Mitra, Barta1.com – Persoalan infrastruktur jalan Desa Lowatag di Kabupaten Minahasa Tenggara bak penyakit paling akut yang menyerang warga. Tak ada penawar, selain kepastiaan pelaksanaan pekerjaan jalan.
“Warga sangat berharap secepatnya jalan ini diperbaiki. Banyak mengalami kecelakaan di jalan yang akan memasuki kampung,” beber Yan Manoppo, Tokoh Masyarakat Lowatag, Kamis (4/7/2019).
Keruhnya penanganan pelaksanaan pekerjaan tersebut, sebut Manoppo, bagi segelintir orang kerap dikaitkan dengan politik masa lalu.
“Jalan ini diaspal di masa T2 (Telly Tjanggulung). Sampai saat ini tidak ada perbaikan sama sekali. Apabila dikatakan warga Lowatag tidak mendukung program pemerintah, kemudian jalan ini tidak diperbaiki, itu sudah keterlaluan,” sembur Manoppo.
Bahkan secara terang-terangan Manoppo menyebut pihaknya termasuk rakyat di dalamnya mendukung kepala daerah terpilih Pilkada 2013.
“Tahun 2017 masyarakat secara swadaya mengecor lubang-lubang. Supaya bisa aman melewati jalan, ” ungkap Manoppo.
Rommy Ole ST, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), mementahkan pernyataan warga. Menurut Ole, pihaknya tidak diam mengenai persoalan jalan yang dimaksud.
“Tahun lalu kami kerjakan walaupun belum semua. Itu yang di wilayah jembatan itu kami kerjakan. Memang untuk tahun ini belum ada anggaran, tapi pasti akan dilakukan secara bertahap, ” pungkas Ole via seluler. (*)
Peliput: Chinry Assa


Discussion about this post