Manado, Barta1.com — Sedikit bicara, banyak berbuat. Tanpa basa-basi berlebihan anggota DPRD Kota Manado Jurani Rurubua telah memberikan bidang tanah pada 23 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban penggurusan. Dia juga menyumbang dana untuk subsidi rumah pada sejumlah KK tersebut. Totalnya donasi yang Jurani keluarkan mencapai Rp 120 juta.
Informasi tersebut tidak banyak diketahui karena tak beredar luas. Buktinya justru keluar dari tuturan para penerima bantuan; beberapa dari 23 KK korban yang tempat tinggalnya digusur Pemprov Sulut dari lokasi pameran Mapanget. Juga ada 8 keluarga di Politeknik dan 6 keluarga di Kelurahan Buha, sehingga totalnya 37 KK.
Jurani sendiri sebenarnya tidak mau banyak mengomentari hal ini saat ditemui Barta1 Sabtu (2/11/2019). Apa yang keluar dari tangan kanan tak patut diketahui tangan kiri, katanya mengutip filosofi kita suci. Hanya saat didesak, Jurani memastikan bantuan itu diambil dari kocek pribadi.
“Iya dana pribadi, totalnya 120 juta rupiah,” kata kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.
Dari informasi penerima, diketahui donasi yang dikasih Jurani jumlahnya variatif, antara Rp 3 hingga 5 juta per KK. Bantuan itu digunakan untuk uang muka rumah subsidi dan pembelian lahan. Jurani membenarkan dana yang dia keluarkan diberi tanpa diketahui terlebih dulu oleh sasaran penerimanya.
Yang pasti bantuan itu diakuinya bukan bersifat politis. Apa yang dia perbuat semata-mata karena tergerak oleh rasa kemanusiaan.
“Apalagi saya mewakili mereka di dewan kota Manado, selebihnya saya berpikir pribadi ini sudah sepatutnya menjadi berkat bagi sesama,” kata dia.
Kini para penerima bantuan sudah mulai merasakan fungsi donasin yang disalurkan Jurani. Mereka tengah menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah yang berlokasi di Kelurahan Pandu, Perum Tamara dan Kabupaten Minahasa Utara. (*)
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post