• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Kultur Sejarah

Legenda Manusia Apapuhang di Sangihe Talaud

by Agustinus Hari
9 Agustus 2019
in Sejarah
0
Legenda Manusia Apapuhang di Sangihe Talaud

Ilustrasi versi manusia kerdil dalam film The Lord of the Rings. (foto: istimewa)

0
SHARES
549
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Balang Apapuhang adalah sebuah lembah cantik dari legenda masa lalu Sangihe. Ada sungai dan air terjun kecil di tengah rerindang pohonan hutan.

Sebagaimana dongeng, dimasa lalu konon lembah itu disemaraki pendaran cahaya kunang-kunang, menggumpal menggelantungi dedahan sebagai petanda, di sanalah rumah manusia Apapuhang.

Ada bunyi makhluk nocturnal di malam hari, seakan musik bagi manusia yang tergolong para peri ini. Mereka juga bernyanyi, berpuisi, dan menari, menimpali lelagu alam dari gerisik daunan, ricik air dan bunyi sunyi yang resik, bahkan hembusan bayu.

Begitulah dahulu kala, kisah lembah itu. Lembah di pulau Sangihe, tempat hidup sekelompok manusia bertubuh kecil. Perawakan mereka seperti kanak-kanak kendati telah berusia dewasa. Mereka disebut manusia Apapuhang atau manusia kerdil.

Kendati tubuh mereka kecil mungil, tapi mereka adalah para pemburu yang perkasa. Kaum lelakinya berwajah tampan rupawan, kaum perempuannya cantik menawan.

Meski mereka diyakini pernah hidup berdampingan bersama ras manusia biasa, namun dunia Apapuhang dikisahkan seperti dunia dongeng, penuh keajaiban. Hidup di hutan, namun bau tubuh mereka membaunkan wangi bunga manuru (melati). Ini sebabnya, ketika mereka datang di suatu tempat, maka akan terhidu bau menuru di tempat itu. –di Sangihe, bau menuru adalah petanda kehadiran makhluk gaib.

Apapuhang hidup dengan damai di lembah bernama Balang Apapuhang ini. Terletak di sebelah timur kaki gunung Awu, Sangihe. Aktifitas kehidupan mereka sehari-hari didominasi kegiatan berburu, dan pemenuhan kebutuhan lainnya, seperti mencari buah di hutan.

Lembah Balang Apapuhang sebagai tempat tinggal orang-orang kecil ini adalah sebuah kawasan hutan yang sangat lebat, banyak pepohonan besar di sana. Dari keadaan seperti itu memungkinkan hidup banyak binatang yang kemudian merupakan binatang buruan sebagai makanan sehari-hari para Apapuhang.

Pada suatu masa, wilayah perburuan mereka semakin meluas hingga mencapai tepi pantai Naha, Tabukan. Salah seorang dari mereka yang tiba lebih dulu di pantai, langsung menceburkan diri di air dan mencecap rasa asin dari air laut.

Rasa asin yang untuk pertamakalinya dicecapnya itu membuat ia terkejut. Betapa tidak, sebelumnya mereka tidak tahu-menahu dengan rasa asin, sebab makanan yang mereka konsumsi adalah makanan mentah tanpa dimasak. Seperti daging binantang buruan, dedaunan, dan umbi-umbian.

Ia pun pulang ke desanya, dan menceritakan hal menakjubkan dari laut yang baru dilihatnya, dan rasa asin air laut yang baru ditemukannya kepada sahabat-sahabatnya. Ke esokan harinya berbondong-bondonglah warga di lembah itu menuju tepi laut.

Mereka semua menceburkan diri di air laut, menikmati hangatnya, dan tak lupa mencecap rasa asin yang menakjubkan itu, sampai kemudian pulang ke hutan tempat tinggal mereka.

Kegiatan ke laut pun berlanjut terus setiap hari. Suatu ketika mereka merasa lelah. Pergi ke tepi pantai dengan berjalan kaki bukan perkara gampang bagi mereka yang bertubuh imut ini. Mereka pun mencari akal agar bisa secepatnya sampai di pantai dan tidak banyak mengeluarkan tenaga.
\
Tercetuslah ide di suatu hari. Mereka membuat perahu, ya perahu. Seluruh warga saling bantu-membantu. Perahu pun terwujud. Tapi bagaimana caranya membawa perahu yang mereka bangun di kaki gunung hingga ke pantai? Makhluk-makhluk kecil ajaib ini pun berpikir keras.

