Lupakan sejenak kiprah Timnas lelaki Belanda yang tak kunjung jadi raja, selalu dijuluki juara tanpa mahkota. Mari kita menengok ke Prancis, tempat gelaran Piala Dunia Perempuan 2019, akan mempertandingkan partai final antara Timnas Perempuan Belanda melawan Amerika Serikat pada Minggu 7 Juli 2019.
Skuad asuhan Sarina Wiegman itu menghentikan Swedia di semifinal Kamis (06/07/2019), lewat gol tunggal di menit 99 yang dicetak Jackie Groenen dalam laga di Groupama Stadium, Lyon. Para mevrouw sudah ditunggu juara dunia 3 kali Amerika di final yang sebelumnya menganvaskan Inggris, 2-1.
Timnas perempuan Belanda membutuhkan waktu selusin tahun untuk bisa menembus final Piala Dunia. Liga mereka baru meretas pada 2007. Lewat pola pembinaan di berbagai akademi sepak bola, bakat dan tentu saja profesionalitas, pemain bola perempuan Belanda mampu berkembang pesat. Jackie misalnya, saat ini tercatat sebagai pemain Manchester United.
Permainan impresif dengan gaya menyerang tetap ditampilkan De Oranje versi perempuan. Mereka bisa menyapu bersih kemenangan pada seluruh partai yang dimainkan dengan Kanada, Kamerun dan Selandia Baru di babakan penyisihan grup. Begitu pun 16 besar lawan Jepang, quarter final kontra Italia hingga semifinal.
Selain Jackie Groenen, Oranje punya banyak talenta di atas lapangan. Pola tradisional 4-3-3 menempatkan Lieke Martens di sayap kiri. Lieke memiliki pergerakan cepat dan umpan akurat, juga tembakan tepat sasaran. Pemain nomor 10 Danielle van de Donk adalah otak serangan. Dia berada tepat di sentral lapangan sebagai pengatur tempo sekaligus benteng pertama menghalau serangan lawan.
Sedangkan Stefani van der Gragt dan Ellen Jansen adalah duet tembok kokoh di depan gawang, yang dijaga Sari van Veenendal. Tapi nama yang paling membuat lawan gentar adalah Vivianne Miedema, pencetak 3 gol dalam Piala Dunia tahun ini. Ujung tombak satu ini jadi momok menakutkan bila berada di kotak penalti.
“Sebenarnya saya tak terkejut dengan perjalanan kami sejauh ini. Saya rasa kami punya barisan pemain bagus dan segalanya ikut berubah sejak keberhasilan di Piala Eropa 2017. Kepercayaan diri kami meningkat dan sekarang kami bisa memperbaiki level permainan kami di Piala Dunia,” kata pelatih Sarina Wiegman, dilansir Tirto, sebelum partai semifinal.
Sukses mengalahkan Amerika di Parc Olympique Lyonnais akan menjadi obat dahaga bagi publik Negeri Kincir Angin, yang tak pernah merayakan kemenangan pentas prestisius seperti Piala Dunia. Tapi buat Danielle van de Donk dkk, ini adalah sebuah kejayaan. Mahkota bagi para ratu. (*)
Penulis: Ady Putong


Discussion about this post