• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Sabtu, Juli 25, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home Fokus Opini

Dampak Mikroplastik Bagi Masyarakat Talaud

by Agustinus Hari
16 Juni 2019
in Opini
0
Dampak Mikroplastik Bagi Masyarakat Talaud

Ilustrasi mikroplastik. (foto: nasional geographic indonesia)

0
SHARES
261
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Christy Rumengan

Pencemaran merupakan salah satu masalah lingkungan yang sedang dihadapi dunia saat ini. Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi.

Pencemaran lingkungan tidak hanya di perkotaan saja tetapi hingga sampai di pulau-pulau kecil. Di semua daerah, sampah selalu menimbulkan masalah yang rumit untuk dipecahkan, seperti masalah sampah yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Dimana pulau ini termasuk dalam segitiga terumbu karang. Segitiga terumbu karang meliputi wilayah lebih dari 6.500.000 km², dengan lebih dari 600 spesies terumbu karang dan meliputi 75% semua spesies terumbu karang yang ada di dunia.

Lebih dari 3.000 spesies ikan tinggal di Segitiga Terumbu Karang. Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kepulauan Sangihe (pada saat itu masih Kabupaten Kepulauan Sangihe Talaud), berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2002.

Sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Kepulauan Talaud merupakan daerah bahari dengan luas lautnya sekitar 37.800 Km² (96,79%) dan luas wilayah daratan 1.251,02 Km² (3,21%), dengan demikian Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki total luas wilayah sebesar 39.051,02 Km².

Salah satu pencemaran yang paling disoroti yaitu pencemaran sampah plastik. Proses terjadinya sampah sangat didominasi oleh adanya kegiatan manusia seperti, pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dengan pola hidup yang semakin konsumtif sehingga diikuti dengan meningkatnya produksi sampah dan proses transportasi angkut baik di darat maupun di laut yang sangat aktif setiap harinya.

Kondisi inilah yang terjadi di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, tepatnya di ibukota Melonguane. Dimana berbagai jenis sampah berserakan diberbagai tempat. Hal ini disebabkan karena tidak adanya tempat sampah/tong sampah yang bisa menampung sampah-sampah tersebut serta kurangnnya kesadaran dari masyarakat yang menaruh atau menumpukkan sampah-sampahnya di sembarangan tempat seperti di samping rumah, di pembatas jalan (trotoar) maupun ada yang membuang disekitaran pantai dan dermaga Melonguane.

Sampah plastik yang berasal dari daratan dan dibuang ke laut jumlahnya lebih banyak yaitu mencapai 80 persen dari total sampah yang ada di laut. Sampah-sampah tersebut masuk ke lautan, disebabkan oleh pengelolaan sampah yang kurang efektif dan perilaku buruk dari masyarakat pesisir dalam menangani sampah plastik.

Karena Talaud adalah daerah kepulauan, masalah pencemaran yang paling sering terjadi yaitu masalah sampah yang dibuang ke laut serta sampah yang terhanyut atau yang terbawa oleh arus. Polusi laut akibat sampah plastik ini, tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan, dari sisi ekonomi pendapatan daerah dari sektor kelautan juga menurun, serta juga merugikan bagi kesehatan manusia.

Karena daerah Talaud merupakan daerah terpencil, untuk itu masyarakat yang ada didaerah tersebut masih belum mengetahui adanya bahaya mikroplastik. Mikroplastik adalah plastik dengan ukuran mikroskopis atau ukuran yang tidak bisa terlihat dengan mata telanjang. Apabila terakumulasi dalam jumlah tertentu, mikroplastik berpotensi mengganggu metabolisme tubuh manusia. Mikroplastik berasal dari hasil sampah plastik yang terbawa ke lautan, terpecah menjadi plastik yang berukuran kecil. Mikroplastik tersebut terombang–ambing di lautan tanpa pernah bisa terurai hingga ratusan tahun dan menjadi santapan organisme laut dan kemudian dimakan oleh manusia.

Bila mikroplastik itu masuk ke saluran pencernaan manusia, bisa merobek usus atau lambung karena pecahan ini tidak bisa dicerna. Bisa saja sebagian keluar bersama kotoran, tapi masih ada yang tertinggal. Apalagi bila masuk sel darah, plastik mikro ini ikut terserap dalam jaringan sel darah dan bisa mengganggu sistem syaraf pusat. Apabila terlalu sering dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan atau sistem syaraf, dan perlahan bisa mati. Oleh karena itu, harus mencari solusi yang tegas untuk mengatasi persoalan sampah plastik yang ada di laut.

Melihat kecenderungan itu, maka opsi reduksi sampah perlu diketengahkan. Reduksi sampah atau bahkan sampai menyelesaikannya dapat dilakukan dari sumbernya, yaitu pada skala kawasan, ini merupakan implementasi dari prinsip-prinsip 3R dan P yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), dan mengolah sampah untuk dijadikan bahan yang lebih bermanfaat seperti kompos.

Penanganan permasalahan sampah pun tidak dapat hanya dilakukan oleh sekelompok orang saja. Kerjasama yang baik antara pemerintah, LSM dan masyarakat luas menjadi persyaratannya.

Pemerintah merupakan penanggungjawab utama dalam pengelolaan dan perumusan kebijakan, baik secara langsung atau tidak langsung. Oleh karenanya pemerintah harus memiliki penguasaan atas informasi berkenaan dengan sumber produksi sampah, proses pengelolaan dan bagaimana hasil pengelolaan dimanfaatkan menjadi sumber pendapatan daerah. Jadi mulai dari sekarang mulailah peduli terhadap plastik, sadar akan bahaya yang ditimbulkannya, kurangi penggunaannya dan tanggulangi dengan benar. Jadikan kehidupan kita kedepan lebih baik tanpa bergantung dengan plastik. Bijak mengambil keputusan dan bertanggung jawab kepada diri sendiri dan orang-orang yang ada disekitar kita. (*)

Christy Rumengan, mahasiswa Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta

Barta1.Com
Tags: Christy RumenganFakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana YogyakartaTALAUD
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
3000 Penyelam Pecahkan 3 Rekor Dunia

3000 Penyelam Pecahkan 3 Rekor Dunia

Discussion about this post

Berita Terkini

  • Resmi Lantik Pengurus Pilar Harmonis Nusantara, Yulianti Saridin: Momentum Perkuat Pengabdian Kepada Bangsa dan Negara 24 Juli 2026
  • Dukung Kemandirian Petani Bunga Krisan, PLN UID Suluttenggo Resmikan Program Electrifying Agriculture di Tomohon 24 Juli 2026
  • PLN Pasang Sambungan Listrik Gratis untuk Enam Keluarga di Boltim 24 Juli 2026
  • PLN Pulihkan 94 Persen Pasokan Listrik Pascabanjir dan Longsor di Tamako 24 Juli 2026
  • PLN Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Tamako 24 Juli 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In