• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Jumat, Juli 31, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Nasional

40 Tahun Jadi Relawan Tapi Bukan Relawan Mencari Proyek

by Agustinus Hari
9 Agustus 2019
in Nasional
0
40 Tahun Jadi Relawan Tapi Bukan Relawan Mencari Proyek

Asep Hidayat saat membawakan materi. (foto: meikel/barta1)

152
SHARES
146
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Manado, Barta1.com – Pemerintah Sulawesi Utara dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan pertemuan dan diskusi bersama 38 Komunitas Peduli Sungai (KPS) Sulut.

Ikut hadir juga staff Dinas Kehutan Sulut, Dinas Lingkungan Hidup Sulut, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut dan Unsrat Manado di Swiss-Belhotel Maleosan, Manado, Kamis (8/8/2019) lalu.

Menarik dalam diskusi Asep Hidayat (58), pemateri dari Gunung Cakrabuana di Wilayah Priangan yang juga Ketua Komunitas Lestari Alam Terpadu (Geliat) bercerita banyak hal.

Ia menyampaikan sudah 40 tahun dirinya menjadi relawan, dan bukan sekedar relawan yang mencari sebuah proyek. “40 tahun tinggal di pengunungan tanpa listrik, dan hanya bersahabat dengan alam,” tuturnya.

Selama menjadi relawan itu, dirinya bekerja dengan jiwa tanpa meminta imbalan apapun. “Saya mencintai alam karena Anugerah Tuhan,” ucapnya.

Banyak pihak yang mengajak kerja sama tapi dirinya menolak. “Jika kerja sama hanya menandatangani sebuah kertas yang tidak jelas, yang saya mau jika kita kerja dengan tindakan bersama-sama dan berkelanjutan untuk kepentingan bersama tanpa merugikan orang lain. Itu yang saya mau,” kata Asep.

Jika percaya dengan ajaran Tuhan, mari rawat dan lestarikan lingkungan kita, jangan dirusak. Asep menambahkan sering mengkritisi bupati terkait perusakan lingkungan. “Biarkan mereka marah, saya hanya sekedar mengkritisi saja,” ungkapnya.

Laki-laki gondrong ini makin membuat semangat setiap peserta yang hadir. “Sampai mati pun saya akan tetap berbakti untuk alam. Karena dengan menjaga alam sama seperti kita menjalankan tugas yang Tuhan perintahkan,” pungkasnya.

Yang terjadi saat ini kerusakan alam, akibat ulah manusia itu sendiri, maupun para tinggi kita. “Ketika ada kerusakan alam, untuk sebuah usaha oleh perusahan dan sebagainya, jika saya seorang bupati pasti saya akan menolak secara tegas. Biarkan saya menjadi musuh para mafiah pengusaha, daripada anak dan cucu kita nanti akan merima dampaknya,” ujarnya.

Asep mengatakan pemangku kebijakan di Sulut itu lebih baik dari didaerahnya. Bagi KPS yang dikukuhkan harus betul-betul membangun dan bergandengan tangan dalam menjaga, melindungi dan melestarikan alam.

“Dan saya percaya kedepanya Sulut, dalam hal ini Manado akan lebih baik. Saat ada kerja sama yang baik dari setiap KPS, kita kerja dulu, jangan pikirkan RP alias duit,” kata Asep sembari menambahkan dirinya hanya lulusan S3 alias SD.

Meski begitu dirinya memiliki ratusan anak-anak PAUD yang dididik dalam melestarikan lingkungan. Ada juga masyarakat yang sering disosialisasikan dan dipraktekkan sampai pendampingan. Itupun berhasil,” ungkapnya.

Peliput : Meikel Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Asep Hidayat
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Mantan KSAL Bicara Geo Maritim di FH Unsrat Manado

Mantan KSAL Bicara Geo Maritim di FH Unsrat Manado

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Bupati Sangihe Desak Jalur Cadangan Palapa Ring, Dorong Solusi Permanen Internet Perbatasan 30 Juli 2026
  • BAKTI Siapkan Internet Cadangan Agar Layanan Publik Tetap Berjalan Selama Perbaikan Palapa Ring 30 Juli 2026
  • Sementara Polimdo 3 Emas, 1 Perak dan 3 Perunggu di PORSENI XV 2026, Bidik Tambahan Medali 30 Juli 2026
  • Tim PKM Universitas Sam Ratulangi Bentuk “Apoteker Cilik” di Minahasa Utara, Dorong Generasi Cerdas Menggunakan Obat 30 Juli 2026
  • Pariwisata Bagi Plt Bupati Sitaro Heronimus Makainas dan Gagasan Board of Tourism 30 Juli 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In