• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Rabu, April 22, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Gegara Kata ‘Sayang’ Oknum Pendeta GMIST Kena Bacok

by Agustinus Hari
2 Agustus 2019
in Daerah
0
Gegara Kata ‘Sayang’ Oknum Pendeta GMIST Kena Bacok

Wakapolsek Tahuna, Ipda Anderson J Rahotan, Wakapolsek Tahuna. (foto: rendy/barta1)

0
SHARES
172
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sangihe, Barta1.com – Oknum pendeta di Gereja Masehi Injili Sangihe-Talaud (GMIST) yang berinisial DJW harus menerima luka bacokan di tangannya oleh pria yang berinisial NS. Bukan tak ada alasan, saling sapa menggunakan kata ‘sayang’ via pesan singkat whatsapp (WA) dengan istri NS menjadi pemicu penganiayaan tersebut. Alhasil, proses hukum pun berlangsung hingga ke Kepolisian Sektor Tahuna, Jumat (2/8/2019).

Berawal dari MT yang adalah istri oknum pendeta DJW menemukan pesan WA yang isinya saling berbalas kata sayang dengan seorang wanita berinisial JM. Istri oknum pendeta tersebut kemudian mendatangi rumah JM mengkonfirmasi mengenai pesan yang ia baca.

Hal demikian kemudian dimediasikan oleh pihak kelurahan bersama MT mendatangi rumah JM. Mendengar permasalahan itu, NS suami JM marah tak terkendali dan melakukan tindakan penganiayaan setelah selesai mediasi.

“Pelaku NS yang merupakan suami dari JM terbakar cemburu mendatangi korban DJW dan langsung menganiaya korban dengan menggunakan parang yang mengakibatkan luka ringan di bagian yang tidak fatal, seperti tangan, dan kaki,” ungkap Wakapolsek Tahuna, Ipda Anderson J Rahotan.

Menurut Rahotan, korban DJW mengakui bahwa kata ‘sayang’ yang ia gunakan itu tidak hanya ditujukan terhadap JM semata, namun juga kepada pihak lain. “Dan itu hal yang biasa menurut DJW,” ucap Wakapolsek.

Setelah mendapat penganiayaan, oknum pendeta DJW langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Tahuna. Tak lama dari itu oknum pendeta DJW yang merupakan korban kemudian mencabut laporan tersebut serta memilih kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami pihak kepolisian memediasi permasalahan ini dan kami juga mengeluarkan surat pernyataan kepada pihak DJW dan JM untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut dan tidak saling berkirim pesan menggunakan kata sayang,” ungkap Rahotan.

Sementara itu, Ketua Sinode GMIST, Pdt Patras Madonsa yang juga hadir mengamati persoalan demikian mengatakan akan menunggu hasil dari pihak kepolisian. “Kita belum tahu masalahnya. Cuma karena dorongan sebagai penanggung jawab pelayanan, saya datang. Jadi akan menunggu dulu. Tindakan sinode adalah melihat persoalannya dulu. Kami tidak bisa memprediksi apa yang dilakukan, dan kami akan mendalami dulu persoalannya. Kami akan menindaki secara kelembagaan ketika sudah ada hasil pemeriksaan dan bukti-bukti yang menyatakan dia bersalah. Jadi kita akan tunggu hasil dari pemeriksaan kepolisian,” jelas Madonsa kepada awak media.

Terpaan masalah ini pun menjadi konsumsi publik dan menuai tanggapan dari sejumlah masyarakat. Pasalnya beberapa oknum yang ada di dalamnya merupakan tokoh masyarakat yang seharusnya menjadi panutan di tengah-tengah masyatakat.

“Kami berharap pihak Sinode GMIST menindak tegas hal-hal seperti ini. Perbuatan oknum-oknum tersebut sangat mengecewakan masyatakat. Okelah, sanksi hukumnya mungkin tidak memenuhi unsur hukum formal kita, namun demikian fakta sosial itu tak dapat dipungkiri sebagai tamparan buruk di wajah kelembagaan GMIST di hari ini,” ungkap salah satu warga yang tak ingin namanya diberitakan.

Peliput : Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: Anderson J Rahotangmist
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Kapolri: Sulut Tidak Pernah Repotkan Mabes Polri

Kapolri: Sulut Tidak Pernah Repotkan Mabes Polri

Discussion about this post

Berita Terkini

  • HUT Ke-169 GMIST Bait-El Lapango Dirayakan, Gedung Ibadah Baru Diresmikan 22 April 2026
  • KONI Kepulauan Sangihe 2025–2029 Dilantik, Diharapkan Dongkrak Prestasi Olahraga Daerah 22 April 2026
  • Perempuan dan Bumi: Suara dari Pesisir Karangria untuk Kehidupan Lestari  22 April 2026
  • Prodi Jalan dan Jembatan Teknik Sipil Polimdo Raih Akreditasi Unggul, Ir Rio P Lonan : Hasil Kerja Keras Kolektif 22 April 2026
  • Memasuki Setahun Mengabdi, Himaju Akuntansi Polimdo Mendidik Anak Putus sekolah di Pasar Bersehati 22 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In