oleh

Bartagrafis: Sulitnya Lulusan SMK Menembus Dunia Kerja

Manado, Barta1.com — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengakui lulusan SMK menjadi penyumbang terbesar pada angka penggangguran terbuka nasional. Masalah kependudukan ini, menurut pihak kementerian, patut segera dicarikan solusinya.

Baca Juga: Job Matching di SMKN 1 Manado: Pengangguran SMK Capai 8,63%

Kepala Seksi Kerja Kursus dan Swasta kemenaker RI Inneke M Siregar pernah bertanya ke Badan Pusat Statistik, apa indikator sehingga jebolan sekolah kejuruan ada pada peringkat tertinggi data pengangguran terbuka nasional.

“Belum dijawab (BPS) sampai saat ini,” kata Inneke saat membuka Job Fair di SMK Negeri 1 Manado, baru-baru ini.

Dalam data yang dirilis BPS nasional Agustus 2019, angka dan prosentase tingkat pengangguran terbuka membuktikan lemahnya lulusan sekolah kejuruan menembus dunia kerja. Selama 5 tahun terakhir, 2015 hingga 2019, alumni SMK menempati ranking pertama pada tingkat pengangguran terbuka (TPT) se-Indonesia.

My Morning Timeline oleh rio redcross

Jumlah tersebut merupakan perbandingan TPT dari perspektif tingkat perbandingan tertinggi yang ditamatkan. Artinya dalam data, lulusan SMK disandingkan dengan kelompok tidak sekolah/tidak lulus SD/lulus SD, lulus SMP, lulus SMA, bergelar diploma I/II/III hingga jebolan perguruan tinggi atau universitas.

Sementara di Sulawesi Utara, kondisinya tak jauh berbeda. Dalam data BPS jumlah pengangguran di Provinsi Sulut pada Februari 2019 tercatat 64.100 orang, dengan TPT sebesar 5,37% atau sedikit di atas rata-rata secara nasional. Sekolah kejuruan menurut Inneke, harus coba membuat aplikasi bursa kerja. Dia berharap lewat aplikasi tersebut lulusan sekolah kejuruan bisa terdata dengan baik.

“Suatu hal yang harus kita perhatikan dalam tingkat ini adalah presentase tertinggi angka pengangguran SMK sebesar 8,63%. Kita ketahui bersama bahwa SMK sebagai subsistem pendidikan nasional bertanggung jawab dalam menyiapkan tingkat SDM yang handal dan dapat beriorentasi pada kebutuhan pasar kerja, serta mampu mengembangkan inovasi untuk mempengaruhi perubahan kebutuhan pasar kerja,” ujar dia. (*)

Peliput: Meikel Pontolondo
Grafis: Ady Putong

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed