Manado, Barta1.com – Bermodal mantan pemain nasional Indonesia yang malang melintang di klub-klub besar Liga 1 Indonesia, peluang Mahardiga Lasut memegang ban kapten Sulut United terbuka lebar.
Ya, pasca resmi dikontrak manajemen Sulut United, putra Tomohon ini sangat layak menjadi pemimpin tim kebanggaan Nyiur Melambai ini, mengingat kualitas dan pengalaman dia merumput diblantika sepakbola Indonesia.
“Bersyukur jika Dirga sudah resmi main di Sulut United. Jika dia selalu dalam kondisi terbaik dalam penampilan di lapangan, maka sangat wajar menjadi kapten tim,” kata pegiat sepakbola Sulut, Stenly Mandas kepada Barta1.com, Selasa (24/12/2019).
Apalagi menurutnya, Dirga merupakan produk dan darah asli Sulut yang pernah menjadi nyawa Timnas Sea Games Indonesia (U-23). “Hanya saja, semua tetap menjadi hak Pelatih Kepala Ricky Nelson dalam menentukan siapa kapten tim. Dan Dirga sangat berpeluang dengan kualitas yang dia miliki,” ujar mantan punggawa Persma Manado ini.
Sulut United sejak kiprahnya di Liga 2 membutuhkan jenderal. “Maka sangat bagus jika jenderal itu sekaligus ban kapten berasal dari pemain daerah yang sudah tentu ditunjang dengan kualitas bermain. Intinya, Dirga sangat layak memegang ban kapten,” imbuh ASN di Dinas Pemuda dan Olahraga Manado ini.
Kado Natal
Jelang perayaan Natal 25 Desember 2019, Sulut United kembali memperkenalkan satu pemain baru. Tak tanggung-tanggung yang dikontrak kali ini adalah Dirga Lasut yang menjadi salah satu pemain lokal Sulut yang berseragam Sulut United pada musim 2020.
Ini seakan hadiah Natal bagi warga Sulut yang dipersembahkan manajemen Sulut United. Dirga Lasut sebelumnya memperkuat klub Liga 1 Borneo FC Samarinda, kini ‘pulang kampung’. Berposisi sebagai gelandang, Dirga Lasut diharapkan mampu mengangkat prestasi tim Sulut United bersama punggawa lainnya.
Manajemen Sulut United melalui manajer tim Muhammad Ridho mengatakan bahwa Dirga memang menjadi salah satu pemain incaran tim pelatih untuk memperkuat lini tengah Sulut United. “Dirga masuk skema pelatih, diharapkan dapat memperkuat lini tengah Sulut United,” ujar Ridho.
Ditambahkan Ridho, meskipun berstatus sebagai mantan pemain Liga 1, posisi Dirga sama halnya dengan pemain lainnya. “Tidak ada istilah pemain yang datang di Sulut United berlabel bintang, begitu pun dengan Dirga. Semua sama, akan sama2 bekerja untuk Sulut United meraih target tim,” katanya.
“Tidak ada istilah pemain lokal atau non lokal, mereka di kontrak secara profesional, mereka berkomitmen memberikan yang terbaik ketika berseragam Sulut United,” ujar Ridho.
Ridho menambahkan, berbeda dengan musim lalu, sekarang memang lebih banyak pemain kelahiran di Sulut. “Memang dibanding musim lalu, musim ini pemain kelahiran Sulut lebih banyak. Saya harap bisa mempunyai rasa lebih memiliki klub ini dan bisa menularkan rasa memiliki ke satu tim yang berdampak positif. Dan semoga musim ini menjadi momentum kebangkitan romantisme masa lalu sepakbola Sulawesi Utara, roda kehidupan sepakbola di sulut bisa hidup kembali, baik dari sektor bibit-bibit muda pemain sepakbola dan sektor ekonomi masyarakatnya,” tutup Ridho.
Profil Dirga Lasut
Ia memulai karir dari Tomohon Junior, kemudian bergabung dengan Persmin Minahasa pada 2007-2008. Pemain kelahiran 17 Agustus 1988 pernah membela timnas Indonesia U-23 pada tahun 2009-2011.
Menyusul seniornya, Firman Utina yang menghuni timnas, maka kehadiran Dirga membela timnas sebagai wakil Sulut sangat membanggakan masyarakat sepakbola di daerah ini. Apalagi dia merupakan produk lokal, yang memulai karis sepakbola dari daerah kemudian merambah Jawa. Kakak dari Seprian Lasut yang juga telah dikontrak Sulut United sangat diharapkan membawa tim meraih prestasi lebih baik dari musim kemarin bahkan bisa lolos ke Liga 1.
BIODATA
Nama lengkap: Mahadirga Maranando Lasut
Tanggal lahir: 17 Agustus 1988 (31 tahun)
Tempat lahir: Tomohon
Tinggi: 1,73 m
Posisi bermain: Gelandang
Informasi klub
Klub saat ini Borneo FC
Nomor 15
Karier junior
2000–2004 Tomohon Junior Manado
Karier senior
Tahun Tim Tampil (Gol)
2006–2007 PSKT Tomohon
2007–2008 Persmin Minahasa 2 (2 gol)
2008–2009 Persiraja Banda Aceh 19 (0)
2009–2010 Persih Tembilahan 11 (0)
2010–2011 Sriwijaya 20 (0)
2011–2012 Mitra Kukar 21 (0)
2013-2014 Persegres Gresik United 8 (0)
2014 Persita Tangerang 16 (0)
2015 Persija Jakarta 0 (0)
2016- 2017 PSS Sleman 18 (13)
2017- Borneo FC
Penulis: Agustinus Hari


Discussion about this post