Manado, Barta1.com – Kepala Badan Pusat Stastistik (BPS) Sulawesi Utara, Dr Ateng Hartono menyampaikan terjadi peningkatan perekonomian di bulan Juli 2019.
“Di Sulut itu sendiri di tahun kelender mengalami inflasi sebesar 1,95 %, sedangkan nasional 2,48%, year on year 3,88%. Nasonal 3,40%, pertanyaan komoditi apa yang bisa mendorong deflasi yang pertama tomat, sayur kemudian bawang merah, daung bawang, bawang putih, kembangkau, papan, susur lenda lemak dan cabai hijau, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, itu merupakan 10 Komuditi,” ungkap Hartono, Senin (02/09/2019).
Walau pun demikian kata dia, ada beberapa komoditi yang masih inflasi, diantaranya cabe rawit, cakalang, untuk biaya akademik perguruan tinggi, cat tembok, nasi dan lauk, biji nangka, pisang dan sebagainya.
Saat ditanya terkait komoditas indikator penentu utama deflasi, contohnya tomat, apa yang akan dilakukan jika ini pada musim kemarau yang begitu panjang, untuk menjaga ini tetap stabil, apa yang akan dilakukan?
“Jika kami dari BPS, inflasi ini akan terkait dengan deflasi dan deflasi akan berpengaru pada nilai tukar petani. Tadi dengan adanya tomat yang harganya turun pada level petani, itu membuat NTP itu menurun juga, harapan kedepan mudah-mudahan ada harga yang seimbanglah pada level petani agar bisa kebutuhan bisa memadai,” ujarnya.
Terkait wisata di Sulut, Hartono menyebutkan pada Juli kemarin dibanding peningkatan dibanding bulan Juni yang lalu, kunjungan wisatawan mencapai 11. 207 orang atau terjadi peningkatan 34, 34%. “Peningkatan wisatawan itu, sangat berpengaruh pada tingkat hunian kamar hotel yang begitu meningkat sampai 67,30%. Sedangkan Juni lalu hanya 60.48 %,” beber Hartono.
Peliput: Meikel Pontolondo

Discussion about this post