• Pedoman Media Siber
  • Redaksi
Minggu, Mei 3, 2026
  • Login
Barta1.com
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Daerah
    • Talaud
    • Kotamobagu
    • Edukasi
    • Nasional
    • Barta Grafis
    • Prodcast
  • Politik
  • Kultur
    • Budaya
    • Sejarah
    • Seni
    • Sastra
    • Biografi
  • Fokus
    • Lipsus
    • Opini
    • Tajuk
  • Olahraga
  • Mereka Menulis
    • Esoterisisme
    • SWRF
  • Video
  • Webtorial
  • Indeks Berita
No Result
View All Result
Barta1.com
No Result
View All Result
Home News Daerah

Gara-Gara Baliho Caleg, Oknum Aparat Diduga Culik dan Aniaya Seorang Anak

by Agustinus Hari
26 Maret 2019
in Daerah
0
Gara-Gara Baliho Caleg, Oknum Aparat Diduga Culik dan Aniaya Seorang Anak

Ilustrasi. (foto: istimewa)

0
SHARES
68
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sangihe, Barta1.com – Tak ada yang mengetahui Syamsudin Makaluas (16), anak di bawah umur itu dijemput lelaki berinisial PM, Jumat (15/3/2019) sekitar pukul 09.30 WITA. Pelaku menjemput Syamsudin kemudian dibawa ke sebuah tempat dimana dirinya dituduh mencoret baliho calon legislatif (caleg).

Korban tak mengelak, dia mengaku dirinya hanya menulis sebuah tulisan kecil. Namun sesampainya di lokasi tempat dimana baliho caleg itu berdiri, dia dibawa lagi oleh oknum aparat penegak hukum, berinisial AKM, yang disinyalir anggota kepolisian di salah satu Polsek di Sangihe.

Dirinya dibawa oknum aparat ke rumahnya di Kampung Naha, tak jauh dari Bandar Udara Naha. Sesampainya di rumah, dirinya diinterogasi sambil menjalani siksaan, dimulai dari disuruh push up dan beberapa kali tamparan menempel di wajahnya.

“Sampai di rumah di suruh push up, banyak kali. Kemudian ditanya kalau ada yang suru coret baliho. Saya bilang tidak. Sesudah itu dia tempeleng. Sesudah tempeleng di suruh pushup lagi berulang-ulang,” ujar korban dalam keadaan terkapar di rumah keluarganya di Kampung Bahu, Tabukan Utara, Senin (25/3/2019).

Meski sudah tak mampu menjalani siksaan oleh terduga AKM, tiba-tiba Syamsudin dalam posisi push up melihat seorang pria berbadan besar, menurutnya juga bertato, datang langsung menendang kakinya hingga dia tergeletak tak berdaya.

“Kaki saya bengkak, karena ditendang sementara pushup. Yang menendang pria bertato berbadan besar datang dengan mobil,” ujarnya.

Tak hanya itu, Syamsudin kemudian dibawa masuk ke dalam garasi mobil dan disuruh jongkok. Kemudian ada lagi orang yang datang menamparnya.

Menurut keterangan keluarga, ketika mendengar kabar tersebut mereka langsung mendatangi rumah pelaku, untuk meminta korban dibawa pulang. Namun demikian oknum caleg, Julista Lisade (ibu terduga pelaku) melarangnya karena harus menunggu anaknya pulang dari kantor dulu.

“Iya kami sudah datang ke rumahnya pada Jumat sore itu untuk membawa pulang Syamsudin, namun demikian Ibu Julista Lisade tidak memberikan izin, katanya mau tunggu anaknya pulang dari kantor dulu,” ungkap Ibu Ana yang adalah kerabat korban.

Menurutnya korban nanti dikembalikan ke rumah pada Sabtu sore. Ibu Ana juga menegaskan bahwa ketika korban dijemput oleh oknum-oknum tersebut, sama sekali tidak ada pemberitahuan kepada pihak keluarga.

“Pada Jumat itu, korban dijemput tanpa pemberitahuan kepada keluarganya, dan nanti dikembalikan pada hari Sabtu sekitar setengah empat sore dalam keadaan, kaki bengkak dan bagian wajahnya bengkak,” Jelas Ibu Ana.

Keluarga menuturkan Syamsudin kini telah beberapa kali menjalani sedot darah mati di bagian lutut dan hingga hari ini masih trauma dalam keadaan terkapar di tempat tidur. Sebelumnya, Senin (18/3/2019), dia sempat dirawat di Puskesmas Enemawira Tabukan Utara, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Liun Kendage Tahuna.

Meski sudah beberapa minggu berlalu, proses perkara penganiayaan terhadap Syamsudin Makaluas anak yatim piatu ini, masih bergulir di Polres Sangihe pada tahap pemeriksaan saksi-saksi.

Kanit II Polres Sangihe, J Katiandagho telah menerima laporan dari pihak keluarga korban dan saat ini tengah pada tahap pemeriksaan saksi-saksi. Menurutnya, aparat penegak hukum tak akan pandang bulu dalam menyelesaikan kasus ini.

“Laporan benar sudah masuk. Sudah masuk tahap pemeriksaan saksi-saksi dan sementara diproses. Pada intinya semua dari korban dan sekarang kami jemput bola. Bahkan kami langsung mencari saksi-saksi di rumahnya dan saat ini kami menunggu korban selesai pemeriksaan di rumah sakit,” ujar Katiandagho.

Peliput : Rendy Saselah

Barta1.Com
Tags: kampung nahaPolres Sangihesangihe
ADVERTISEMENT
Agustinus Hari

Agustinus Hari

Pemimpin Redaksi di Barta1.com

Next Post
Ketika Siswa TK Pukau Warga dengan Tarian Garis Dobol

Ketika Siswa TK Pukau Warga dengan Tarian Garis Dobol

Discussion about this post

Berita Terkini

  • SMAN 1 Manganitu Raih Juara I Lomba Masamper Tingkat Sulawesi Utara 2026 3 Mei 2026
  • Alarm bagi Pendidikan Vokasi: Teknik Mesin Polimdo Hadapi Krisis Minat dan Regenerasi Dosen 2 Mei 2026
  • Semarak Peringatan 63 Tahun Integrasi Papua di AMN Dipimpin Rektor Unsrat dan Kolonel Jacobus 2 Mei 2026
  • HUT ke-17 IKA Polimdo: Menebar Kepedulian, Menghidupkan Kasih di Setiap Langkah 2 Mei 2026
  • Supriyadi Pangellu: Pak Gubernur, Evaluasi Dulu Kinerja Calon Sekprov! 2 Mei 2026

AmsiNews

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

No Result
View All Result
  • #12328 (tanpa judul)
    • Indeks Berita
  • Contact
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Kebijakan Privasi
  • Laman Contoh
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Talaud
  • Webtorial

© 2018-2020 Barta1.com - Hosting by ManadoWebHosting.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In