• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

5 Meninggal, DBD dan Rabies Tinggi di Kota Bitung

by Agustinus Hari
25 Juni 2019
in Daerah
0
5 Meninggal, DBD dan Rabies Tinggi di Kota Bitung

Ilustrasi. (foto: liputan6.com)

0
SHARES
69
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bitung, Barta1.com – Permasalahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan gigitan hewan atau rabies, menjadi perhatian penting Pemerintah Kota Bitung. Mengingat, di beberapa wilayah makin meningkat.

Rusni Haras (55), warga Wangurer Barat RT 16, Lingkungan 4, Kecamatan Girian, mengatakan kasus DBD telah memakan korban anak berumur satu tahun yang merupakan warga Wangurer Barat, Kampung Kawa Duri.

Ia mengatakan, pemerintah sempat melakukan fogging. “Yang menjadi pertanyaan warga kenapa fogging hanya pada lokasi tertentu. Sedangkan di lingkungan kami tidak pernah dilakukan. Di sini banyak anak-anak sudah mendapatkan gejala bintik-bintik merah dan sering demam pada malam hari,” ujarnya.

Dia memohon Pemkot Bitung memperhatikan kasus penyakit DBD ini, yang makin mengancam kehidupan masyarakat. Sudah ada bukti korban anak-anak, jangan sampai menunggu ada yang jatuh korban lagi baru bertindak,” tutup Rusni.

Tak hanya DBD, rabie juga meningkat. Warga Girian Indah RT 01/ Lingkungan 2, Djumadi Langkaheru mengatakan masyarakat yang memiliki hewan seperti anjing dan kucing untuk bisa lebih memperhatikan pemeliharaanya.

Data Dinas Kesehatan Kota Bitung untuk kasus DBD tahun 2017 hingga 2019.

2017: berjumlah 117 kasus
2018: 197 kasus
2019: Januari 58 kasus, Februari 46 kasus, Maret 13 kasus, April 9 kasus, Mei 5 kasus, Juni 7 kasus dan meninggal anak-anak berjumlah 5 orang.

Data Gigitan Hewan Penular Rabies
2017: 390 kasus
2018: 520 kasus
2019: Januari 44 kasus, Februari58 kasus, Maret 39 kasus, April 46 kasus, Mei 58 kasus, Juni belum masuk data, sampai saat ini tidak ada data kematian.

Kadis Kesehatan Kota Bitung, Frangky Soriton mengungkapkan meningkatnya gigitan hewan penular rabies kepada manusia diakibatkan kurangnya pengelolaan penanganan terhadap hewan-hewan tersebut.

Ia mengatakan semua pihak harus membangun kerja sama dalam menangani permasalahan ini. “Untuk saat ini penanganan yang sering kami lakukan dengan menyuntik anti rabies kepada masyarakat yang digigit hewan. Kami mengharapkan berbagai pihak bisa mendorong pemerintah membuat aturan terkait hewan-hewan liar demi kenyamanan masyarakat,” ujar Franky.

Jefrie Sumaiku, Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Bitung menambahkan penyebab DBD yang terjadi dibeberapa wilayah yang mengakibatkan kematian, diakibatkan lingkungan yang tidak bersih. Di Wangurer itu sendiri terdapat tumpukan sampah yang menyebabkan nyamuk-nyamuk berkembang sampai bertelur.

“Kami sering berkoordinasi dengan pihak kelurahan mengenai penanganan kebersihan. Tapi sering tidak didengar masyarakat sekitar, dan akibatnya seperti ini, ujarnya.

Soal fogging kata dia, sudah dilakukan dibeberapa daerah. Tapi tujuan fogging ini tidak keseluruhanya mengatasi permasalahan DBD.

“Fogging hanya untuk membunuh nyamuk-nyamuk dewasa, tapi untuk telur-telurnya tidak bisa terbunuh. Jalan keluarnya perlu adanya sosialisasi dari pihak kelurahan kepada masyarakat dengan memperhatikan kebersihan lingkungan,” tuturnya.

Peliput : Mikael Eki Pontolondo

Barta1.Com
Tags: Frangky SoritonJefrie Sumaiku
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Jangan Akomodir Pejabat Mantan Napi

Jangan Akomodir Pejabat Mantan Napi

Discussion about this post

Berita Terkini

  • RSUD Liun Kendage Akui Kekosongan Obat, Sebut Dampak Transisi Pengadaan 29 April 2026
  • RSUD Liun Kendage Gandeng Dekopinda untuk Menata Usaha di Lingkungan Rumah Sakit 29 April 2026
  • Menyiapkan Generasi Vokasi di Era Digital: Kuliah Umum Polimdo Angkat Isu Digital Marketing dan Keuangan Praktis 29 April 2026
  • RDP DPRD Sulut: Pokir Lenyap, Bantuan Rumah Ibadah Tak Ada di Tomohon 29 April 2026
  • Polresta Manado Perang Lawan Bandar Narkoba: 141 Paket Sabu dan 5.264 Butir Obat Keras Gagal Beredar 29 April 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In