Bitung, Barta1.com – Sosialisasi persiapan Pilkada Serentak 2020 di Sulut kian gencar dilakukan, termasuk oleh Bawaslu Bitung yang dilaksanakan di Aula Hotel Nalendra Bitung, Selasa (31/12/2019).
Komisioner Bawaslu Sulut Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Kenly Poluan mengatakan ada 2 problematika saat pilkada. “Yaitu politik uang dan keterlibatan Aparat Sipil Negara (ASN). Dan secara statistik kita serius menangani ini,” kata Kenly.
Ia menyebutkan pada Pemilu lalu, angka pelanggaran di Sulut paling tinggi, mencapai 72 penindakan dengan berbagai variasi pelanggaran. “Tetap kami mencoba mencari tahu kejelasan data tersebut,” ujarnya.
Untuk mengatasi dua problematika itu, Bawaslu Sulut mengadakan dialog dan sering meminta masukan dari 6 elemen yang ada yakni, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, ASN (termasuk Polri dan TNI), wartawan, akademisi dan pemilih pemula. “Apa yang menjadi masukan mereka saat ini kami melakukan evaluasi bersama,” ujar Kenly lagi.
Ada tiga hukuman yang diberikan kepada pelaku pelanggaran: berupa hukuman berat, sedang dan ringan. “Yang saat ini saya lihat hanya digunakan berat dan sedang. Dan pelanggaran sedang yang sering digunakan. Ini perlu dievaluasi lagi agar hukuman diberikan bisa seberat-beratnya sehingga ada efek jera,” imbuhnya.
Personil Bawaslu Kota Bitung, Josep Sammy Rumamby menambahkan, mereka kesulitan bergerak tanpa dukungan masyarakat.
“Saya mengharapkan kerjasama kita bersama bisa membantu pengawasan saat di lapangan. Jika kedapatan ada temuan silakan laporkan kepada kami akan kami tindaki sesuai administrasi yang ada,” ujar Josep.
“Jangan coba-coba ASN atau politik uang pada pilkada tahun 2020. Kami akan tindaki jika kedapatan. Kemarin di Kota Bitung kedapatan salah satu pelanggar pemilu. Kami tindaki dan diproses dan menerima hukuman 3 bulan di penjara,” ungkap Anggota Bawaslu Kota Bitung lainnya, Zulkifly Densi.
Diakhir kegiatan, Ketua Bawaslu Kota Bitung, Deiby Londok menyampaikan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. “Pilkada berkualitas yang menjadi dambaan kita semua akan terwujud kalau kita semua bekerja sama,” pungkasnya.
Peliput: Meikel Pontolondo


Discussion about this post