Muncul ide baru. Karena sekitar lembah tersebut terdapat tebing yang sangat terjal, maka mereka membangun aliran air dari satu sumber mata air di gunung ke arah tebing membentuk air terjun. Airpun mengalir membentuk sungai kecil menuju lembah sampai ke pantai.

Semua girang. Namun persoalan baru muncul lagi. Perahu tak bisa beringsut dan beranjak. Air yang mengalir hanya sedikit dan tidak cukup mampu menyeret perahu ke arah pantai.

Mereka pun mencoba akal yang lain. Mereka mengikat perahu di atas pohon yang tinggi dan salah satu ujung tali diikat pada pohon yang lain dibelakang perahu lalu ditarik seperti ketepel. Namun ternyata perahu itu tak bisa dilontar terlalu jauh.

Mereka mulai pesimis dan beranggapan bahwa mustahil untuk dapat sampai ke pantai dengan cepat tanpa berjalan kaki. Tapi di suatu ketika terpikir oleh mereka untuk membawah air laut ke tempat tinggal mereka dan ditampung di suatu wadah agar menjadi tempat pemandian.

Merekapun mendapatkan ide membuat keranjang dari anyaman rotan (Bika) sebagai sarana untuk mengangkut air laut ke tempat mereka. Namun mengangkut air dengan keranjang tentu mustahil. Hari lepas hari akhirnya mereka bisa menciptakan sarana untuk mengakut air laut itu. Dan sebuah kolam tanah berisi air laut pun tercipta di kampung mereka.

Dari temuan yang satu ke temuan berikutnya, merangsang mereka untuk menemukan temuan yang baru lagi. Lama-kelamaan berkembang rasa ingin tahu tentang segala hal di antara mereka. Orang-orang Apapuhang mulai menemuka teknologi untuk membantu mereka bertahan hidup di lembah Balang Apapuhang.

Sistim kekerabatan mulai diatur sampai kepada persekutuan hukum yang mengikat kebersamaan. Mereka kemudian membangun sebuah kerajaan yang dikepalai oleh seorang raja. Membangun istana megah yang berbalutkan emas. Inilah diantaranya pencapaian mereka. Kendati bertubuh kecil mungil dan imut, karsa dan karya mereka tak sekerdil tubuh mereka.

Kendati dikemudian hari negeri Apapuhang itu telah hilang, namun mereka telah mewariskan sejumlah pengetahuan awal yang berhubungan dengan teknologi dan seni budaya kepada penduduk Pulau Sangihe, diantaranya, cara membangun rumah, membuat perahu, menganyam dan menenun, serta berbagai peralatan rumah tangga, dan alat-alat perang. (***)

Penulis : Iverdixon Tinungki

Barta1.Com
Tags: manusia apapuhang sangihe talaud
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Golkar Tetapkan Tonny Hendrik Lasut Calon Pimpinan DPRD Mitra

Golkar Tetapkan Tonny Hendrik Lasut Calon Pimpinan DPRD Mitra

Discussion about this post

Berita Terkini

  • RELIGIUSITAS KRISTIANI DALAM PUISI “IJINKAN AKU MERINDUKAN-MU”, KARYA DONALD TOLOH 21 April 2026
  • Polisi Tangani Kasus Dugaan Pemalakan dan Penganiayaan terhadap Pelajar di Bitung 20 April 2026
  • Hengky Honandar : Manajemen ASN Fondasi Utama dalam Mewujudkan Birokrasi yang Profesional 20 April 2026
  • Wabup Sangihe Buka TKA SD 2026, Tekankan Kejujuran dan Kesiapan Infrastruktur 20 April 2026
  • Hengky-Randito Dampingi Dirjen Pendidikan Tinjau Pelaksanaan TKA di SDN Impres 6/84 Madidir 20 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In