• #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Pulau di Perbatasan Indonesia-Filipina Ini Tak Pelihara Anjing

by Agustinus Hari
21 Mei 2019
in Daerah
0
Pulau di Perbatasan Indonesia-Filipina Ini Tak Pelihara Anjing

Jejeran perahu jenis Pumboat di Pulau Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore, Sangihe. (foto: rendy/barta1)

160
SHARES
411
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sangihe, Barta1.com – Anjing merupakan hewan peliharaan yang paling banyak dipelihara manusia. Entah apakah karena lucu atau, kesetiaannya kepada tuannya.

Namun demikian di pulau perbatasan Indonesia-Filipina, khususnya Pulau Matutuang, Kabupaten Kepulauan Sangihe, orang yang akan datang berkunjung ke sana tidak akan menemukan satu ekor Anjing sekalipun.

Carlos Subu, salah satu warga Pulau Matutuang mengatakan, memang sudah semenjak dulu mereka tidak diperbolehkan memelihara anjing. Sebab menurutnya, bagi masyatakat pulau mereka hewan peliharaan itu dianggap berbahaya. “Memang sudah disepakati, sudah tidak bisa memeihara anjing karena di sisi lain itu hewan berbahaya,” kata Subu.

Menarik memang, pulau yang dihuni 134 keluarga itu tidak satu keluarga pun memeliharanya. Heri Sumolang, mantan pejabat Kepala Desa Matutuang, menetap di sana sejak tahun 2008 mengatakan sejak ia menetap di sana memang sudah tidak ada anjing.

“Saya tanya ke masyarakat pada waktu itu, kenapa tidak ada anjing, kalau di Marore dan Kawio kan ada,” Kata Sumolang.

Ternyata berdasarkan cerita masyarakat hal itu bermula dari kunjungan pertama mantan Bupati Winsulangi Salindeho, kata mereka pada waktu sementara makan, beberapa anjing berkelahi di bawah meja dan hampir menjatuhkan makanan yang ada di atas meja.

“Bayangkan anjing berkelahi, di bawah meja tempat makan pejabat. Dari situ awalnya. Kemudian masyarakat membuat rapat menyepakatinya untuk meniadakan anjing dari pulau tersebut,” ungkapnya, Sabtu (18/5/2109).

Hingga hari ini, Pulau Matutuang adalah pulau yang berstatus paling bebas dari penyakit rabies.

Peliput : Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: perbatasan filipinapulau matutuangsangihe
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
WBK dan WBBM Dorong Kualitas Lapas Kelas IIA Manado

WBK dan WBBM Dorong Kualitas Lapas Kelas IIA Manado

Discussion about this post

Berita Terkini

  • GM PLN UID Suluttenggo dan Gubernur Gorontalo Bahas Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan 7 November 2026
  • PLN UID Suluttenggo Gelar Safety Alignment With Leader Serentak Pastikan Budaya Keselamatan Kerja di Seluruh Unit Kerja 7 November 2026
  • PLN UP3 Luwuk dan DPRD Banggai Perkuat Sinergi, Bahas Percepatan Elektrifikasi Desa Belum Berlistrik 7 November 2026
  • PLN Percepat Pembangunan Listrik Desa ABT 2026 di Gorontalo: 4 Lokasi Rampung Konstruksi 7 November 2026
  • GMPA Panthera Pardus dan KMPA Tansa Gelar Pelatihan Kerajinan Puntung Rokok, Ubah Limbah Beracun Jadi Karya Seni 7 November 2026

AmsiNews

  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Nasional
    • Edukasi
    • Barta Grafis
    • Prodcast
    • Mode
    • Traveling
    • Gastronomi
    • Tekno
    • Obyek
    • Iven
  • Daerah
    • Talaud
    • Sitaro
    • Sangihe
    • Kotamobagu
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In