bertobat, ditumpang tangan dan lain-lain, agar saya bisa sembuh. Saya berharap buku ini memberi pemahaman kepada kita semua melihat keberadaan LGBT,” beber Coco.

Sedangkan Gus Aan Anshori (Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi) menyampaikan tak hanya umat Kristen saja LGBT dibully dan sebagainya. “Umat Islam juga melakukan itu. Hadirnya buku ini memberikan pencerahan bahwa LGBT bagian dari umat manusia,” ungkapnya.

Di sesi tanya jawab, Dr Ivan Kaunang memberi masukan terkait tampilan buku. “Karena ini diskusi membedah buku saya sarankan huruf tulisan buku lebih diperbesar. Kemudian cover lebih menarik sehingga ketika dijual di toko buku langsung menarik perhatian orang yang membeli,” ucapnya.

Pdt Ruth Wangkai diakhir diskusi memberikan apresiasi kepada BPMJ GMIM Sion Winangun yang telah memfasilitasi diskusi tersebut. “Tadi pagi diskusi di Kampus IAKN Manado dibanjiri banyak peserta. Sore hingga malam ini di GMIM Sion Winangun tak kalah menarik juga. Bahkan ratusan orang hadir dari berbagai komunitas dan denominasi. Ada Pemuda Ansor, mahasiswa dan dosen IAIN Manado, berbagai komunitas LGBT. Kemudian hadir juga Pemuda GMIM, AJI Manado, PKBI Sulut, GCDS dan lain-lain. Semoga yang belum bertobat melihat keberadaan LGBT sebagai pendosa, segera bertobat hari ini,” katanya.

Peliput: Agustinus Hari

Barta1.Com
Tags: GMIM Sion WinangunMenafsir LGBT Dengan AlkitabProf Emanuel Gerrit Singgih
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Sulut United Kalahkan Pegadaian FC 5-0: Panggung Duo Papua

Sulut United Kalahkan Pegadaian FC 5-0: Panggung Duo Papua

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Polisi Fasilitasi Perdamaian Dua Kelompok Pemuda di Kota Bitung 1 Mei 2026
  • Nobar “Pesta Babi” di Manado: Cermin Luka Papua, Alarm bagi Sulawesi Utara 1 Mei 2026
  • Polres Bitung Amankan Pelepasan Jamaah Haji dengan Pelayanan Terbaik 1 Mei 2026
  • May Day 2026, Hengky Honandar: Momentum Perkuat Dialog Tripartit dan Lindungi Hak Buruh 1 Mei 2026
  • Ajang Talenta SMP 2026, Ruang Pembinaan Prestasi dan Karakter Siswa Sangihe 30 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In