Bitung, Barta1.com – Banyaknya konten hoax di media sosial harus dilawan dengan konten-konten positif. Ini penting agar Indonesia semakin baik.
Hal ini disampaikan Walikota Bitung, Maximilian Jonas Lomban saat membuka Kegiatan #IndonesiaBicaraBaik yang diawali dengan dialog lingkungan.
Acara yang digagas Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas Sulawsesi Utara (Sulut), disambut baik Lomban. “Saya menjadi tertarik mau bicara tentang lingkungan, tetapi ada juga kalimat Indonesia bicara baik,” kata dia di Ruang Sidang Lantai IV, Kantor Walikota Manado, Senin (17/6/2019).
Ia menambahkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu menyambut baik kegiatan Perhumas ini, dikerenakan terlalu banyak konten hoax. “Untuk itu harus dilawan dengan konten-konten positif seperti ini,” ujar Lomban.
Dengan segala pimikiran dan tindakan positif, maka alam akan memihak dan bersahabat pada kehidupan kita sehari-hari,” tambahnya.
Kota Bitung jadi kota pertama dikunjungi Perhumas Sulut sehingga menarik bagi kota yang berpenduduk 269.396 jiwa ini.
Indonesia Bicara Baik di Bitung, dibuka dengan kegiatan dialog lingkungan dengan pemantik Duta Yaki Indonesia, Khoni Lomban Rawung yang didampingi langsung Ketua Perhumas Sulut, Gladys Runtukahu dengan tema: “Dampak Aksi Lingkungan Kota Bitung Terhadap Dunia”
Sekretaris Kota Bitung, Audy Pangemanan mengatakan kegiatan ini sangat luar biasa. Dimana kita harus melawan konten-konten negatif. “Setelah kegiatan ini, mari kita sosialisasikan kepada masyarakat, bagaimana cara menentukan konten yang baik dan tidak baik. Sebelum kegiatan hari ini dilaksanakan, ada saja konten-koten yang tidak baik sudah beredar. Untuk itu mari lawan konten,” ujar Audy sambil mengajak para peserta yang hadir.
Sementara Duta Yaki Indonesia, Khouni Lomban Rawung, menambahkan orang Bitung identitasnya membawa tumbler. “Tuhan sudah mengatur saya untuk berkerja di bidang kemanusiaan dan lingkungan,” katanya.
Diketahui, sejak tahun 2012 Kota Bitung mengkampanyekan pengurangan sampah plastik dengan membawa tumbler. Kemudian tahun yang sama ada diet plastik menggunakan tas sekali pakai. “Hal positif ini harus kita jaga sampai kapan pun,” bebernya sembari menambahkan Pemkot Kota Bitung menjadi contoh bagi seluruh kabupaten dan kota di Sulut.
Peliput: Meikel Eki Pontolondo

Discussion about this post