Manado, Barta1.com – Pemerintah Sulawesi Utara dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan pertemuan dan diskusi bersama 38 Komunitas Peduli Sungai (KPS) Sulut.
Ikut hadir juga staff Dinas Kehutan Sulut, Dinas Lingkungan Hidup Sulut, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut dan Unsrat Manado di Swiss-Belhotel Maleosan, Manado, Kamis (8/8/2019) lalu.
Menarik dalam diskusi Asep Hidayat (58), pemateri dari Gunung Cakrabuana di Wilayah Priangan yang juga Ketua Komunitas Lestari Alam Terpadu (Geliat) bercerita banyak hal.
Ia menyampaikan sudah 40 tahun dirinya menjadi relawan, dan bukan sekedar relawan yang mencari sebuah proyek. “40 tahun tinggal di pengunungan tanpa listrik, dan hanya bersahabat dengan alam,” tuturnya.
Selama menjadi relawan itu, dirinya bekerja dengan jiwa tanpa meminta imbalan apapun. “Saya mencintai alam karena Anugerah Tuhan,” ucapnya.
Banyak pihak yang mengajak kerja sama tapi dirinya menolak. “Jika kerja sama hanya menandatangani sebuah kertas yang tidak jelas, yang saya mau jika kita kerja dengan tindakan bersama-sama dan berkelanjutan untuk kepentingan bersama tanpa merugikan orang lain. Itu yang saya mau,” kata Asep.
Jika percaya dengan ajaran Tuhan, mari rawat dan lestarikan lingkungan kita, jangan dirusak. Asep menambahkan sering mengkritisi bupati terkait perusakan lingkungan. “Biarkan mereka marah, saya hanya sekedar mengkritisi saja,” ungkapnya.
Laki-laki gondrong ini makin membuat semangat setiap peserta yang hadir. “Sampai mati pun saya akan tetap berbakti untuk alam. Karena dengan menjaga alam sama seperti kita menjalankan tugas yang Tuhan perintahkan,” pungkasnya.
Yang terjadi saat ini kerusakan alam, akibat ulah manusia itu sendiri, maupun para tinggi kita. “Ketika ada kerusakan alam, untuk sebuah usaha oleh perusahan dan sebagainya, jika saya seorang bupati pasti saya akan menolak secara tegas. Biarkan saya menjadi musuh para mafiah pengusaha, daripada anak dan cucu kita nanti akan merima dampaknya,” ujarnya.
Asep mengatakan pemangku kebijakan di Sulut itu lebih baik dari didaerahnya. Bagi KPS yang dikukuhkan harus betul-betul membangun dan bergandengan tangan dalam menjaga, melindungi dan melestarikan alam.
“Dan saya percaya kedepanya Sulut, dalam hal ini Manado akan lebih baik. Saat ada kerja sama yang baik dari setiap KPS, kita kerja dulu, jangan pikirkan RP alias duit,” kata Asep sembari menambahkan dirinya hanya lulusan S3 alias SD.
Meski begitu dirinya memiliki ratusan anak-anak PAUD yang dididik dalam melestarikan lingkungan. Ada juga masyarakat yang sering disosialisasikan dan dipraktekkan sampai pendampingan. Itupun berhasil,” ungkapnya.
Peliput : Meikel Pontolondo

Discussion about this post